Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh Tanpa Operasi? Ini Penjelasannya!

Pernahkah mendengar seseorang yang mengalami saraf kejepit bisa sembuh? Mungkin selama ini anggapan orang tentang saraf kejepit hanya bisa disembuhkan dengan tindakan operasi, namun kemajuan teknologi telah memudahkan semuanya. Salah satu metode pengobatan tanpa operasi ini yaitu tindakan endoskopi Joimax dari Jerman.

Tentang Saraf Kejepit

Saraf terjepit atau dalam istilah medisnya yaitu Herniated Nucleus Pulposus (HNP), adalah kondisi yang terjadi ketika saraf mendapatkan tekanan dari jaringan di sekitarnya, seperti tulang, tendon, otot, dan tulang rawan. Tekanan pada saraf ini akan menimbulkan rasa nyeri yang bisa menjalar hingga ke tungkai bawah.

Saraf kejepit bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh, seperti leher (cervical radiculopathy), punggung atas (thoracic radiculopathy), atau punggung bawah (lumbar radiculopathy). Selain area tubuh tadi, kondisi ini juga bisa terjadi pada tangan, siku, ataupun pergelangan tangan (carpal tunnel syndrome).

  • Jika terjadi pada leher, gejalanya bisa berupa leher kaku, rasa nyeri dan kebas (mati rasa) yang menjalar sampai bahu dan lengan
  • Pada punggung bawah, biasanya akan menimbulkan rasa nyeri mulai dari punggung, paha, pantat hingga kaki
  • Saraf kejepit yang terjadi pada toraks dapat menyebabkan nyeri di bagian dada. Apabila nyeri semakin parah, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter

Saraf kejepit bisa terasa sangat menyakitkan, namun pada sebagian orang bisa sembuh dengan hanya melakukan perawatan mandiri di rumah, seperti beristirahat, mengonsumsi obat-obatan penghilang nyeri, dan terapi fisik.

Apa Saja Faktor Penyebabnya?

Mengutip laman Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan saraf kejepit, antara lain:

  • Rheumatoid arthritis, yaitu inflamasi atau peradangan pada sendi yang dapat menekan saraf di sekitarnya.
  • Pertambahan usia dapat menyebabkan keausan (wear and tear) pada tulang belakang dan diskus. Ruas tulang belakang menyempit sehingga muncul benjolan tulang yang tumbuh di sekitar sendi atau tulang. Menonjolnya tulang inilah yang bisa menekan saraf.  
  • Cedera akibat berolahraga atau kecelakaan yang dapat menyebabkan saraf terjepit atau tertekan. Misalnya, mengangkat beban berat, menarik beban berat, atau memutar tubuh mendadak dan berlebihan.
  • Melakukan gerakan atau aktivitas berlebihan, seperti sering mengetik dalam waktu lama, dapat menyebabkan tekanan pada tangan dan pergelangan tangan. Kondisi ini dapat menyebabkan carpal tunnel syndrome (CTS) atau peradangan yang menekan saraf median pada tangan.
  • Obesitas, kelebihan berat badan dapat menimbulkan pembengkakan pada jalur saraf sehingga dapat menekan saraf.
  • Diabetes, kadar glukosa dalam darah yang tinggi dapat merusak saraf

Gejala Umum

Anda mungkin akan merasakan gejala-gejala berikut ini jika menderita saraf kejepit:

  • Nyeri lokal pada bagian yang terkena saraf kejepit
  • Mati rasa atau kebas dan kesemutan yang sering terjadi
  • Ada sensasi terbakar atau tertusuk
  • Kelemahan otot pada bagian tubuh yang terkena
  • Pada kasus yang lebih parah, ada gangguan buang air kecil dan disfungsi seksual.

Apakah Saraf Kejepit Bisa Sembuh?

Untuk meredakan rasa nyeri, Anda bisa melakukan beberapa hal seperti berikut ini:

  • Minum obat parasetamol atau ibuprofen untuk menghilangkan nyeri
  • Mengonsumsi suplemen mecobalamin
  • Perbanyak istirahat dan hindari aktivitas berlebihan
  • Rutin berolahraga, seperti berenang dan yoga
  • Perbaiki postur tubuh
  • Menjaga berat badan ideal
  • HIndari merokok dan alcohol
  • Kompres dengan bantalan hangat area tubuh yang terasa nyeri

Apabila nyeri tidak juga membaik dan malah semakin parah, Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Baca juga: Ini Pentingnya Melakukan Endoskopi PELD untuk Atasi Saraf Kejepit

Pengobatan Tanpa Operasi dengan Endoskopi Joimax

Sebelumnya, penyembuhan saraf kejepit dilakukan dengan tindakan operasi besar (konvensional). Banyak pasien yang terkadang enggan melakukannya karena takut terhadap efek pasca tindakan, seperti terjadi kelumpuhan. Namun, dengan perkembangan teknologi kedokteran modern, saraf kejepit bisa sembuh tanpa operasi.

Tindakan endoskopi PELD atau Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy dan PSLD atau Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression Joimax merupakan tindakan minimal invasif untuk mengangkat bantalan tulang yang menekan saraf.  

Keunggulan PELD dan PSLD Joimax ini adalah durasi tindakan yang relatif singkat hanya sekitar 45 menit. Karena minimal invasif, maka luka sayatan kecil hanya sekitar 7 mm dan tidak banyak memotong jaringan otot di sekitar saraf. Tingkat keberhasilannya mencapai hingga 95% dan proses penyembuhan lebih cepat. Selain itu, Anda tidak memerlukan rawat inap karena hanya menggunakan bius lokal.

Lamina Pain and Spine Center memiliki dokter spesialis bedah saraf profesional, yang telah melakukan lebih dari 1600 tindakan endoskopi tulang belakang terbesar se-Asia Tenggara. Dengan keahlian medis yang dimiliki, pengobatan saraf kejepit menjadi lebih minim risiko dan lebih aman.

Lamina juga memiliki layanan antar jemput ambulans untuk wilayah Jabodetabek. Bagi Anda yang ingin berkonsultasi dan memiliki kesulitan dalam transportasi ke klinik, silakan menghubungi Care Line Officer Lamina pada nomor kontak yang tertera di website.

Simak video berikut tentang kelebihan endoskopi PELD dan PSLD Joimax:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00