Terapi infrared

Terapi Infrared, Tujuan dan Manfaatnya Pada Penderita Nyeri

Terapi infrared merupakan salah satu jenis terapi dalam bidang kedokteran spesialis kesehatan fisik dan rehabilitasi yang menitikberatkan pada penggunaan gelombang elektromagnetik. Karakteristik terapi gelombang infrared dengan panjang gelombang 106 – 770 nm, pada spektrum gelombang cahaya yang dapat dilihat dengan gelombang micro. Tujuan terapi infra merah adalah sebagai pemanasan struktur muskuloskeletal yang terletak pada bagian terluar kulit hingga penetrasi 0,8 – 1mm.

Prinsip Terapi Infrared

Terapi infrared memberikan pemanasan superfisial pada kulit yang diterapi sehingga menimbulkan efek fisiologis menyembuhkan kondisi penyakit. Efek fisiologis yang dimaksud berupa aktifasi reseptor panas superfisial pada kulit. Dimana selanjutnya dapat merubah transmisi atau konduksi saraf sensoris ketika menghantarkan nyeri sehingga nyeri dirasakan berkurang.

Pemanasan menggunakan terapi infra merah menyebabkan pelebaran pembuluh darah (vasodilatasi) sehingga meningkatkan aliran darah dan memberikan oksigenasi yang cukup pada daerah yang diterapi. Kondisi ini selanjutnya meningkatkan aktivitas enzim-enzim metabolisme dan membuang sisa metabolisme sehingga membantu proses penyembuhan jaringan secara lebih cepat.

Baca juga : Pantangan syaraf kejepit

Terapi infrared ini juga memberikan rasa nyaman dan rileks sehingga mengurangi nyeri karena ketegangan otot terutama otot superfisial. Terapi infra merah juga meningkatkan daya regang atau ekstensibilitas jaringan lunak sekitar sendi seperti ligamen dan kapsul sendi sehingga meningkatkan pergerakan sendi terutama sendi superfisial seperti tangan dan kaki.

Indikasi Terapi Infrared

Ada beberapa indikasi terapi infrared atau inframerah secara medis, diantaranya adalah pada kasus;

  1. Nyeri otot, sendi dan jaringan lunak
  2. Kekakuan sendi atau gerak sendi
  3. Ketegangan atau spasme otot
  4. Peradangan kronik dengan disertai pembengkakan
  5. Terapi pada kasus luka pada kulit

Terapi infra merah merupakan salah satu jenis terapi aman dalam bidang kedokteran fisik dan rehabilitasi. Namun demikian ada beberapa kontraindikasi terapi infrared.

Orang dengan kontraindikasi di bawah ini sebaiknya menginformasikan kepada dokter atau fisioterapis sebelum terapi. Kontra indikasi absolut terapi infra merah meliputi:

  • Kelainan sistem pembekuan darah
  • Kelainan pembuluh darah vena atau peradangan pembuluh darah, seperti thrombophlebitis
  • Gangguan sensorik seperti perubahan sensitifitas meraba maupun rasa seperti suhu
  • Gangguan mental
  • Orang dengan penyakit tumor ganas atau kanker
  • Pasien yang sedang menjalani modalitas terapi infrared pada mata

Kontra indikasi relatif terapi infra merah, meliputi:

  • Trauma atau peradangan akut
  • Ibu hamil
  • Gangguan peredaran darah
  • Gangguan regulasi suhu tubuh
  • Edema atau pembengkakan
  • Kelainan fungsi jantung
  • Tertanamnya metal pada tubuh atau pasca operasi ortopedi
  • Pasien dengan luka terbuka pasca trauma
  • Kerusakan fungsi pada saraf

Efek Samping Terapi Inframerah

Umumnya terapi infra merah jarang menimbulkan efek samping. Meski terjadi, efek samping sering kali bersifat reversibel setelah terapi dihentikan dalam waktu 2 – 3 hari. Efek samping terapi infra merah yang dapat terjadi meliputi :

  1. Luka bakar derajat ringan
  2. Peradangan ringan
  3. Nyeri pasca terapi
  4. Alergi pada kulit
  5. Perdarahan
  6. Tidak sadarkan diri

Prosedur Terapi

Sebelum terapi infra merah dilakukan pasien diminta menggunakan baju longgar untuk memudahkan proses terapi. Disarankan menggunakan baju tanpa lengan atau baju longgar yang nyaman. Untuk tubuh bagian bawah sebaiknya menggunakan rok longgar yang nyaman atau celana pendek.

Sebaiknya Anda tidak menggunakan lotion ataupun obat-obatan gosok yang dapat menyebabkan iritasi kulit pada saat diberikan pemanasan dengan terapi infrared. Prosedur lain terapi infrared di Lamina Rehab diantaranya;

  1. Dokter memeriksa kembali daerah yang akan diberikan terapi dan melakukan wawancara mengenai kelainan yang dialami pasien, serta kemungkinan kontraindikasi terapi dan riwayat alergi panas. Dokter menjelaskan tujuan terapi infrared sesuai kondisi pasien yang sangat individual
  2. Bila Anda mempunyai kulit yang sensitif dan kering, sebaiknya beritahukan kepada dokter
  3. Dokter memposisikan bagian yang akan diterapi senyaman mungkin. Bagian yang akan diterapi tidak ditutupi pakaian sehingga terapi infrared langsung mengenai kulit, untuk mendapatkan hasil optimal
  4. Dokter akan melakukan pengaturan dosis waktu dan posisi terapi infra merah
  5. Anda tidak disarankan menatap langsung lampu terapi infra merah
  6. Bila panas yang diberikan berlebihan segera komunikasikan dengan dokter Anda
  7. Timer dari alat terapi infrared akan berbunyi ketika waktu terapi sudah selesai
  8. Meski terapi sudah selesai, Anda tidak disarankan berdiri atau duduk. Berbaring beberapa saat sangat dianjurkan untuk mengembalikan aliran darah
  9. Dokter akan kembali melakukan pemeriksaan setelah terapi

Siklus Terapi Inframerah

Siklus terapi infrared bergantung pada tujuan dan respon penderita. Jumlah terapi yang diberikan tergantung klinis pasien untuk mendapatkan hasil yang optimal. Dengan tujuan meningkatkan elastisitas jaringan lunak diperlukan 6 kali terapi dengan frekuensi 2-3 kali per minggu dengan durasi terapi 30 menit. Kombinasi dengan aktivitas atau latihan olahraga tertentu dapat meningkatkan efektifitas terapi infra merah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini