Nyeri Bokong Kiri - Klinik Nyeri Tulang Belakang
Blog

Nyeri Bokong Kiri, Apa Ya Penyebabnya?

Anda merasa nyeri di area bokong sebelah kiri, bahkan menjalar hingga ke paha dan kaki? Nah, sebaiknya waspada ya sebab rasa nyeri ini dapat menjadi gejala dari berbagai kondisi, salah satunya yaitu sindrom piriformis. Sindrom piriformis adalah suatu kondisi di mana otot piriformis yang berada di daerah bokong menekan saraf piriformis.  Otot piriformis berfungsi untuk membantu gerakan pinggul, tetapi ketegangan atau kekakuan pada otot ini dapat menyebabkan tekanan pada saraf ischiadicus (saraf sciatic) yang menghubungkan panggul dengan tungkai bawah. Apabila ada gangguan atau tekanan pada saraf maka bisa menimbulkan sejumlah gejala seperti rasa nyeri, kebas hingga ketidaknyamanan saat duduk ataupun berjalan. Penyebab Sindrom Piriformis Ada beberapa penyebab sindrom piriformis yang sebaiknya Anda waspadai, termasuk: Ketegangan otot piriformis Ketegangan otot piriformis dapat terjadi akibat cedera, kelelahan, atau aktivitas fisik berlebihan. Otot yang tegang dapat menekan saraf piriformis, menyebabkan nyeri bokong. Cedera Cedera pada bokong atau panggul dapat menyebabkan peradangan dan pembengkakan di sekitar otot piriformis, yang kemudian menekan saraf piriformis. Postur tubuh yang buruk Postur tubuh yang tidak baik, seperti duduk terlalu lama dengan posisi yang salah, dapat menyebabkan stres pada otot piriformis dan meningkatkan risiko sindrom piriformis. Gangguan struktural Beberapa orang memiliki struktur tubuh yang membuat mereka lebih rentan terhadap sindrom piriformis. Misalnya, jika saraf piriformis melewati otot piriformis dengan pola yang tidak biasa, hal ini dapat menyebabkan iritasi dan nyeri. Mencegah Sindrom Piriformis Penanganan Sindrom Piriformis dengan Endoskopi Joimax Seiring dengan kemajuan teknologi medis, metode pengobatan yang lebih canggih dan efektif telah dikembangkan, termasuk penggunaan endoskopi Joimax. Endoskopi Joimax adalah prosedur bedah minimal invasif yang menggunakan endoskopi untuk visualisasi dan penanganan nyeri khususnya di area tulang belakang. Prosedur ini terbukti berhasil mengobati berbagai kondisi medis, termasuk sindrom piriformis.  Metode ini hanya membutuhkan satu sayatan kecil di area tulang belakang sebagai portal masuknya alat endoskopi. Kemudian, dokter akan memasukkan alat endoskopi serta kamera kecil melalui insisi tersebut, yang memungkinkan dokter untuk melihat secara langsung kondisi otot piriformis dan struktur jaringan lainnya. Alat bedah khusus yang melekat pada endoskopi dapat digunakan untuk memperbaiki kelainan atau menghilangkan tekanan pada saraf yang terjepit. Keuntungan utama dari penggunaan endoskopi Joimax adalah risiko komplikasi yang minim. Dibandingkan dengan prosedur bedah tradisional, endoskopi Joimax menghasilkan luka yang lebih kecil, risiko infeksi yang lebih rendah, dan pemulihan yang lebih cepat. Pasien biasanya dapat kembali beraktivitas dengan normal dalam waktu singkat setelah tindakan. Jika Anda mengalami nyeri di bokong sebelah kiri dan terasa kaku, segeralah periksakan diri ke dokter untuk diagnosis dan penanganan yang tepat. Anda juga bisa berkonsultasi secara online melalui nomor 021-7919-6999 atau chat via whatsapp ke 0811-1443-599.  Baca juga: Kenapa Saraf Kejepit Bisa Menyerang Bokong? Kenali Penyebabnya Frequently Asked Questions (FAQ) [sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa Penyebab Nyeri Bokong?” answer-0=”Ada beberapa penyebab nyeri bokong yang sebaiknya diwaspadai, diantaranya: 1. Ketegangan otot piriformis 2. Cedera 3. Postur tubuh yang buruk 4. Gangguan struktural” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Apa itu Sindrom Piriformis?” answer-1=”Sindrom piriformis adalah suatu kondisi di mana otot piriformis yang berada di daerah bokong menekan saraf piriformis. Otot piriformis berfungsi untuk membantu gerakan pinggul, tetapi ketegangan atau kekakuan pada otot ini dapat menyebabkan tekanan pada saraf ischiadicus (saraf sciatic) yang menghubungkan panggul dengan tungkai bawah.” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Bagaimana Cara Mencegah Sindrom Piriformis?” answer-2=”Beberapa cara yang dapat dilakukan diantaranya: 1. Melakukan peregangan rutin dan latihan penguatan otot piriformis 2. Melakukan pemanasan sebelum melakukan aktivitas fisik atau olahraga 3. Menjaga postur tubuh yang baik 4. Menghindari posisi duduk yang terlalu lama. 5. Berolahraga secara teratur ” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””] Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Read More »
Saraf Terjepit Akibat Radang Sendi - Klinik Nyeri Tulang Belakang
Blog

