Terapi rheumatoid arthritis

Terapi Rheumatoid Arthritis

0Shares

Terdapat bermacam cara yang dapat dilakukan untuk terapi penyakit rheumatoid arthritis. Termasuk penggunaan obat-obatan, operasi atau mengatur aktifitas fisik.

Dikatakan oleh Prof Dr Darto Satoto SpAn(K),  dari Lamina Pain and Spine Center, jenis pengobatan yang digunakan tentunya tergantung pada beberapa faktor, termasuk diantaranya; usia, kesehatan secara keseluruhan, riwayat kesehatan, dan tingkat keparahan arthritis.

Obat-obatan untuk Terapi Rheumatoid Arthritis

Terdapat banyak terapi obat-obatan rheumatoid arthritis (RA) yang tersedia untuk mengurangi nyeri sendi, bengkak, dan peradangan. Beberapa obat tersebut untuk mencegah atau meminimalkan perkembangan penyakit. Obat-obatan yang membantu mengurangi gejala arthritis, seperti nyeri sendi, kekakuan, dan pembengkakan, antara lain:

Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999

 

  • Obat anti-inflamasi penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen.
  • Penghilang rasa sakit topikal (dioleskan langsung ke kulit).
  • Kortikosteroid, seperti prednisone
  • Obat penghilang rasa sakit golongan narkotika

Ada juga obat yang disebut disease-modifying anti-rheumatic drugs (DMARDs), yang bekerja dengan menghalangi atau menekan serangan sistem kekebalan tubuh pada sendi. Obat penekanan kekebalan tubuh, serta pengobatan biologis.

Terapi Rehabilitasi untuk Penderita Rheumatoid Arthritis

Terapi rheumatoid arthritis

Pilihan terapi rheumatoid arthritis

Keseimbangan antara istirahat dan olahraga sangat penting dalam terapi rheumatoid arthritis. Sewaktu flare-up, yaitu memburuknya radang sendi, tindakan yang terbaik adalah untuk mengistirahatkan sendi yang meradang. Hal ini dapat dicapai dengan penggunaan sementara tongkat atau joint splints, yaitu perangkat yang digunakan agar sendi tidak dapat digerakkan.

Baca juga : Carpal tunnel syndrome

Ketika radang sendi berkurang, program panduan olahraga diperlukan untuk mempertahankan fleksibilitas sendi dan memperkuat otot-otot yang mengelilingi sendi. Rentang gerakan olahraga harus dilakukan secara teratur untuk menjaga mobilitas sendi.

Pada lanjut usia yang mengalami RA, jika tidak melakukan istirahat, maka penyakit ini akan berkembang menjadi beberapa tahap, yaitu:

  • Terdapat radang sendi dengan pembengkakan membran sinovial dan kelebihan produksi cairan sinovial.
  • Secara radiologis, kerusakan tulang pipih atau tulang rawan dapat dilihat. Pasien mungkin mengalami keterbatasan gerak tetapi tidak ada deformitas sendi.
  • Jaringan ikat fibrosa yang keras menggantikan pannus, sehingga mengurangi ruang gerak sendi.
  • Ankilosis fibrosa mengakibatkan penurunan gerakan sendi, perubahan kesejajaran tubuh, dan deformitas.
  • Secara radiologis terlihat adanya kerusakan kartilago dan tulang.
  • Ketika jaringan fibrosa mengalami kalsifikasi, ankilosis tulang dapat mengakibatkan terjadinya imobilisasi sendi secara total.
  • Atrofi otot yang meluas dan luka pada jaringan lunak seperti medula-nodula.

Bedah pada Rheumatoid Arthritis

Ketika kerusakan sendi dari rheumatoid arthritis telah parah atau nyeri yang tidak bisa dikendalikan dengan obat-obatan, maka operasi mungkin menjadi pilihan untuk membantu memulihkan fungsi sendi yang rusak.

Informasi & Pendaftaran Telepon 021-7919-6999

 

Meski sampai saat ini belum ada obat yang mampu sebagai terapi utama rheumatoid arthritis secara menyeluruh, namun pengobatan dini yang bersifat agresif telah terbukti membantu mencegah kecacatan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini