Hati-hati, Jangan Abaikan Nyeri Leher Kronis!

Nyeri leher adalah kondisi yang umum terjadi pada banyak orang. Namun, tahukah Anda bahwa nyeri leher kronis yang tidak tertangani dengan baik dapat berpotensi menyebabkan saraf terjepit? Saraf terjepit terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan berlebih oleh jaringan di sekitarnya, seperti otot, tulang, atau diskus intervertebralis. Hal ini dapat menimbulkan gejala yang sangat mengganggu dan bahkan dapat menghambat aktivitas sehari-hari.

Gejala Saraf Terjepit di Leher

Saraf terjepit di leher dapat menimbulkan berbagai gejala yang sebaiknya Anda waspadai, yaitu:

  • Nyeri tajam atau terbakar di leher, bahu, lengan, atau tangan.
  • Kesemutan dan mati rasa di area yang terkena saraf terjepit.
  • Kelemahan otot di tangan atau lengan.
  • Kesulitan dalam menggerakkan leher atau memutar kepala.

Penyebab Nyeri Leher yang Menyebabkan Saraf Kejepit

Nyeri leher yang bisa menyebabkan saraf terjepit dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain:

  • Cedera leher akibat kecelakaan atau trauma fisik.
  • Postur yang buruk atau kebiasaan buruk seperti membungkuk terlalu lama di depan komputer atau menggunakan ponsel dalam posisi yang salah.
  • Penyakit degeneratif seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis.

Komplikasi dan Bahaya yang Mungkin Terjadi

Jika sakit leher tidak diobati dengan baik dan saraf terjepit tetap terjadi, beberapa komplikasi dan bahaya berikut dapat muncul:

  • Kerusakan saraf yang lebih serius: Saraf yang terjepit yang tidak diobati dapat mengalami kerusakan yang lebih serius dan berkepanjangan. Hal ini dapat menyebabkan kelumpuhan atau kelemahan yang berlangsung lama.
  • Gangguan fungsi sehari-hari: Saraf terjepit di leher dapat menghambat kemampuan seseorang untuk menjalankan tugas sehari-hari, seperti mengangkat benda, menulis, atau bahkan menjalankan aktivitas fisik ringan.
  • Rasa sakit kronis: Jika tidak segera tertangani, seseorang dapat mengalami nyeri kronis di leher, bahu, lengan, dan tangan. Kondisi ini dapat mengganggu kualitas hidup secara keseluruhan.

Pencegahan 

Untuk mencegah sakit leher yang bisa menyebabkan saraf terjepit, Anda dapat mengambil beberapa langkah pencegahan, seperti menjaga postur yang baik saat duduk atau berdiri, melakukan peregangan leher secara teratur, menghindari mengangkat benda berat dengan cara yang salah, dan menggunakan alat bantu yang ergonomis.

Jika Anda mengalami sakit leher yang terus-menerus atau gejala yang mengindikasikan saraf terjepit, sangat penting untuk mencari perawatan medis. Dokter dapat melakukan diagnosis yang tepat dan menyarankan pengobatan yang sesuai. 

Penanganan Tepat dengan CESSYS Joimax

Salah satu metode pengobatan saraf kejepit yang efektif yaitu dengan endoskopi CESSYS Joimax. CESSYS merupakan teknologi terkini yang berasal dari Jerman dan bermanfaat untuk menghilangkan bantalan tulang yang menonjol di area tulang belakang, sehingga saraf terbebas dari jepitan/ tekanan. Prosedur ini bukanlah operasi bedah terbuka dan hanya membutuhkan satu sayatan kecil di bagian leher, baik melalui anterior (depan) maupun posterior (belakang).

Dengan CESSYS, Anda akan merasa lebih aman dan nyaman, sebab dokter dapat melihat jelas bagian saraf yang terjepit dengan panduan dari kamera khusus pada alat endoskop. Anda juga tak perlu menjalani rawat inap dan bisa langsung beraktivitas kembali pasca tindakan. Namun, tetap ingat untuk tidak beraktivitas terlalu berat mengingat Anda sedang dalam masa pemulihan. 

Untuk menjalani prosedur CESSYS, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter spesialis bedah saraf kami yang terpercaya di Lamina Pain and Spine Center. Dokter akan membantu memberikan diagnosis dan penanganan yang sesuai dengan tingkat keparahan saraf terjepit. 

Silakan hubungi Lamina di nomor telepon 021-7919-6999 atau chat melalui whatsapp di 0811-1443-599.

Baca juga: Nyeri Leher dan Risiko Memilih Helm yang Salah

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa Gejala Saraf Terjepit di Leher?

Saraf terjepit di leher dapat menimbulkan berbagai gejala yang sebaiknya diwaspadai, yaitu: 1. Nyeri tajam atau terbakar di leher, bahu, lengan, atau tangan. 2. Kesemutan dan mati rasa di area yang terkena saraf terjepit. 3. Kelemahan otot di tangan atau lengan. 4. Kesulitan dalam menggerakkan leher atau memutar kepala.

Apa Penyebab Saraf Kejepit Leher?

Dapat terjadi karena beberapa faktor, yaitu: 1. Cedera leher akibat trauma fisik 2. postur tubuh yang buruk 3. Penyakit degeneratif

Bagaimana Cara Mencegah Saraf Kejepit Leher?

Untuk mencegah sakit leher yang bisa menyebabkan saraf terjepit, Anda dapat mengambil beberapa langkah pencegahan, seperti menjaga postur yang baik saat duduk atau berdiri, melakukan peregangan leher secara teratur, menghindari mengangkat benda berat dengan cara yang salah, dan menggunakan alat bantu yang ergonomis

Artikel ini ditinjau oleh: dr. Yuti Purnamasari

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 17:00 - 20:00
Rabu     : 17:00 - 20:00
Jumat   : 17:00 - 20:00
Sabtu   : 10:00 - 12:00


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00