Shin splint adalah nyeri pada tulang kering, penggunaan sepatu menentukan

Shin Splints Adalah Nyeri Pada Kaki, Umum Dijumpai Pelari

Shin splints adalah sebutan medis guna mengambarkan nyeri pada “tulang kering”, atau tungkai bawah bagian depan. Penyebab utama shin splints adalah aktivitas olahraga atau kondisi medis tertentu.

Shin splints umum ditemui pada pelari atau individu dengan aktivitas berulang yang melibatkan pembebanan berat di kaki. Seperti contoh mereka pemain tenis atau pencinta olahraga basket.

Pelari adalah individu berisiko tinggi mengalami shin splints. Disisi lain profesi penari dan militer adalah dua kelompok lain yang seringkali mengalami shin splints.

Meski shin splints bukan masalah kesehatan yang mengancam jiwa penderitanya, saat kondisi ini dibiarkan dapat membuat penderitanya tidak dapat beraktivitas dengan normal.

Nyeri diketahui sebagai tanda tubuh kita mengalami malah. Sehingga sangat disarankan bagi Anda untuk tidak melanjutkan aktivitas saat nyeri hadir. Nyeri akut umumnya dapat ditangani di rumah dan hilang dengan sendirinya dalam beberapa hari sampai 2 minggu.

Definisi Shin Splints Adalah

Shin splints atau dalam dunia medis disebut sebagai medial tibial stress syndrome adalah peradangan pada otot, tendon, dan jaringan tulang tibia. Nyeri shin splints umumnya dirasakan sepanjang tepi dalam tibia, di mana otot melekat pada tulang.

Gejala shin splint adalah nyeri pada tulang kering awam menyebutnya sebagai tulang betis depan. Nyeri shin splint yang muncul pada penderita, ditandai dengan beberapa gejala, diantaranya :

  1. Nyeri sering dirasakan segera setelah memulai aktivitas atau olahraga
  2. Nyeri di tulang kering umumnya membaik setelah istirahat – terkadang nyeri dapat menghilang ketika Anda masih berolahraga, tetapi pada akhirnya menetap meskipun sedang berisitirahat
  3. Awalnya nyeri yang dirasakan terasa tumpul, tetapi dapat menjadi nyeri tajam hingga berat yang menganggu aktivitas
  4. Umumnya mengenai kedua tulang kering
  5. Nyeri akan dirasakan penderita pada tulang kering dengan luasan (lebih dari 5 cm)
  6. Menyentuh tulang kering akan mencetuskan nyeri shin splint muncul
  7. Pada beberapa kasus, shin splint dapat menyebabkan pembengkakan ringan

Meski demikian nyeri pada tulang kering adalah tidak selalu shin splints. Nyeri pada tulang kering yang ringan dan luasan nyeri kecil dapat disebabkan oleh hal lain kondisi lain seperti fraktur pada tulang kering.

Penyebab Lain Nyeri pada Tulang Kering

Terdapat beberapa diagnosis medis lain yang gejalanya mirip dengan shin splint yang perlu Anda ketahui, diantaranya adalah;

  • Nyeri pada bagian anterior tungkai bawah umumnya disebabkan sindrom kompartemen – pembengkakan di otot – yang menimbulkan ketegangan otot. Untuk mendiagnosis sindrom kompartemen, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan lain dengan tujuan mengukur jumlah tekanan. Terkadang diperlukan bedah dekompresi untuk membebaskan masalah pada pasien.
  • Gejala sindroma kompartemen meliputi nyeri tungkai, sensasi berlebih pada saraf, yang selanjutnya dapat menyebabkan kelemahan otot pada pasien.
  • Nyeri tungkai bagian bawah dapat juga disebabkan fraktur stress (patahan tulang yang tidak lengkap). Kondisi ini adalah masalah kesehatan yang serius dibandingkan shin splints. Pemeriksaan radiologi sangat dianjurkan pada kondisi ini, seperti rongten atau x-ray untuk mendiagnosis fraktur stress.

    Nyeri karena shin splints lebih sering ditemui di klinik dibandingkan nyeri akibat fraktur stress. Anda dapat menguji kondisi ini dengan cara gunakan ujung jari telunjuk, lalu tekan tulang kering. Saat Anda menemukan lokasi nyeri tajam dengan tepat, maka nyeri bisa dipastikan adalah akibat fraktur stress bukan karena shin splint.

    Tanda lain fraktur stress akan membaik pada pagi hari, karena tulang telah beristirahat sepanjang malam; shin splints seringkali menjadi lebih berap pada pagi hari karena jaringan lunak penderita mengalami spasme sepanjang malam.

  • Gejala lain dari shin splints adalah nyeri saat mengangkat kaki area pergelangan dan memfleksikan kaki Anda.

Penyebab Shin Splints Adalah

Shin splint adalah nyeri pada tulang kering, penggunaan sepatu menentukan

Shin splint adalah nyeri pada tulang kering, penggunaan sepatu menentukan

Penyebab shin splints hingga saat ini tidak diketahui secara pasti. Namun, shin splints dapat dipicu saat otot atau jaringan penyangga tulang tungkai bekerja berlebihan dengan aktivitas berulang. Yang selanjutnya memicu pembengkakan jaringan pada area tulang kering.

Beberapa kondisi meningkatkan terjadinya shin splints, diantaranya adalah :

  1. Perubahan aktivitas secara tiba-tiba – seperti baru memulai olahraga atau tiba-tiba menambah jarak atau kecepatan berlari
  2. Berlari pada permukaan keras atau tidak rata
  3. Penggunaan sepatu yang tidak tepat, sehingga tidak menyokong kaki dengan baik saat beraktivitas
  4. Kelebihan berat badan atau obesitas
  5. Memiliki anatomi kaki yang terlalu datar (flat feet) atau kaki yang miring ke sisi dalam (pronasi berlebihan)
  6. Mereka dengan otot betis tegang, pergelangan kaki yang lemah, atau tendon Achilles yang kencang
  7. Kelemahan menstabilkan otot panggul atau inti tubuh
  8. Fungsi tulang belakang bagian bawah yang buruk

Lokasi shin splint paling sering adalah bagian medial (sisi dalam tulang kering). Shin splints anterior (ke arah luar tungkai) umumnya terjadi akibat ketidakseimbangan antara otot betis dengan otot di bagian depan tungkai.

Baca juga : Nyeri pada kaki

Shin splints seringkali dialami pelari pemula yang belum menyesuaikan diri terhadap tekanan dalam berlari atau yang tidak melakukan peregangan dengan baik.

Pengobatan untuk Shin Splints Adalah

Shin splints umumnya dapat sembuh dengan sendirinya, namun dalam beberapa kasus nyerinya akan menetap dan bertambah berat. Dari sisi medis, terapi shin splint dapat dibagi menjadi 2 kriteria yakni terapi non bedah dan terapi bedah.

Pada terapi non bedah, yang dapat Anda lakukan di rumah adalah dengan Istirahat. Ini bermanfaat, karena shin splints umumnya disebabkan aktivitas berlebihan dan berulang dengan tumpuan utama kaki. Penanganan paling mudah shin splint adalah dengan istirahat cukup dari aktivitas yang memicu timbulnya nyeri.

Menghentikan aktivitas fisik/ olahraga yang menyebabkan shin splints sebaiknya Anda lakukan selama 2 – 3 minggu. Saat nyerinya hilang Anda dapat kembali melakukan aktivitas normal secara bertahap. Jenis olahraga low impact, seperti berenang, sepeda statis, atau elliptical trainer dapat dilakukan sebelum melakukan olahraga berat seperti lari, tenis atau bermain basket.

Penggunaan obat anti inflamasi non steroid, dapat diberikan dengan tujuan menghilangkan nyeri. Beberapa jenis obat yang ada di pasaran dan di jual bebas adalah parasetamol atau ibuprofen, obat ini terbukti mampu meredakan nyeri akibat shin splint.

Kompres dingin dapat dilakukan penderita shin splint, lakukan kompres dingin selama 20 menit setiap sesi dengan 3-5 sesi/ hari. Tidak disarankan menempelkan es langsung pada kulit, gunakan media kain atau karet plastik.

Penggunaan bebat atau perban elastis juga terbukti mencegah pembengkakan berlebih pada penderita shin splint.

Cross training dan peregangan dapat membantu memperkuat struktur jaringan pada tulang kering, serta mengurangi bertambah beratnya nyeri akibat shin splint.

Penggunaan sepatu yang tepat. Sepatu dengan dasar lembut dan ringan sangat disarankan digunakan saat melakukan aktivitas. Penggunaan sepatu yang tepat mampu mengurangi tekanan pada tulang kering.

Terapi operasi pada shin splint. Dari literatur yang ada, penderita shin splint jarang yang memerlukan terapi bedah. Pembedahan dilakukan pada kasus berat yang tidak memberikan respon dengan terapi non bedah.

Pencegahan

Meski modalitas terapi shin splint ada, dan terbukti efektiv mengatasi nyeri, pencegahan merupakan hal terbaik yang dapat Anda lakukan, diantaranya adalah dengan;

  1. Pemilihan sepatu atau alas kaki yang tepat. Konsultasi dengan dokter rehabilitasi medik Lamina pain and Spine Center untuk memilih sepatu yang tepat bagi Anda.
  2. Penggunaan insole dapat membantu mensejajarkan kaki dan meningkatkan stabilitas pergelangan kaki. Penggunaan orthotik sebaiknya dibuat sesuai dengan anatomi kaki pasien.
  3. Sangat disarankan untuk memulai aktivitas olahraga pada permukaan datar dengan melakukan pemanasan atau peregangan terlebih dahulu utamanya di bagian kaki.
  4. Lakukan olahraga atau aktivitas fisik secara bertahap.
  5. Kurangi berat badan berlebih
  6. Perbaiki kekuatan otot dan fleksibilitasnya secara menyeluruh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini