Bisakah Saraf Kejepit Sembuh Tanpa Operasi? Simak Penjelasannya!

Pernah mendengar jika saraf kejepit bisa sembuh tanpa operasi? Mungkin Anda hanya tahu cara mengobati saraf kejepit yakni dengan tindakan bedah atau operasi. Akan tetapi, teknologi yang semakin maju di bidang kedokteran, membuat teknik pengobatan saraf kejepit menjadi lebih aman dan lebih mudah. Lantas, apa saja jenis metodenya? Yuk, baca ulasan selengkapnya berikut ini.

Alami Nyeri Pinggang Selama 15 Tahun

Bapak Eden Suhendar (49 tahun) telah merasakan nyeri pinggang berkepanjangan sejak 15 tahun yang lalu. Berbagai cara pengobatan telah ia coba, seperti pijat/ urut, fisioterapi, obat tradisional dan pengobatan medis maupun non-medis lainnya. Namun, berbagai metode ini tidak juga menghilangkan rasa sakitnya, malah semakin bertambah parah.

Akibat rasa nyeri ini, Pak Eden tidak bisa lagi bekerja ataupun mengangkat beban yag terlalu berat. Akhirnya beliau mencari klinik terbaik untuk mengatasi saraf kejepitnya, yaitu klinik Lamina Pain and Spine Center. Setelah berkonsultasi dengan dr. Mahdian Nur Nasution Sp.BS, Pak Eden didiagnosa menderita hernia nucleus pulposus (HNP) atau saraf kejepit.

Menurut dr. Mahdian, saraf kejepit terjadi ketika bantalan lembut dari jaringan yang ada di tulang belakang terdorong ke luar dan menekan saraf di sekitarnya.  Kondisi inilah yang dapat menyebabkan rasa nyeri, kebas atau mati rasa, kesemutan, atau kelemahan pada bagian tubuh yang terkena.

Pak Eden dan mungkin beberapa orang lainnya masih takut untuk melakukan operasi penyembuhan saraf kejepit. Hal ini karena operasi besar atau konvensional bisa berisiko pada pendarahan ataupun kelumpuhan. Namun, kini ada berbagai metode terkini untuk mengobati saraf kejepit.

Pengobatan Tanpa Operasi

Apabila terapi obat dan fisioterapi belum cukup membantu dalam meredakan nyeri akibat saraf kejepit, maka ada pilihan lain untuk menyembuhkannya.

Berikut ini adalah beberapa metode pengobatan tanpa operasi yang tersedia di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Endoskopi PELD

Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy (PELD) adalah tindakan minimal invasif yang cocok untuk penderita HNP yang berusia lanjut karena memiliki risiko yang kecil, minim komplikasi, pendarahan maupun waktu pemulihan yang relatif cepat. Dengan durasi tindakan yang hanya sekitar 30-60 menit, tindakan ini hanya memerlukan bius lokal dan sayatan sebesar 7 mm.

Endoskopi PELD menggunakan alat berupa pipa kecil dan kamera yang dimasukkan ke dalam tubuh pasien dan terhubung dengan monitor. Cara ini bertujuan agar dokter dapat melihat dengan jelas bantalan tulang yang menekan saraf dan lokasi pastinya. Setelah tindakan, pasien akan diobservasi terlebih dahulu untuk proses pemulihan dan boleh pulang sehingga tidak memerlukan rawat inap.

Endoskopi PSLD

Teknologi Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD) dapat menyembuhkan nyeri saraf kejepit tanpa operasi. Salah satu penyebab nyeri punggung adalah adanya penyempitan ruas tulang belakang atau yang dikenal dengan stenosis spinalis atau stenosis tulang belakang.

Stenosis spinal yang parah bisa ditangani tanpa operasi dengan endoskopi PSLD. PSLD memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  • Lebih aman karena dokter dapat melihat saraf tulang belakang dengan jelas melalui kamera endoskopi saat tindakan
  • Waktu tindakan relatif singkat hanya sekitar 45 menit
  • Tidak banyak otot cedera dan minim pendarahan karena tindakannya minimal invasif
  • Proses pemulihan pasca tindakan lebih cepat dari operasi konvensional
  • Efek dekompresi atau rasa sakit yang pasien alami bisa langsung ditanyakan saat prosedur karena hanya menggunakan bius lokal
  • Tingkat keberhasilannya mencapai 93%

Laser PLDD

PLDD atau Percutaneous Laser Disc Decompression merupakan tindakan minimal invasif untuk kasus saraf kejepit tertentu. PLDD bekerja dengan cara menyuntikkan jarum yang diarahkan pada bantalan tulang yang menonjol, melalui kabel fiber optic dengan aliran laser sebesar 1200 Joule.

Aliran panas ini kemudian akan menyusutkan atau mengempiskan banalan tulang yang menonjol sebagai penyebab saraf kejepit. Prosedurnya sangat sederhana karena tidak membutuhkan bius total dan hanya lokal. Pasien juga tidak perlu berpuasa dan tanpa harus melakukan rawat inap. Setelah observasi selama 1 sampai 2 jam, pasien bisa pulang dan beraktivitas kembali.

Tindakan ini lebih aman dengan angka keberhasilan tindakan cukup tinggi sekitar 80-90%. sehingga minim risiko dan minim pendarahan.

Nah, setelah mengetahui informasi mengenai metode pengobatan tanpa operasi tadi, Anda tak perlu lagi khawatir. Sebab, hanya di klinik Lamina Pain and Spine Center, kami memiliki dokter spesialis bedah saraf yang andal dan profesional dengan jam terbang tinggi. Menggunakan metode pengobatan berteknologi tinggi, Lamina Pain and Spine Center memastikan prosedur tindakan yang lebih aman dan nyaman untuk pasien.

Silakan menghubungi layanan Care Line Officer Lamina Pain and Spine Center pada nomor yang tertera di website ini. Anda juga bisa datang langsung ke klinik Lamina terdekat.

Semoga bermanfaat!

Baca juga: Waspada Gejala Leher Kaku Akibat Saraf Kejepit

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00