Trigger Finger: Kenali Gejala, Penyebab, Diagnosis, dan Cara Pengobatannya

Trigger finger adalah sebuah kondisi yang ditandai dengan terkuncinya (kaku) jari tangan pada posisi tertentu, yaitu menekuk. Nama lainnya cukup beragam, misalnya jari macet, jari pelatuk, jari ‘terkunci’, clicking finger.

Kondisi ini mengenai lapisan jaringan di sekitar jari tangan yang disebut tendon. Tendon sendiri adalah jaringan serat yang tebal yang berhubungan dengan otot kerangka. Bila tendon meradang dapat menyebabkan tendon tidak bisa bergerak leluasa sehingga jari tangan terkunci dalam satu tempat dan dalam satu posisi.

Keluhan terjadi akibat gerakan berlebihan dan berulang pada jari jemari tangan. Contohnya menggenggam benda keras secara berulang dapat mengakibatkan gesekan antara otot-otot tangan (tendon fleksor yang berfungsi membantu menekuk jari) dan sendi antara jari dan telapak tangan).

Gesekan berulang tersebut dapat menimbulkan peradangan, pembengkakan, dan penebalan di area tersebut, akibatnya jari tidak dapat lurus kembali. Bila sudah menebal kemungkinan dapat membentuk benjolan atau nodul. Dalam beberapa kasus, bila sudah ada nodul tersebut saat menggerakan jari akan terdengar suara seperti klik.

Kadang disertai dengan bengkak dan nyeri saat ditekan dan bila memburuk, jari akan tetap tertekuk pada keadaan istirahat sekalipun.

Kenali Penyebab dan Faktor Risiko

Cedera pada tangan bisa menjadi salah satu penyebab jari kaku ini. Ditambah dengan gadget dan peralatan komputer memang sangat lekat dengan kehidupan di saat ini dan bila digunakan secara berulang dan terus menerus ternyata dapat memicu trigger finger juga.

Aktivitas rumah tangga yang terus menerus dilakukan seperti memasak, mencuci, memotong sayuran, menggunting rumput, dianggap dapat memicu timbulnya trigger finger atau yang disebut dengan stenosing tenosynovitis ini.

Pemain musik (pianis, terompet dan gitar), petani, pekerja pabrik berisiko juga mengalami trigger finger. Umumnya keluhan akan muncul setelah berlatih keras atau bekerja dalam waktu lama. Tidak itu saja, penggunaan mouse computer yang berlebihan juga bisa menjadi pemicu.

Kisaran usia 40-60 tahun, kondisi kesehatan tertentu (diabetes, hipotiroid, artritis rematoid, tuberkulosis) merupakan beberapa faktor risiko yang perlu dikenali dan dianggap dapat memicu timbulnya jari kaku ini.

Dokter dapat mendiagnosis kondisi jari seperti ini dengan melakukan pemeriksaan fisik, melihat gejala yang ada dan disertai pertanyaan seputar riwayat kesehatan maupun kebiasaan sehari-hari. Mungkin juga akan meminta Anda untuk menekuk atau meluruskan jari dan mendengar ada suara atau tidak.

Pengobatan Trigger Finger

Bila dianggap kebiasaan menggunakan gadget yang terlalu lama merupakan penyebabnya, terapi awalnya bisa dengan menghentikan kebiasaan ini selama beberapa minggu.

Melakukan kompres hangat atau dingin untuk membantu mengurangi/meredakan pembengkakan. Cara kompres hangat bisa dilakukan dengan merendam tangan di air hangat beberapa kali dalam sehari agar otot dan tendon dapat beristirahat.

Bisa juga dibantu dengan obat-obatan yang diresepkan dokter yang ditujukan untuk membantu meredakan peradangan.

Kadangkala dokter menyarankan untuk mengenakan hand splint atau semacam bebat untuk menahan jari tetap pada kondisi lurus dan untuk mengistirahatkan jari serta menghindari jari tertekuk saat tidur.

Jika perawatan tersebut tidak membantu, dokter akan mempertimbangkan pemberian suntikan kortikosteroid untuk mengurangi/meredakan bengkak.

Kortikosteroid ini disuntikkan ke pangkal jari yang terkena. Diharapkan kortikosteroid ini meredakan bengkak sehingga tendon dapat bergerak kembali, bisa dalam waktu beberapa hari atau minggu kemudian.

Diperkirakan injeksi kortikosteroid ini merupakan salah satu pengobatan efektif pada 50-70% penderitanya. Namun beberapa kasus, kondisi jari kaku ini dapat kambuh lagi dan mungkin suntikan kortikosteroid dapat diberikan kembali.

Bila masih belum pulih juga, dokter mungkin akan merekomendasikan untuk melakukan tindakan bedah. Adapun jenis operasinya adalah:

  • Bedah terbuka, dengan membuat sayatan kecil di telapak tangan dan kemudian memotong selubung tendon agar tendon mendapat ruang agar bisa bergerak lebih bebas, tindakan ini dilakukan dengan bius lokal.
  • Bedah perkutaneus, juga dilakukan dengan bius lokal dan tidak perlu rawat inap.
  • Tenosinovektomi, yang dilakukan bila dua opsi pertama tidak cocok, seperti pada orang dengan artritis rematoid. Operasi ini mengangkat selubung tendon dan diharapkan jari dapat bergerak bebas lagi.

Jika tidak ditangani, kondisi trigger finger ini mungkin bisa menjadi permanen sehingga Anda kesulitan melakukan aktivitas sehari-hari. (*berbagai sumber)