carpal tunnel syndrome icd 10

Carpal Tunnel Syndrome Mengintai Para Gamer Berdasarkan ICD 10

Jakarta – Permainan atau games yang dimainkan secara online sangat digemari oleh segala usia, baik laki-laki dan perempuan. Bahkan para eksekutif muda pun tak luput dari godaan besar untuk ikut berpartisipasi. Tidak jarang pula mereka bermain secara bersamaan dan dalam waktu yang tidak singkat pula. Ini mendorong ICD 10 membuat klasifikasi sindrom klinis akibat permainan, termasuk diantaranya carpal tunnel syndrome.

Kebiasaan ngegame dapat dikaitkan dengan masalah kesehatan tertentu akibat perilaku bermain yang tidak mengenal waktu.

Masalah kesehatan yang terkait dengan perilaku gamer ini juga mencakup aspek kesehatan lainnya, seperti aktivitas fisik yang tidak mencukupi, pola makan yang tidak sehat, masalah penglihatan atau pendengaran, masalah muskuloskeletal, kurang tidur, perubahan perilaku (agresif dan depresi), dan fungsi psikososial.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0812 8281 8473

 

Bahkan Badan Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO), gangguan kesehatan yang disebabkan oleh permainan, baik online maupun offline, telah dimasukkan dalam edisi ke-10 International Classification of Diseases (ICD-10) sebagai sindrom klinis akibat adanya pola perilaku dan intensitas permainan sehingga menyebabkan beban nyata atau gangguan signifikan dalam fungsi pribadi, keluarga, sosial, pendidikan atau pekerjaan.

Disini pertama kalinya, adiksi (atau kecanduan) terhadap permainan virtual diklasifikasikan oleh WHO sebagai perilaku adiktif.

Gamer dan Carpal Tunnel Syndrome ICD 10

Salah satu dampak bermain dalam waktu yang cukup lama yang disampaikan ICD 10 adalah rasa nyeri pada tangan dan pergelangannya atau yang dikenal dengan Carpal Tunnel Syndrome (CTS).

carpal tunnel syndrome icd 10

Ilustrasi : Gamer dan kejadian carpal tunnel syndrome

Carpal tunnel syndrome atau mudahnya saraf tangan terjepit ini bisa dibilang menjadi penyakit yang cukup menghantui para gamer.

Kondisi ini ditandai dengan membengkaknya tendon pada tangan akibat penggunaan berulang secara berlebihan atau juga bisa disebabkan oleh buruknya ergonomi pergelangan tangan (memposisikan pergelangan tangan pada suatu posisi yang tidak biasa dalam waktu yang lama) saat ‘tenggelam’ di permainan ini.

Carpal tunnel atau terowongan karpal sendiri merupakan ruang terbuka di dalam pergelangan tangan yang dikelilingi oleh tulang dan ligamen tempat saraf median berjalan.

Saraf median ini bercabang dari bahu ke bawah (ke lengan kanan dan kiri) dan berfungsi mengendalikan gerakan dan sensasi kelima jari tangan.

Menurut salah satu ahli bedah ortopedi di Amerika Serikat, Dr. Dana Tarandy, sebagian besar awalnya mereka mengeluhkan mati rasa dan kesemutan, yang dirasakan di ibu jari, telunjuk, dan tengah. Namun terkadang, keluhan itu sampai ke jari manis karena adanya persarafan ganda dengan saraf lain (saraf ulnaris).

“Rasa sakit juga bisa menjadi hebat, seperti terbakar, sehingga otot menjadi lemah bila kondisi saraf tangan kejepit ini sudah berlangsung lama dan tidak ditangani dengan baik.”

Rerata gejala tersebut dapat berlanjut hingga malam hari dan kekuatan untuk menggenggam pun menurun. Dalam kasus yang parah, penderita dapat kehilangan massa dan kekuatan ototnya, hingga berisiko tidak dapat membedakan antara panas dan dingin.

Aktivitas ringan lainnya pun, seperti menulis, mengetik yang membutuhkan kerja bareng secara halus (kontrol dan koordinasi) antara jari tangan, juga mengalami kesulitan.

Saraf tangan terjepit ini merupakan salah satu dari 3 jenis penyakit yang paling sering timbul pada ekstremitas atas. Yang lainnya adalah tendosinovitis (trigger finger dan sindrom De Quervan); dan epikondilitis (20%).

Penanganan Carpal Tunnel Syndrome Berdasarkan ICD 10

Ada beberapa pilihan untuk menangani saraf kejepit di tangan ini, yaitu bedah dan nonbedah.

Metode nonbedah efektif pada pasien dengan CTS ringan hingga sedang. Bisa juga dilakukan pada pasien tanpa kelemahan (atrofi) otot, tidak adanya denervasi (dengan jarum elektromiografi), dan gangguan konduksi saraf yang ringan.

Baca juga : Pekerjaan yang rentan alami carpal tunnel syndrome

Ibu hamil dengan CTS jarang memerlukan perawatan bedah. Pada sebagian besar, dapat sembuh secara spontan.

Berbagai metode nonbedah meliputi: penggunaan korset/brace, terapi ultrasonik, laser, pemberian obat oral, obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), vitamin B6 oral, injeksi kortikosteroid lokal, dll.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0812 8281 8473

 

Manfaat jangka pendek dapat diperoleh dengan steroid oral, bebat pergelangan tangan, terapi ultrasound lokal, yoga, dan mobilisasi tulang karpal.

Untuk CTS sedang hingga berat, dapat dipertimbangkan dilakukannya tindakan bedah untuk mengurangi tekanan pada saraf median.

Prognosis CTS dengan terapi konservatif maupun operatif cukup baik, namun risiko untuk kambuh kembali masih tetap ada. Bila terjadi kekambuhan, prosedur terapi baik konservatif atau operatif dapat diulangi kembali.

Penyebab Hingga Pencegahan CTS

Kondisi ini kemungkinan disebabkan oleh sejumlah posisi yang dilakukan dalam waktu lama dan berulang.

Misalnya saat menekan tombol “tembak” pada pengontrol game dengan ibu jari yang terus menerus dan berulang. Setelah berjam-jam kemudian, pangkal ibu jari dapat membengkak. Bila berlangsung dalam waktu lama, kondisi ini akan menjepit saraf median di pergelangan tangan.

Atau menahan posisi tangan pada sudut yang ‘tidak biasa’ di atas keyboard untuk menekan tombol gerakan saat memainkan permainan serupa.

Pergelangan tangan bisa membengkak dan kemudian menjepit saraf median. Strategi terbaik untuk para gamer agar terhindar dari CTS, adalah:

  • Sering beristirahat
  • Melakukan peregangan
  • Perhatikan postur tubuh, seperti punggung tegak, telapak kaki menapak di lantai
  • Kompres pergelangan tangan dengan es selama 10-15 menit setiap satu jam
  • Perhatikan posisi tidur, menjaga pergelangan tangan tidak menekuk

Dampak Bermain Games yang Lainnya

Ternyata tidak hanya CTS yang mengincar para gamer. Masalah kesehatan di bawah ini juga bisa dialami mereka, antara lain:

  • Nyeri punggung
  • Nyeri leher
  • Kenaikan berat badan (akibat duduk lama terus menerus)
  • Ketegangan/gangguan pada penglihatan/mata
  • Sakit kepala/pusing

Untuk informasi lebih lanjut Anda bisa menghubungi care line officer Lamina Pain and Spine Center melalui Hp/WA di kontak kami. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini