Bisa sembuh sendiri dari HNP

HNP Sembuh Sendiri, Apakah Bisa? Atau Harus Dengan Pembedahan

Hernia nukleus pulposus atau HNP adalah keluarnya bantalan tulang yang cenderung menimbulkan nyeri dan penonjolan ini dapat menjepit saraf tulang belakang. Bagi yang mengalaminya pasti sangat menyakitkan, mereka tentunya ingin sembuh dari HNP. Lalu apakah HNP sembuh sendiri atau bagaimana cara terapinya?

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0812 8281 8473

 

HNP ini dapat terjadi akibat melemahnya annulus fibrosus. Annulus fibrosus, merupakan lapisan yang terdiri dari jaringan fibros dan kartilago (tulang rawan) yang membentuk bantalan diantara kartilago. Sedangkan nukleus pulposus berada di tengah annulus fibrosus.

Nyeri punggung gejala hnp yang dapat sembuh sendiri

Nyeri punggung gejala hnp yang dapat sembuh sendiri

Pada keadaan normal, diskus atau bantalan sendi berfungsi sebagai penahan goncangan dan memberikan keseimbangan pada kolumna vertebralis (tulang belakang) saat tubuh dalam posisi berdiri tegak.

Selain itu, diskus membuat ruas tulang belakang fleksibel dan mempunyai tekanan yang sama. Namun jika dalam posisi membungkuk atau tegak membuat salah satu sisi diskus menahan beban sesuai dengan besar tekanan tersebut.

HNP ini bisa dialami oleh bagian mana saja di ruas tulang belakang. Salah satunya adalah herniasi pada tulang lumbar atau punggung bawah. Dua lokasi yang paling umum adalah tulang belakang lumbar dan tulang belakang leher.

Gejala Nyeri Pada HNP Dapatkah Sembuh Sendiri

Gejala herniasi lumbar terbagi menjadi segmental dan neurologis. Untuk yang segmental disebabkan oleh terjadinya gangguan anatomi lokal. Gejala utamanya berupa nyeri punggung bawah dan menjalar hingga ke bokong dan kaki.

Paling sering, gejalanya terbatas pada satu sisi, meskipun ada kemungkinan juga timbul di kedua sisi. Rasa nyeri di bokong dan kaki diyakini merupakan nyeri referal (penjalaran nyeri).

Penjalaran nyeri ini dikarenakan saraf yang mempersarafi bantalan sendi yang menonjol berasal dari segmen saraf yang sama yang juga mempersarafi bokong dan kaki.

Tubuh merasakan nyeri di bokong dan kaki meskipun gangguannya terjadi pada area tulang belakang. Nyeri referal ini ‘meniru’ nyeri yang diakibatkan adanya kompresi saraf. Namun, nyeri ini biasanya terbatas pada daerah paha saja, dan tidak merambat ke kaki.

Saat derajat penekanan masih ringan, umumnya HNP dapat sembuh sendiri, tentunya dengan merubah aktivitas yang mampu memperkuat jaringan tulang belakang. Pada kondisi tertentu HNP tidak dapat sembuh sendiri, penekanan saraf harus dibebaskan dengan beberapa modalitas terapi salah satunya operasi.

Sedangkan gejala neurologis (saraf) disebabkan oleh kompresi akar saraf yang berdekatan dengan bantalan sendi. Ketika penonjolan tersebut menekan/menjepit saraf, dapat menimbulkan nyeri layaknya seperti tersetrum di kaki. Hal ini dapat menyebabkan mati rasa dan kelemahan pada kaki.

Gejala HNP Sembuh Sendiri Bergantung Lokasi Saraf Terjepit

Herniasi pada diskus L5-S1 biasanya akan menekan saraf S1. Nyeri akan merambat ke bokong, paha bagian belakang, tungkai bawah, dan hingga turun sampai ke tumit.

Hnp ringan dapat sembuh sendiri

Hnp ringan dapat sembuh sendiri

Mati rasa atau kebas/baal juga kadang terasa di betis. Jika kelemahan ini berlanjut, maka dapat menyebabkan kesulitan berjalan atau menghambat gerakan pada jari kaki.

Herniasi pada L4-L5 biasanya akan menekan saraf L5. Nyerinya terasa hingga bokong, paha bagian belakang, hingga kaki (bagian bawah dan atas). Bila berlanjut, dapat mengganggu gerakan pergelangan kaki atau kondisi yang dikenal dengan foot drop.

Foot drop adalah ketidakmampuan untuk mengangkat bagian depan kaki sehingga saat berjalan jari-jari kaki akan terseret di tanah. Rasa kebas atau mati rasa akan terasa di sisi kaki bagian bawah.

Hernia L3-4 akan menekan saraf L4, dan timbul nyeri pada bokong, sisi paha dan bagian depan tungkai bawah. Kondisi ini juga dapat menyebabkan kelemahan dalam menekuk kaki dan meluruskan lutut dan mati rasa di bagian depan kaki.

Herniasi L1-2 dan L2-3 relatif jarang terjadi; namun bila terjadi nyeri dan mati rasa terasa di paha bagian samping depan dan kelemahan otot paha bagian depan mereka menyebabkan rasa sakit dan mati rasa di paha anterolateral dan kelemahan otot paha anterior atau otot pinggul.

Dalam kasus ekstrem, HNP ini dapat mengenai sekelompok saraf di bagian bawah hingga menyebabkan “sindrom cauda equina”. Ketika hal ini terjadi, kontrol usus dan kandung kemih dapat terganggu disertai dengan nyeri, kelemahan kaki, mati rasa dan bahkan kelumpuhan pada kaki. Sindrom cauda equina adalah kondisi darurat yang biasanya memerlukan penanganan segera.

Apakah Penyakit HNP Bisa Sembuh dengan PELD

Teknologi percutaneous endoscopic lumbar discectomy (PELD) berbeda dari disektomi endoskopi perkutan lainnya karena tindakan dibantu dengan penggunaan guiding C-arm agar lebih akurat. Ini merupakan cara sembuh dari HNP yang saat ini benar-benar diharapkan oleh pasien sendiri.

Tingkat keberhasilan sangat tergantung pada pengalaman dokter yang melakukan. Dalam literatur ilmiah internasional, tingkat keberhasilan PELD untuk atasi saraf terjepit cukup baik.

Beberapa keunggulan teknologi PELD di Lamina Pain and Spine Center:

  • Tidak menimbulkan ketidakstabilan di tulang belakang, karena struktur yang menstabilkan tulang belakang – ligamen dan sendi – tetap terjaga dan tidak terluka. Ini adalah perbedaan utama dalam teknik bedah mikroskopis.
  • Meminimalisasi nyeri pemulihan luka serta stabilitas lebih tinggi, karena otot punggung tidak terpotong atau sobek.
  • Risiko infeksi minimal, karena aksesnya melalui sayatan kulit kecil (kurang lebih 5mm).
  • Jaringan parut di daerah akar saraf minimal
  • Pascatindakan dapat berjalan tanpa rasa nyeri
  • Tidak perlu rawat inap
  • Setelah beberapa hari, Anda dapat melanjutkan aktivitas harian seperti biasa.
  • Waktu pemulihan singkat
  • Bekas luka kecil
  • Tingkat kesuksesan baik
  • Tingkat infeksi sangat rendah <0,01%
  • Intervensi dapat dilakukan dengan anestesi lokal – tidak diperlukan anestesi umum
  • Dalam kebanyakan kasus pasien bebas nyeri setelah operasi
  • Karena hampir tidak ada kerusakan jaringan, intervensi jauh lebih tidak praktis dan risiko komplikasi sangat rendah

Pascatindakan PELD, dokter merekomendasikan untuk menghindari melakukan aktivitas di bawah ini dalam waktu tertentu:

  • Menyetir
  • Duduk dalam waktu yang lama
  • Mengangkat beban berat
  • Membungkuk

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0812 8281 8473

 

Anggapan Yang Keliru

Beberapa penderita HNP sering menganggap konsumsi susu, dalam hal ini susu kolostrum hnp, bisa memberikan manfaat pada masalah saraf terjepit atau Herniated Nucleus Pulposus (HNP). Ini adalah hal yang keliru terkait susu kolostrum hnp, saraf terjepit adalah kondisi masalah kesehatan mekanis yang penyembuhannya juga harus dengan melepaskan jepitan saraf pasien.

Konsumsi obat memang membantu meringankan nyerinya, tapi bukan mengatasi HNP sembuh sendiri pada pasien. Terapi terbaik saraf terjepit adalah dengan mengambil jepitan saraf yang dialami pasien. Untuk informasi lebih lanjut terkait penyakit hnp bisa sembuh sendiri, silahkan menghubungi call center kami. Terimakasih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini