Carpal tunnel syndrome adalah kondisi yang membuat tangan mengalami sensasi kesemutan, mati rasa, nyeri, atau lemah. Istilah ini juga dikenal dalam bahasa Indonesia dengan nama sindrom lorong karpal.

Di dalam lorong karpal ini terdapat saraf ini yang berfungsi untuk mengendalikan otot jari tangan dan menerima rangsangan dari kulit di daerah tangan. Wanita lebih berisiko mengalami penyakit ini dibandingkan laki-laki.

Wanita dikatakan memiliki kejadian 3 kali lebih sering lorong karpal pada pergelangan wanita lebih kecil dibandingkan pria. Hal ini juga menjadi lebih sering terjadi pada wanita saat hamil. Namun umumnya CTS pada wanita hamil akan hilang dengan sendirinya setelah beberapa minggu melahirkan.

CARPAL TUNNEL

Gejala Carpal Tunnel Syndrome Adalah

Carpal tunnel syndrome dapat menimbulkan gejala berupa kesemutan, sakit, seperti terbakar, atau mati rasa pada jari-jari tangan dan tangan. Selain keluhan sensorik ini, penderita CTS juga mengalami kelemahan pada otot tangan. Gejala CTS dapat hilang dan timbul kembali, sehingga mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari.

Dalam kondisi yang lebih berat, carpal tunnel syndrome sering diikuti dengan kelemahan genggaman ini akibat terjadinya atrofi pada otot-otot di tangan.

Pada kondisi lebih lanjut, derajat nyeri dan kram otot juga  menjadi lebih buruk. Pada tahap ini saraf median mulai kehilangan fungsi yang disebabkan karena iritasi atau tekanan.

Lambat laun gejala yang mengikuti CTS adalah melambatnya impuls saraf, hilangnya sensitivitas pada jari, hilangnya koordinasi terutama yang menggunakan ibu jari, atau gerakan mencubit. Saat kondisi ini tetap dibiarkan kemungkinan terjadi kerusakan otot permanen menjadi lebih besar.

Penyebab Carpal Tunnel Syndrome

Penyebab dari carpal tunnel syndrome adalah tertekannya saraf di pergelangan tangan. Tekanan pada saraf ini bisa disebabkan oleh bermacam-macam hal. Salah satunya adalah keretakan tulang pergelangan tangan, sehingga menyebabkan pembengkakan jaringan di sekitarnya.

Penyebab gejala yang timbul pada carpal tunnel syndrome adalah penekanan pada saraf median yang melewati pergelangan tangan, dan area ini disebut dengan terowongan karpal, dan ujung saraf ini berada di telapak tangan.

Pekerjaan lainnya yang berisiko terkena carpal tunnel syndrome adalah:

  1. kasir,
  2. penata rambut,
  3. perajut,
  4. penjahit,
  5. pembuat kue
  6. pemerah susu,
  7. berkebun (seperti mencabuti rumput),
  8. pelukis,
  9. musisi (misalnya pemain gitar),
  10. tukang pijat,
  11. tukang kayu

Selain pekerjaan, faktor risiko terkait kesehatan yang mempermudah timbulnya carpal tunnel syndrome adalah:

  1. artritis,
  2. peradangan kronis,
  3. diabetes,
  4. gout,
  5. amiloidosis,
  6. hipotiroidisme,
  7. tumor atau kista dalam pergelangan,
  8. fraktur/dislokasi pergelangan tangan,
  9. kehamilan,
  10. penggunaan kontrasepsi oral, dan
  11. menopause

Saat kondisi ini dibiarkan saja, atau tidak dilakukan pengobatan umumnya gejala yang muncul dapat bertambah berat, atau memburuk seiring dengan waktu. Dapat juga hilang timbul dengan sendirinya.

gejala carpal tunnel syndrome

Gejala carpal tunnel syndrome adalah

Diagnosis Carpal Tunnel Syndrome Adalah

Dokter akan menanyakan gejala dan keluhan penderita, serta memeriksa tangan. Setelah itu, ada beberapa tes penunjang yang akan dilakukan dokter, yakni pemindaian, elektromiografi, dan tes darah.

Selain pemeriksaan fisik, yang umumnya dilakukan dokter dengan cara mengetuk punggung tangan Anda dan melihat refleks dari jari-jari apakah dapat teregang atau rileks sepenuhnya atau tidak?

Dr Mahdian Nur Nasution SpBS juga dapat menyarankan pemeriksaan EMG untuk mengetahui respons saraf tangan apakah ada yang terhambat atau mengalami masalah atau tidak.

Beberapa pemeriksaan carpal tunnel syndrome adalah:  tes tinel dan tes phalen.

  1. Tes tinel dilakukan dokter dengan mengetuk saraf median di pergelangan tangan. Bila dirasakan kesemutan pada salah satu jari atau lebih, kemungkinan ada masalah pada saraf median.
  2. Tes phalen dokter akan meminta pasien menyatukan punggung tangan dan menekuk pergelangan tangan selama satu menit. Bila timbul kesemutan pada jari, mungkin ini tanda CTS

Cara Mengobati Carpal Tunnel Adalah

Untuk mengobati carpal tunnel syndrome, yaitu dengan menghindari kegiatan yang banyak menggunakan tangan dan jari tangan, serta menggunakan penyangga pada pergelangan tangan (wrist service ). Apabila gejala CTS tidak membaik atau malah makin memburuk, konsultasikan kepada dokter untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

Banyak modalitas terapi yang dapat digunakan untuk mengatasi carpal tunnel syndrome adalah:

  1. mengurangi gerakan-gerakan berulang seperti mencuci baju, mengetik,
  2. penggunaan penyangga khusus untuk pergelangan tangan juga disarankan agar supaya pergelangan tangan tidak bergerak secara berlebihan sehingga mengurangi tekanan pada saraf. Penggunaan deker khusus ini dapat dilakukan pada malam hari sehingga pagi harinya Anda terbebas dari rasa sakit, kebas hingga kesemutan di tangan.
  3. obat-obatan terutama golongan antiinflamasi atau golongan steroid, dapat diberikan secara oral maupun injeksi

Pembedahan dilakukan saat beberapa cara pengobatan CTS di atas tidak lagi memberikan hasil. Tindakan ini dapat dilakukan secara minimal atau terbuka.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain and Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia pada nomor telepon di bawah ini.

Hubungi Lamina Pain and Spine Center untuk konsultasi secara online.
Jl. Warung Buncit Raya No.34
RT07/05, Kalibata, Kec. Pancoran
Jakarta Selatan 12740
Telp. 021-7919-6999

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini