Dari bandung ke klinik nyeri Lamina

Dari Bandung Menuju Klinik Nyeri Tulang Belakang

Mengatasi masalah nyeri memang tidak mudah, hal ini juga yang dialami warga Bandung, Kang Abay. Dari riwayat kesehatan yang ada, Kang Abay mengalami masalah syaraf kejepit. Ia sudah pernah mendapatkan terapi rehabilitasi dan intervensi nyeri di klinik di kota Bandung, namun tidak mengalami kesembuhan.

Tak mau berlarut-larut Anisa istri Kang Abay segera mencari informasi pengobatan syaraf terjepit melalui internet. Sebelumnya, Kang Abay juga pernah ditawari untuk dilakukan tindakan operasi terbuka di salah satu klinik nyeri di Kota Bandung. Klinik ini bekerja sama dengan rumah sakit, namun keluarga menolak.

Bukan karena masalah biaya, melainkan karena kemungkinan risiko terjadinya komplikasi pasca tindakan operasi tulang belakang yang mungkin juga lebih berat. Saat itu dokter juga menyatakan jika angka keberhasilannya 50% saja. Sisanya ada kemungkinan tetap dalam kondisi demikian bahkan dapat juga terjadi kelumpuhan paska tindakan.

Mencari Informasi Klinik Nyeri Bandung Tanpa Operasi

Lelah mencari klinik nyeri yang mumpuni di kota bandung, akhirnya Anisa memutuskan berselancar di internet, ketemulah ia dengan Lamina Pain and Spine Center di Jakarta. “Oke agak jauh memang dari Bandung, tapi saya lihat review di google maps dan juga youtube terkait testimoni pasiennya, sudah banyak sekali.”

“Bahkan dokter Mahdian sebagai senior, telah melakukan tindakan endoskopi PELD yakni terapi syaraf terjepit tanpa operasi pada 895 pasien,” ujar Anisa. Bisa dibilang ia merupakan dokter terbanyak melakukan tindakan terapi syaraf terjepit tanpa operasi di Indonesia bahkan di Asia Tenggara.

Berbekal pemeriksaan MRI tulang belakang terbaru, Anisa dan kang Abay datang ke Jakarta, tepatnya di Mampang, Jakarta Selatan. Sebelumnya ia melakukan appointment dengan asisten dokter untuk konsultasi. Tarif konsultasi di Klinik Nyeri Tulang Belakang juga lebih terjangkau daripada di Bandung, hanya Rp 225.000.

Menariknya lagi, ruang tunggu klinik sangat nyaman. Selama pandemi social distancing diterapkan. Pasien dan keluarga juga bisa mengambil snack dan coffee serta teh gratis di lantai 2. “Pokoknya nyaman banget,” ujar Anisa.
Akhirnya setelah 1 jam menunggu, karena pasien memang banyak, ia bisa bertemu dengan dr Mahdian Nur Nasution sang pionir endoskopi spine di Indonesia. Dengan jumlah tindakan yang pernah dilakukan hampir di angka 1000 pasien.

Pengalaman Dokter Klinik Lamina

Dari bandung ke klinik nyeri Lamina

Dari bandung ke klinik nyeri Lamina

Dokter mahdian sudah sejak lama melakukan tindakan endoskopi spine yakni tahun 2017. Menurut dokter, angka keberhasilan terapi endoskopi spine mencapai 93%, ini lebih tinggi dibandingkan tindakan operasi spine konvensional. Banyak public figure yang sudah melakukan tindakan di Klinik Nyeri Tulang Belakang ini, sayangnya belum membuka cabang di Bandung.

Kang Abay, akhirnya disarankan dr Mahdian untuk melakukan tindakan endoskopi PELD. 3 hari setelah kunjungan pertamanya. Jadwal tunggu tindakan adalah penyebabnya, sebenarnya dari sisi kesehatan sebelum tindakan, kang Abay sangat baik. Mulai dari pemeriksaan laboratorium sebelum tindakan, hingga hasil EKG nya. “Tak apa nunggu 3 hari, yang penting bisa dilakukan terapi tanpa operasi dengan dokter Mahdian,” kata Anisa.

Dari sisi biaya, tindakan juga relatif sama dengan rumah sakit besar yang baru-baru ini membuka layanan endoskopi di Bandung yang ditawarkan dokter klinik nyeri disana. Namun dari sisi pengalaman dokternya, belum seberapa karena baru melakukan dalam angka tidak lebih dari sepuluh. Ini juga akan memengaruhi hasilnya, jadi mending agak jauh sedikit tapi hasilnya dan keterampilan dokternya mumpuni.

Dari Bandung Sebelumnya Hingga Tindakan di Klinik Nyeri

Sebelumnya, rasa nyeri syaraf kejepit Kang Abay hanya diatasi dengan obat penghilang nyeri kadang kala juga dikombinasi dengan kompres dingin dan hangat untuk memaksimalkan obat. Terapi lain yang juga dilakukan adalah aktivitas olahraga peregangan ringan yang memang sebelumnya disarankan oleh dokter rehabilitasi medik di Bandung. Seperti jalan ringan hingga penggunaan sepeda statis dalam durasi atau waktu tertentu. Saat kondisinya tidak juga membaik, pemijatan ringan di punggung kang Abay juga dilakukan Anisa, karena tak tahan melihat suami tercintanya ini mengalami kesakitan.

Pasca-tindakan endoskopi di Klinik Nyeri Tulang Belakang, Anisa dan Kang Abay juga melakukan kontrol pertamanya meski jauh dari Bandung. Hasilnya luar biasa, nyeri yang dikeluhkan juga sudah hilang, dokter Mahdian menyarankan untuk melanjutkan dengan fisioterapi menggunakan manuthera di minggu ke-3 untuk penguatan otot-otot bagian punggungnya di Lamina Rehab.

Tak perlu khawatir lagi, soal biaya, pemulihan rehabilitasi sudah dijadikan dalam satu paket fisioterapi tulang belakang menggunakan alat manuthera yang hanya ada satu-satunya di Lamina Pain and Spine Center. Program terapi tulang belakang minimal dilakukan selama 6 kali untuk membantu meningkatkan fungsi otot, tulang dan jaringan sekitar tulang belakang agar lebih maksimal kondisinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini