PLDD: Metode Tanpa Operasi untuk Mengatasi Saraf Kejepit

PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression adalah salah satu metode pengobatan yang inovatif untuk menyembuhkan saraf kejepit. Sebagai tindakan minimal invasif (non-bedah), PLDD menggunakan energi laser untuk mengurangi tekanan pada saraf terjepit, mengurangi peradangan, dan memulihkan fungsi saraf yang terganggu.

Sekilas Tentang Saraf Kejepit

Saraf kejepit umumnya terjadi akibat hernia diskus intervertebralis, yaitu cakram tulang belakang yang berfungsi sebagai bantalan di antara vertebra terdorong keluar dari posisi normalnya. Kondisi ini pada akhirnya menekan saraf yang melewati tulang belakang. 

Gejalanya pun bervariasi, antara lain rasa nyeri yang menjalar, kebas, kesemutan, kelemahan otot dan bahkan gangguan fungsi organ. Kondisi ini tentu akan menimbulkan ketidaknyamanan dan mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penanganan Saraf Kejepit dengan PLDD

Prosedur PLDD melibatkan penggunaan sinar laser yang menuju ke bantalan tulang yang menonjol penyebab saraf kejepit. Laser tersebut menghasilkan panas yang cukup untuk menguapkan sebagian nukleus pulposus, yaitu inti gelatinous di dalam cakram tulang belakang. Hal ini dapat mengurangi atau mengempiskan bantalan tulang yang menonjol dan tekanan pada saraf. Selain itu, laser juga merangsang pelepasan zat kimia antiinflamasi di area yang terkena, membantu mengurangi peradangan dan merangsang penyembuhan.

Manfaat dan Efektivitas

PLDD memiliki beberapa manfaat lebih baik dari prosedur bedah tradisional. Metode ini dapat mengurangi risiko infeksi, nyeri, dan waktu pemulihan yang lebih cepat. PLDD cukup efektif dalam mengurangi gejala saraf terjepit dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Rasa sakit berkurang, pergerakan menjadi lebih baik, dan fungsi saraf yang terganggu dapat pulih.

Komplikasi dan Pertimbangan

Meskipun PLDD memiliki keuntungan yang signifikan, ada juga beberapa risiko dan pertimbangan yang perlu Anda perhatikan. Beberapa pasien mungkin tidak cocok untuk menjalani prosedur ini, tergantung pada kondisi kesehatan mereka. Komplikasi yang jarang terjadi termasuk nyeri pasca operasi, perdarahan, infeksi, atau kerusakan saraf. Namun, sebelum menjalani tindakan ini, sangat penting untuk berkonsultasi dengan dokter ahli untuk meminimalisir risiko komplikasi.

Baca juga: Mengenal Teknologi PLDD untuk Pengobatan Nyeri Pinggang

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa itu PLDD?

PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression adalah salah satu metode pengobatan yang inovatif untuk menyembuhkan saraf kejepit. Sebagai tindakan minimal invasif (non-bedah), PLDD menggunakan energi laser untuk mengurangi tekanan pada saraf terjepit, mengurangi peradangan, dan memulihkan fungsi saraf yang terganggu.

Bagaimana Prosedur PLDD untuk Saraf Kejepit?

Prosedur PLDD melibatkan penggunaan sinar laser yang menuju ke bantalan tulang yang menonjol penyebab saraf kejepit. Laser tersebut menghasilkan panas yang cukup untuk menguapkan sebagian nukleus pulposus, yaitu inti gelatinous di dalam cakram tulang belakang. Hal ini dapat mengurangi atau mengempiskan bantalan tulang yang menonjol dan tekanan pada saraf.

Apa Keunggulan Laser PLDD?

PLDD memiliki beberapa manfaat lebih baik dari prosedur bedah tradisional. Metode ini dapat mengurangi risiko infeksi, nyeri, dan waktu pemulihan yang lebih cepat. PLDD cukup efektif dalam mengurangi gejala saraf terjepit dan meningkatkan kualitas hidup pasien. Rasa sakit berkurang, pergerakan menjadi lebih baik, dan fungsi saraf yang terganggu dapat pulih.

Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00