Hati-hati, Radang Sendi Bisa Berisiko Saraf Terjepit!

Radang sendi, juga dikenal sebagai arthritis, adalah kondisi medis yang melibatkan peradangan pada sendi tubuh. Ini adalah salah satu masalah kesehatan yang umum terjadi di seluruh dunia, terutama di kalangan orang tua. Meskipun radang sendi itu sendiri dapat menyebabkan ketidaknyamanan yang serius dan kehilangan fungsi sendi, ada juga potensi bahaya lain yang mungkin timbul dari kondisi ini, yaitu saraf terjepit. Apa itu Radang Sendi? Radang sendi terjadi ketika sendi mengalami peradangan, biasanya karena kerusakan pada tulang rawan yang melapisi ujung tulang di sendi tersebut. Penyebabnya bisa karena berbagai faktor seperti penuaan, cedera, keturunan, atau gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi. Gejalanya mencakup rasa sakit, kemerahan, pembengkakan, keterbatasan gerakan, dan kekakuan sendi. Saraf Terjepit akibat Radang Sendi Salah satu risiko yang terkait dengan radang sendi adalah kemungkinan saraf terjepit. Ketika sendi mengalami pembengkakan atau peradangan, tekanan pada jaringan di sekitarnya juga meningkat. Hal ini dapat menyebabkan saraf yang berada dekat sendi tersebut menjadi tertekan atau terjepit. Sehingga mengakibatkan kondisi yang Anda kenal sebagai “saraf terjepit.” Saraf terjepit adalah kondisi yang menyakitkan dan dapat menyebabkan berbagai gejala, tergantung pada saraf mana yang terlibat. Beberapa gejala umum yang mungkin terjadi akibat saraf terjepit termasuk: Faktor Risiko Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko saraf terjepit akibat radang sendi antara lain: Pencegahan dan Pengobatan Untuk mencegah terjadinya saraf terjepit akibat radang sendi, penting untuk mengelola kondisi arthritis dengan baik. Beberapa langkah yang dapat membantu mengurangi risiko saraf terjepit meliputi: Jika saraf terjepit sudah terjadi, maka pengobatan akan disesuaikan dengan penyebab dan tingkat keparahan kondisi tersebut. Terapi fisik, obat antiinflamasi, kortikosteroid, dan terkadang intervensi bedah atau minimal invasif dapat menjadi pilihan pengobatan, tergantung pada kasus masing-masing. Radang sendi adalah kondisi medis yang serius yang dapat menyebabkan masalah kesehatan jangka panjang. Salah satu potensi bahaya yang terkait dengan kondisi ini adalah risiko saraf terjepit, yang dapat menyebabkan rasa sakit, kebas, kelemahan, dan kehilangan fungsi. Penting untuk mengenali gejala arthritis, berkonsultasi dengan dokter secara tepat waktu, dan mengelola kondisi ini dengan baik untuk mengurangi risiko saraf terjepit dan meningkatkan kualitas hidup secara keseluruhan. Frequently Asked Questions (FAQ) [sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa Penyebab Radang Sendi?” answer-0=”Radang sendi terjadi ketika sendi mengalami peradangan, biasanya karena kerusakan pada tulang rawan yang melapisi ujung tulang di sendi tersebut. Penyebabnya bisa karena berbagai faktor seperti penuaan, cedera, keturunan, atau gangguan autoimun yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan sendi.” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Apa Gejala jika Mengalami Saraf Terjepit?” answer-1=”Beberapa gejala umum yang mungkin terjadi akibat saraf terjepit termasuk: 1. Nyeri 2. Kebas atau mati rasa 3. Lemah otot 4. Kehilangan fungsi” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Apa Faktor yang Dapat Meningkatkan Risiko Saraf terjepit?” answer-2=”Beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko saraf terjepit akibat radang sendi antara lain: 1. Peradangan dan kerusakan pada sendi, 2. Beberapa sendi di tubuh cenderung lebih rentan terhadap risiko saraf terjepit daripada yang lain, tergantung pada anatomi dan bagaimana saraf melewati area tersebut. 3. Olahraga atau aktivitas fisik yang berlebihan dapat meningkatkan risiko cedera pada sendi dan meningkatkan kemungkinan saraf terjepit. 4. Beberapa jenis arthritis memiliki komponen genetik yang dapat meningkatkan risiko saraf terjepit pada beberapa individu.” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””] Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Read More »
Nyeri Leher Kronis - Klinik Nyeri Tulang Belakang
Blog

Hati-hati, Jangan Abaikan Nyeri Leher Kronis!

Nyeri leher adalah kondisi yang umum terjadi pada banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri leher kronis yang tidak tertangani dengan baik dapat berpotensi menyebabkan saraf terjepit? Saraf terjepit terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan berlebih oleh jaringan di sekitarnya, seperti otot, tulang, atau diskus intervertebralis. Hal ini dapat menimbulkan gejala yang sangat mengganggu dan bahkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari. Gejala Saraf Terjepit di Leher Saraf terjepit di leher dapat menimbulkan berbagai gejala yang sebaiknya Anda waspadai, yaitu: Penyebab Nyeri Leher yang Menyebabkan Saraf Kejepit Nyeri leher yang bisa menyebabkan saraf terjepit dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain: Komplikasi dan Bahaya yang Mungkin Terjadi Jika sakit leher tidak diobati dengan baik dan saraf terjepit tetap terjadi, beberapa komplikasi dan bahaya berikut dapat muncul: Pencegahan  Untuk mencegah sakit leher yang bisa menyebabkan saraf terjepit, Anda dapat mengambil beberapa langkah pencegahan, seperti menjaga postur yang baik saat duduk atau berdiri, melakukan peregangan leher secara teratur, menghindari mengangkat benda berat dengan cara yang salah, dan menggunakan alat bantu yang ergonomis. Jika Anda mengalami sakit leher yang terus-menerus atau gejala yang mengindikasikan saraf terjepit, sangat penting untuk mencari perawatan medis. Dokter dapat melakukan diagnosis yang tepat dan menyarankan pengobatan yang sesuai.  Penanganan Tepat dengan CESSYS Joimax Salah satu metode pengobatan saraf kejepit yang efektif yaitu dengan endoskopi CESSYS Joimax. CESSYS merupakan teknologi terkini yang berasal dari Jerman dan bermanfaat untuk menghilangkan bantalan tulang yang menonjol di area tulang belakang, sehingga saraf terbebas dari jepitan/ tekanan. Prosedur ini bukanlah operasi bedah terbuka dan hanya membutuhkan satu sayatan kecil di bagian leher, baik melalui anterior (depan) maupun posterior (belakang). Dengan CESSYS, Anda akan merasa lebih aman dan nyaman, sebab dokter dapat melihat jelas bagian saraf yang terjepit dengan panduan dari kamera khusus pada alat endoskop. Anda juga tak perlu menjalani rawat inap dan bisa langsung beraktivitas kembali pasca tindakan. Namun, tetap ingat untuk tidak beraktivitas terlalu berat mengingat Anda sedang dalam masa pemulihan.  Untuk menjalani prosedur CESSYS, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah saraf kami yang terpercaya di Lamina Pain and Spine Center. Dokter akan membantu memberikan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahan saraf terjepit.  Silakan hubungi Lamina di nomor telepon 021-7919-6999 atau chat melalui whatsapp di 0811-1443-599. Baca juga: Nyeri Leher dan Risiko Memilih Helm yang Salah Frequently Asked Questions (FAQ) [sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa Gejala Saraf Terjepit di Leher?” answer-0=”Saraf terjepit di leher dapat menimbulkan berbagai gejala yang sebaiknya diwaspadai, yaitu: 1. Nyeri tajam atau terbakar di leher, bahu, lengan, atau tangan. 2. Kesemutan dan mati rasa di area yang terkena saraf terjepit. 3. Kelemahan otot di tangan atau lengan. 4. Kesulitan dalam menggerakkan leher atau memutar kepala.” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Apa Penyebab Saraf Kejepit Leher?” answer-1=”Dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu: 1. Cedera leher akibat trauma fisik 2. postur tubuh yang buruk 3. Penyakit degeneratif” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Bagaimana Cara Mencegah Saraf Kejepit Leher?” answer-2=”Untuk mencegah sakit leher yang bisa menyebabkan saraf terjepit, Anda dapat mengambil beberapa langkah pencegahan, seperti menjaga postur yang baik saat duduk atau berdiri, melakukan peregangan leher secara teratur, menghindari mengangkat benda berat dengan cara yang salah, dan menggunakan alat bantu yang ergonomis” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””] Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Read More »
PLDD untuk Saraf Kejepit - Klinik Nyeri Tulang Belakang
Blog

PLDD: Metode Tanpa Operasi untuk Mengatasi Saraf Kejepit

PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression adalah salah satu metode pengobatan yang inovatif untuk menyembuhkan saraf kejepit. Sebagai tindakan minimal invasif (non-bedah), PLDD menggunakan energi laser untuk mengurangi tekanan pada saraf terjepit, mengurangi peradangan, dan memulihkan fungsi saraf yang terganggu. Sekilas Tentang Saraf Kejepit Saraf kejepit umumnya terjadi akibat hernia diskus intervertebralis, yaitu cakram tulang belakang yang berfungsi sebagai bantalan di antara vertebra terdorong keluar dari posisi normalnya. Kondisi ini pada akhirnya menekan saraf yang melewati tulang belakang.  Gejalanya pun bervariasi, antara lain rasa nyeri yang menjalar, kebas, kesemutan, kelemahan otot dan bahkan gangguan fungsi organ. Kondisi ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari. Penanganan Saraf Kejepit dengan PLDD Prosedur PLDD melibatkan penggunaan sinar laser yang menuju ke bantalan tulang yang menonjol penyebab saraf kejepit. Laser tersebut menghasilkan panas yang cukup untuk menguapkan sebagian nukleus pulposus, yaitu inti gelatinous di dalam cakram tulang belakang. Hal ini dapat mengurangi atau mengempiskan bantalan tulang yang menonjol dan tekanan pada saraf. Selain itu, laser juga merangsang pelepasan zat kimia antiinflamasi di area yang terkena, membantu mengurangi peradangan dan merangsang penyembuhan. Manfaat dan Efektivitas PLDD memiliki beberapa manfaat lebih baik dari prosedur bedah tradisional. Metode ini dapat mengurangi risiko infeksi, nyeri, dan waktu pemulihan yang lebih cepat. PLDD cukup efektif dalam mengurangi gejala saraf terjepit dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Rasa sakit berkurang, pergerakan menjadi lebih baik, dan fungsi saraf yang terganggu dapat pulih. Komplikasi dan Pertimbangan Meskipun PLDD memiliki keuntungan yang signifikan, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu Anda perhatikan. Beberapa pasien mungkin tidak cocok untuk menjalani prosedur ini, tergantung pada kondisi kesehatan mereka. Komplikasi yang jarang terjadi termasuk nyeri pasca operasi, perdarahan, infeksi, atau kerusakan saraf. Namun, sebelum menjalani tindakan ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli untuk meminimalisir risiko komplikasi. Baca juga: Mengenal Teknologi PLDD untuk Pengobatan Nyeri Pinggang Frequently Asked Questions (FAQ) [sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa itu PLDD?” answer-0=”PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression adalah salah satu metode pengobatan yang inovatif untuk menyembuhkan saraf kejepit. Sebagai tindakan minimal invasif (non-bedah), PLDD menggunakan energi laser untuk mengurangi tekanan pada saraf terjepit, mengurangi peradangan, dan memulihkan fungsi saraf yang terganggu.” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Bagaimana Prosedur PLDD untuk Saraf Kejepit?” answer-1=”Prosedur PLDD melibatkan penggunaan sinar laser yang menuju ke bantalan tulang yang menonjol penyebab saraf kejepit. Laser tersebut menghasilkan panas yang cukup untuk menguapkan sebagian nukleus pulposus, yaitu inti gelatinous di dalam cakram tulang belakang. Hal ini dapat mengurangi atau mengempiskan bantalan tulang yang menonjol dan tekanan pada saraf. ” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Apa Keunggulan Laser PLDD?” answer-2=”PLDD memiliki beberapa manfaat lebih baik dari prosedur bedah tradisional. Metode ini dapat mengurangi risiko infeksi, nyeri, dan waktu pemulihan yang lebih cepat. PLDD cukup efektif dalam mengurangi gejala saraf terjepit dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Rasa sakit berkurang, pergerakan menjadi lebih baik, dan fungsi saraf yang terganggu dapat pulih.” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””] Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Read More »
Nyeri Pinggang Bawah - Klinik Nyeri Tulang Belakang
Blog

Epidural Steroid Injection, Efektif Redakan Nyeri Pinggang Bawah Akibat Saraf Kejepit

Anda mengalami nyeri pinggang bawah yang tak kunjung membaik? Sebaiknya jangan pernah mengabaikan kondisi ini, karena gejala nyeri tersebut bisa menjadi indikasi adanya saraf yang terjepit. Ketika saraf terjepit, biasanya akan muncul sensasi nyeri yang tak tertahankan, kelemahan otot, kesemutan, atau bahkan kehilangan fungsi motorik di area yang terkena.  Tanda Nyeri Pinggang Bawah Karena Saraf Terjepit Berikut ini adalah tanda atau gejala nyeri pinggang bawah karena adanya tekanan berlebih pada saraf, antara lain:  Penyebab Saraf Terjepit di Pinggang Bawah Cara Mengatasi Gejala Nyeri Pengobatan untuk nyeri pinggang bawah karena saraf terjepit dapat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya.   Epidural steroid injection (ESI) adalah salah satu bentuk pengobatan non-bedah untuk mengurangi nyeri akibat saraf kejepit atau kondisi peradangan di sekitar saraf tulang belakang. ESI melibatkan penyuntikan steroid antiinflamasi ke dalam ruang epidural di sekitar saraf tulang belakang. Prosedur ESI Prosedur ESI biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf atau dokter anestesi yang berpengalaman. Dokter akan meminta pasien untuk berbaring di meja pemeriksaan dalam posisi miring atau duduk, dan akan menandai area tubuh yang akan disuntik. Dokter kemudian akan menggunakan jarum yang halus dan panjang untuk menyuntikkan campuran steroid antiinflamasi dan anestesi lokal ke dalam ruang epidural. Jarum akan masuk ke area saraf yang terjepit dengan bantuan sinar-X atau panduan fluoroskopi untuk memastikan akurasi penempatan obat. Steroid dalam ESI memiliki efek antiinflamasi yang membantu mengurangi pembengkakan dan peradangan di sekitar saraf tulang belakang. Dalam banyak kasus, ESI dapat mengurangi tekanan pada saraf yang terjepit dan mengurangi gejala seperti nyeri, kesemutan, atau kelemahan otot di bagian pinggang hingga kaki. Sebelum menjalani ESI, pasien biasanya akan menjalani pemeriksaan fisik dan mungkin tes pencitraan seperti MRI untuk membantu dokter dalam menentukan penyebab nyeri dan memastikan bahwa ESI adalah pilihan pengobatan yang tepat. ESI tidak selalu menjadi pilihan pertama dalam pengobatan saraf kejepit, dan dokter mungkin juga meresepkan terapi fisik, obat penghilang nyeri, atau tindakan bedah tergantung pada penyebab dan keparahan kondisi pasien. Seperti prosedur medis lainnya, ESI memiliki risiko dan efek samping potensial. Beberapa efek samping yang mungkin termasuk peningkatan nyeri sementara di tempat penyuntikan, infeksi, perdarahan, atau reaksi alergi terhadap obat yang disuntikkan. Oleh karena itu, penting untuk membicarakan manfaat dan risiko ESI dengan dokter sebelum menjalani prosedur ini. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf kami di Lamina dengan menghubungi nomor 021-7919-6999  atau chat melalui whatsapp ke 0811 1443 599. Lamina juga memiliki layanan konsultasi online bagi Anda yang terkendala jarak.  Baca juga: Jangan Abaikan Nyeri Pinggang Belakang Bawah, Kenali Gejalanya! Frequently Asked Questions (FAQ) [sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa itu Epidural steroid injection (ESI)?” answer-0=”Epidural steroid injection (ESI) adalah salah satu bentuk pengobatan non-bedah untuk mengurangi nyeri akibat saraf kejepit atau kondisi peradangan di sekitar saraf tulang belakang. ESI melibatkan penyuntikan steroid antiinflamasi ke dalam ruang epidural di sekitar saraf tulang belakang.” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Bagaimana Prosedur ESI?” answer-1=”Prosedur ESI biasanya dilakukan oleh dokter spesialis bedah saraf atau dokter anestesi yang berpengalaman. Dokter akan meminta pasien untuk berbaring di meja pemeriksaan dalam posisi miring atau duduk, dan akan menandai area tubuh yang akan disuntik. Dokter kemudian akan menggunakan jarum yang halus dan panjang untuk menyuntikkan campuran steroid antiinflamasi dan anestesi lokal ke dalam ruang epidural. Jarum akan masuk ke area saraf yang terjepit dengan bantuan sinar-X atau panduan fluoroskopi untuk memastikan akurasi penempatan obat.” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Apa Penyebab Nyeri Pinggang Bawah?” answer-2=”Beberapa faktor penyebabnya secara umum meliputi: 1. Herniasi cakram 2. Stenosis spinal 3. Radikulopati 4. Cedera tulang belakang” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””] Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Read More »
Spinal Stenosis: Gejala dan Penanganan dengan Percutaneous Laser Disc Decompression - Klinik Nyeri Tulang Belakang
Blog

Spinal Stenosis: Gejala dan Penanganan dengan Percutaneous Laser Disc Decompression

Spinal stenosis adalah kondisi medis yang terjadi akibat penyempitan saluran tulang belakang, yang dapat menyebabkan tekanan berlebih pada saraf tulang belakang. Hal ini dapat mengakibatkan gejala seperti nyeri punggung, kelemahan otot, kesemutan, dan kesulitan dalam berjalan. Salah satu pendekatan yang telah dikembangkan untuk mengatasi spinal stenosis adalah Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD), sebuah prosedur bedah minimal invasif yang menggunakan laser untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang. Gejala Spinal Stenosis Kondisi ini biasanya terjadi secara bertahap seiring bertambahnya usia. Gejala yang sering muncul, antara lain:  Penanganan Spinal Stenosis dengan Teknik PLDD Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) adalah teknik bedah minimal invasif yang berfungsi untuk mengobati kondisi spinal stenosis dan gangguan tulang belakang lainnya. Prosedur ini bekerja dengan cara memasukkan jarum kecil melalui kulit dan menggunakan panduan fluoroskopi untuk memandu jarum ke dalam ruang antara cakram tulang belakang yang terkena stenosis. Setelah jarum berada tepat ke area sumber nyeri, serat optik beserta laser masuk melalui jarum untuk menguapkan atau mengurangi volume cakram yang mengalami masalah. Keuntungan PLDD Spinal stenosis dapat menyebabkan gejala yang mengganggu dan membatasi aktivitas sehari-hari. Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) merupakan salah satu pilihan pengobatan non-bedah yang efektif untuk mengurangi tekanan pada saraf tulang belakang. Metode ini memberikan banyak keuntungan seperti pemulihan yang cepat, risiko komplikasi yang rendah, dan metode bedah minimal invasif. Namun, setiap keputusan pengobatan sebaiknya harus berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang berkualifikasi, dan berdasarkan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi kesehatan pasien. Apabila Anda memiliki keluhan nyeri di tulang belakang, jangan tunda pemeriksaan untuk mencegah perburukan kondisi. Silakan hubungi nomor 021-7919-6999 atau chat via whatsapp di 0811 1443 599 untuk berkonsultasi dengan dokter. Anda juga bisa datang langsung ke klinik Lamina yang berlokasi di Mampang, Cibubur, Pulomas dan Kuningan.  Semoga bermanfaat! Baca juga: Penanganan Saraf Kejepit dengan Teknologi PLDD Frequently Asked Questions (FAQ) [sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa Itu Spinal Stenosis?” answer-0=”Spinal stenosis adalah kondisi medis yang terjadi akibat penyempitan saluran tulang belakang, yang dapat menyebabkan tekanan berlebih pada saraf tulang belakang. Hal ini dapat mengakibatkan gejala seperti nyeri punggung, kelemahan otot, kesemutan, dan kesulitan dalam berjalan” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Apa Gejala Spinal Stenosis?” answer-1=”Gejala yang sering muncul, diantaranya: 1. Nyeri punggung 2. Kesemutan atau mati rasa 3. Kelemahan otot” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Bagaimana Penanganannya dengan Teknik PLDD?” answer-2=”Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) adalah teknik bedah minimal invasif yang berfungsi untuk mengobati kondisi spinal stenosis dan gangguan tulang belakang lainnya. Prosedur ini bekerja dengan cara memasukkan jarum kecil melalui kulit dan menggunakan panduan fluoroskopi untuk memandu jarum ke dalam ruang antara cakram tulang belakang yang terkena stenosis. Setelah jarum berada tepat ke area sumber nyeri, serat optik beserta laser masuk melalui jarum untuk menguapkan atau mengurangi volume cakram yang mengalami masalah.” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””] Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Read More »

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini