Low Back Pain, Tipe, Penyebab, Diagnosis Dan Penanganannya

Low back pain adalah nyeri pada punggung bagian bawah, nyerinya bervariasi, bisa terasa tumpul, nyeri terus menerus hingga nyeri mendadak, tajam atau seperti ditusuk.

Low back pain juga bisa terjadi dadakan setelah kecelakaan/cedera atau mengangkat beban berat, atau bisa timbul seiring dengan proses menua.

Jarang berolahraga kemudian diikuti dengan langsung olahraga/ latihan berat mendadak juga bisa menyebabkan nyeri punggung bawah.

Kenali Tipe Low Back Pain

  • Akut atau nyeri jangka pendek, yang berlangsung dari beberapa hari hingga beberapa minggu. Namun memang sebagian nyeri area ini adalah akut dan biasanya mereda dengan perawatan di rumah misalnya kompres. Fungsi otot juga belum terganggu. Dalam beberapa kasus, nyeri bisa menghilang dalam beberapa bulan.
  • Kronik, bila nyeri masih berlangsung hingga lebih dari 12 minggu, bahkan setelah cedera atau nyeri akutnya sudah berhasil tertangani. Sekitar 20% penderita nyeri akut bisa berlanjut menjadi kronik. Jika nyeri masih ada, tidak selalu berarti ada kondisi medis penyebabnya. Mungkin memerlukan pemeriksaan lanjutan.

Struktur Penyusun Tulang Punggung

Punggung bawah atau pinggang – tempat tersering terkena nyeri – memiliki 5 ruas tulang belakang/ lumbar (L1-L5), yang akan menopang sebagian besar beban tubuh bagian atas.

Ruang antara vertebra atau tulang belakang terjaga oleh bantalan tulang bulat dan lentur (diskus intervertebral) yang bekerja sebagai alat peredam kejutan (shock absorber) di seluruh tulang belakang untuk melindungi saat tubuh bergerak atau beraktivitas.

Selain itu, antara tulang belakang, juga terdapat ligamen, seperti pita, yang menahan tulang belakang dan otot agar tetap berada di tempatnya.

Di area ini terdapat 31 pasang saraf yang berakar ke sumsum tulang belakang. Saraf ini yang akan mengontrol gerakan tubuh dan mengirimkan sinyal dari tubuh ke otak atau sebaliknya.

Tulang belakang ini sebenarnya berawal dari leher (servikal), punggung atas (torakal), dan punggung bawah/pinggang (lumbar) hingga tulang ekor (sakral).

Apa Saja Penyebab Low Back Pain?

Sebagian besar nyeri punggung bawah atau low back pain akibat faktor mekanik, yang berarti kemungkinan ada gangguan pada komponen-komponen penyusun area punggung bawah (tulang belakang, otot, bantalan tulang, dan saraf) saat bergerak.

Secara garis besar penyebab mekanis low back pain antara lain adalah :

1. Kongenital (bawaan)

  • Kelainan bentuk tulang rangka, misalnya skoliosis, lordosis, kifosis, dan kelainan bentuk tulang belakang kongenital lainnya
  • Spina bifida, akibat terganggunya perkembangan sumsum tulang belakang dan/atau lapisan pelindungnya yang mengakibatkan malformasi tulang belakang dan adanya sensasi abnormal bahkan kelumpuhan.

2. Cedera (injuri)

Cedera kecelakaan penyebab low back pain

Cedera kecelakaan penyebab low back pain

  • Terkilir (ligamen robek atau teregang berlebihan), tendon/otot robek, dan spasme/kejang
  • Cedera akibat olahraga, kecelakaan kendaraan bermotor, atau jatuh yang mencederai tendon, ligamen, atau otot yang menjadi penyebab nyeri dan terjepitnya saraf tulang belakang sehingga bantalan tulang bocor dan menonjol (herniasi).

3. Masalah degeneratif (terjadi seiring proses pertambahan usia/ penuaan)

  • Menipisnya bantalan tulang (tear and wear process) sehingga kemampuan sebagai bantalan atau peredam kejutan menjadi berkurang.
  • Spondilosis
  • Peradangan sendi (artritis) pada tulang belakang, seperti osteoartritis dan rheumatoid arthritis

4. Masalah pada saraf

  • Jepitan (kompresi), inflamasi dan/atau cedera saraf tulang belakang
  • Sciatica (disebut juga dengan radikulopati), penyebabnya oleh jepitan pada saraf sciatica. Saraf ini membentang dari bokong hingga ke kaki bagian bawah. Gejalanya, nyeri seperti kesetrum/terbakar di pinggang dan nyeri menjalar dari bokong ke salah satu kaki.
  • Stenosis spinal, menyempitnya rongga/ruas tulang belakang sehingga menjepit saraf tulang belakang.
  • Spondilolistesis, bergesernya tulang belakang dari tempatnya, sehingga berisiko menjepit akar saraf di sekitarnya.
  • Infeksi, misalnya pada tulang belakang (osteomielitis), pada diskus (discitis), pada sendi sakroiliaka yang menghubungkan tulang belakang bawah dan panggul (sacroiliitis).
  • Sindrom cauda equina muncul akibat pecahnya atau menonjolnya bantalan tulang dan menjepit sekelompok akar saraf di area lumbar dan sacral. Bila kondisi ini tidak tertangani secara dini, dapat menimbulkan kerusakan saraf yang permanen.
  • Osteoporosis (tulang keropos) yang dapat meningkatkan risiko patah tulang belakang dan menimbulkan nyeri.

Penyebab Lain Low Back Pain Yang Bukan Masalah Tulang Belakang

  • Batu ginjal (nyeri pada salah satu pinggang belakang)
  • Endometriosis (tumbuhnya jaringan rahim di luar rahim)
  • Fibromialgia (sindrom nyeri kronik sehingga menyebabkan nyeri pada otot dan fatigue)
  • Tumor yang dapat menekan atau merusak tulang belakang dan sarafnya atau di lokasi punggung lainnya.
  • Kehamilan (nyeri punggung biasanya mereda setelah melahirkan)

Kenali dan pahami faktor risiko low back pain yang mungkin muncul, antara lain adalah ;

  • Usia
  • Tingkat kebugaran fisik. Nyeri punggung bawah atau low back pain lebih sering terjadi pada orang-orang dengan kebugaran fisik rendah. Lemahnya otot-otot punggung dan perut tidak dapat menopang tulang belakang dengan baik.
  • Berat badan berlebihan, karena dapat memberikan ekstra beban dan berat pada tulang belakang dan bantalannya.
  • Genetik
  • Pekerjaan atau aktivitas harian yang mengharuskan mengangkat, mendorong atau menarik beban berat karena memerlukan gerakan memutar atau menggetarkan tulang belakang, sehingga berisiko cedera dan nyeri. Bekerja duduk seharian juga bisa menjadi penyebab nyeri, apalagi dengan postur tubuh yang salah atau duduk tanpa penyangga punggung yang baik.
  • Merokok, dapat menyebabkan gangguan aliran darah dan oksigen ke tulang belakang, sehingga tulang belakang berdegenerasi lebih cepat.
  • Psikologis, misalnya stres, depresi

Bagaimana Pemeriksaan dan Penanganannya?

Riwayat medis lengkap dan pemeriksaan fisik biasanya dapat mengidentifikasi penyebab nyeri.

Dokter akan melakukan pemeriksaan neurologis dan pemeriksaan penunjang yang akan membantu menemukan penyebab sehingga dapat menyusun rencana penanganannya dengan baik.

Pemeriksaan penunjang atau radiologis yang direkomendasikan dokter antara lain:

  • Computerized tomography (CT) scan, dapat menunjukkan jaringan lunak yang tidak dapat terlihat dengan pemeriksaan rontgen biasa, misalnya stenosis spinal, tumor
  • Magnetic resonance imaging (MRI), tampak jelas memperlihatkan struktur dan jaringan lunak di ruas tulang belakang, seperti tulang, otot, ligamen, tendon dan pembuluh darah. Biasanya pada kasus tumor, inflamasi, herniasi nukleus pulposus (HNP) atau curiga adanya jepitan di saraf tulang belakang.
  • Rontgen (X-ray) untuk menunjukkan kemungkinan adanya patah tulang atau cedera atau ketidaksejajaran/kelainanan bentuk tulang belakang.

Biasanya nyeri dapat membaik dengan sendirinya dan biasanya dapat sembuh dengan:

  • Obat antinyeri atau obat antiinflamasi non-steroid (OAINS)
  • Relaksan otot untuk membantu mengendurkan otot yang tegang
  • Krim topikal, oleskan pada area yang nyeri
  • Kompres hangat dan/atau dingin (es) untuk membantu meringankan nyeri
  • Peregangan ringan sesuai anjuran dokter

Bila berlanjut, segerakan konsultasi dengan dokter agar dapat mengembalikan aktivitas Anda yang mungki tertunda akibat nyeri pinggang.

Pilihan Penanganan

Penanganan low back pain atau nyeri punggung bawah bergantung dari penyebabnya. Pilihan terapi dapat berupa ;

  • Injeksi steroid, ke area punggung bawah (pinggang atau lumbar) dapat membantu mengatasi nyeri dan nyeri sciatica oleh adanya inflamasi. Untuk lebih jelasnya, terapi ini perlu konsultasi dengan dokter mengenai plus minusnya terapi ini.
  • Radiofrekuensi ablasi (RFA), mengalirkan aliran listrik yang muncul oleh gelombang radio untuk memanaskan bagian saraf tertentu atau saraf diblok agar tidak bisa lagi mengirimkan sinyal nyeri, dengan tujuan mengurangi nyeri pada berbagai area tubuh. RFA cocok untuk nyeri kronis, seperti nyeri pinggang, nyeri leher atau nyeri akibat arthritis sendi, baik oleh trauma maupun faktor degeneratif (penuaan).
  • Teknologi endoskopi (PELD) dan Laser (PLDD) yang akan dilakukan setelah mengetahui penyebabnya, antara lain syaraf terjepit (HNP), stenosis spinal, dari hasil pemeriksaan radiologis dan fisik.

Low Back Pain, Bisakah Dicegah?

Nyeri yang berulang akibat proses mekanis tubuh yang tidak tepat dapat dicegah dengan menghindari gerakan-gerakan yang menyentak, menjaga postur tubuh, dan mengangkat benda dengan teknik yang benar.

Agar terhindar dari low back pain, simak tips sehat berikut ini :

  1. Berolahraga teratur agar otot tetap sehat dan fleksibel. Mungkin bisa lakukan olahraga low impact dan lakukan sesuai usia. Coba konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu agar dapat menyesuaikan dengan usia dan kondisi tertentu.
  2. Menjaga berat badan tetap ideal
  3. Cukupi asupan kalsium, fosfor dan vitamin D agar tulang tetap kuat
  4. Gunakan furnitur dan peralatan yang ergonomis baik di rumah maupun tempat kerja. Sesuaikan tinggi meja.
  5. Mengubah posisi duduk dan istirahat sambil berdiri dan berjalan agar otot tidak tegang. Letakkan bantal di kursi guna menyangga punggung saat duduk.
  6. Memakai sepatu nyaman dan tanpa hak
  7. Tidur miring dengan lutut sedikit ditekuk agar ruang antar tulang belakang terbuka dan gunakan alas tidur/kasur yang padat.
  8. Jangan mengangkat benda yang terlalu berat. Tekuk lutut saat mengambil benda di lantai untuk diangkat. Hindari memutar tubuh saat mengangkat benda berat.
  9. Berhenti merokok.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00