sakit pinggang syaraf kejepit

Sakit Pinggang Karena Syaraf Kejepit

Sakit pinggang karena syaraf kejepit menimbulkan gejala yang khas, dan bisa mengakibatkan kelumpuhan bila tidak mendapatkan penanganan yang tepat.

Pinggang atau punggung bawah menjadi lokasi tersering munculnya nyeri. Mengingat area ini menjadi penopang berat badan, terutama saat beraktivitas harian, baik duduk maupun berdiri hingga berjalan kaki sekalipun.

Sakit Pinggang Apa Penyebabnya?

Untuk mendapatkan pemahaman yang jelas tentang nyeri area punggung bawah ini, Anda perlu tahu penyusun struktur tulang belakang  adalah tiga struktur yang kompleks yaitu bantalan tulang dan dua sendi facet di setiap level.

Jadi jika salah satu elemen ini mengalami perubahan, maka dua elemen lainnya akan terkena dampak. Contohnya begini. Ketika Anda dalam posisi santai dan berdiri tegak, tulang belakang dengan posisinya yang saling bertumpuk satu sama lain.

Namun bila ada perubahan atau gangguan dari salah satu struktur penyusunnya, maka otot-otot sekitarnya akan berkontraksi dan akan menjadi semacam bebat yang akan melindungi area tersebut bila terjadi ketidakstabilan pada area itu.

Bila hal ini berlangsung terus tanpa penanganan, kemungkinan dapat menyebabkan otot kontraksi berkepanjangan sehingga suatu saat bisa menimbulkan nyeri, tonus otot juga menurun dan akhirnya atrofi.

Kenali Tipe Nyeri atau Sakit Pinggang

Gejala atau tanda utama adanya masalah pada tulang belakang adalah nyeri.

Nyeri merupakan sinyal paling umum yang terkirim tubuh untuk memberitahukan otak tentang kemungkinan adanya cedera atau masalah/kerusakan pada tulang belakang.

Klasifikasi nyeri menjadi:

1.Nyeri lokal atau hanya di titik tertentu

Penyebab nyeri ini biasanya iritasi pada ujung-ujung saraf pada area yang bermasalah. Nyeri ini biasanya stabil, terus menerus terutama pada saat menggerakkan area yang bermasalah.

Nyeri lokal ini berkaitan dengan nyeri tekan dan mudah menemukan lokasi nyeri relatif mudah  dan dokter lebih mudah mendiagnosis. Misalnya adanya tumor atau tulang keropos akibat osteoporosis yang terutama mengenai tulang belakang.

Bila ada masalah pada bantalan tulang antara ruas tulang belakang juga menjadi penyebab nyeri lokal saat dokter melakukan pemeriksaan fisik dengan menekan area ligamentum longitudinal posterior.

Penyebabnya Adalah Mekanis

Biasanya sebagian besar nyeri pada area tulang belakang penyebabnya adalah mekanis, misalnya penonjolan bantalan sendi atau hernia nukleus pulposus (HNP), baik yang terjadi pada area leher maupun punggung bawah atau pinggang karena dua area ini lebih banyak bergerak sehingga lebih rentan mengalami cedera. HNP ini adalah syaraf kejepit.

Karakter nyeri yang bersifat lokal ini seringkali membantu dalam menemukan diagnosis. Misalnya nyeri akibat adanya masalah otot, ligamen atau syaraf kejepit yang akan hilang bila Anda berbaring atau beristirahat. Nyeri syaraf kejepit pinggang terasa memburuk bila Anda duduk dan merasa baikan saat berdiri atau berjalan.

Namun sebaliknya, nyeri akibat menyempitnya ruas tulang belakang (stenosis spinal) terjadi justru saat berjalan. Nyeri mereda saat berbaring atau duduk.

Terkadang, dengan adanya kompresi atau penekanan saraf tulang belakang yang mengakibatkan nyeri, penderita seringkali memilih tidur dengan posisi duduk. Walau nyeri hilang saat berbaring, nyeri ini dapat muncul saat berubah posisi/membalikkan badan atau saat mau bangun.

2. Nyeri alih (referal), radikuler dan funikuler

Nyeri referal atau nyeri yang menjalar dari area lain yang dapat berasal dari organ atau jaringan yang kemudian pindah ke suatu area pada permukaan tubuh atau tempat lainnya yang tidak tepat dengan lokasi nyeri sebenarnya.

Misalnya ada masalah area tulang leher, seringkali nyerinya menjalar hingga ke skapula (tulang belikat) atau lengan.

Penjalaran nyeri dari punggung bawah atau pinggang, bisa terasa pada area bokong atau paha belakang, dan jarang sampai lutut. Sedangkan nyeri dari pinggang atas                 juga seringkali menjalar sampai pangkal paha, dan paha bagian depan.

Sakit pinggang akibat organ dalam biasanya tidak memburuk dengan perubahan posisi seperti nyeri punggung bawah akibat syaraf kejepit.

Nyeri radikuler. Cedera pada akar saraf dapat menimbulkan nyeri yang bersifat radikuler atau funikuler. Nyeri radikuler merupakan gejala utama yang muncul akibat           adanya kompresi akar saraf (syaraf kejepit).

Tipe Nyeri Radikuler Adalah 

Akar saraf sebenarnya tidak peka terhadap nyeri. Namun dengan adanya kompresi yang berlangsung kronis dapat memicu timbulnya edema (pembengkakan) dan                 juga peradangan (inflamasi) serta demielinisasi sehingga saraf akan menjadi peka terhadap kompresi.

Perburukan nyeri saat tekanan semakin meningkat misalnya saat batuk, bersin dan menegang.

Walau hampir mirip, penyebaran nyeri radikuler tidak sama sebenarnya dengan nyeri alih. Nyeri radikuler nyeri tajam, menusuk atau seperti terbakar.

Kompresi sepanjang tulang belakang menyebabkan nyeri funikuler. Biasanya nyeri ini lebih terasa saat meregangkan tulang belakang misalnya fleksi leher atau                 mengangkat dan meluruskan kaki.

3. Nyeri otot. Nyeri ini terjadi saat otot-otot tulang belakang menegang akibat adanya cedera atau adanya perubahan tertentu pada tulang belakang.

Ketegangan otot terus menerus dapat menimbulkan nyeri kronis yang biasanya terasa pada area sisi tulang belakang.

Nyeri tekan pada otot-otot yang nyeri merupakan salah satu metode penegakan diagnosis akibat adanya ketegangan otot. Titik pemicu ini adalah penyebab terjadinya sindrom nyeri otot pada leher dan punggung tanpa adanya kelainan struktur tulang belakang.

Sakit Pinggang Akibat Syaraf Kejepit

Bila terdapat bantalan sendi yang bocor atau menonjol hingga menjepit saraf di area lumbar, dapat menimbulkan nyeri hingga ke kaki.

Tidak hanya nyeri atau sakit pinggang, syaraf kejepit di area lumbar dapat menimbulkan rasa kebas, kesemutan hingga ke kaki, bahkan terancam lumpuh bila tidak mendapatkan penanganan yang sesuai.

Pemeriksaan penunjang radiologis, seperti MRI, dapat memastikan diagnosis syaraf kejepit kemudian juga dengan pemeriksaan fisik secara langsung oleh dokter.

PELD  Mengatasi Syaraf Kejepit 

Kondisi syaraf kejepit bila tidak mendapatkan penanganan dapat melumpuhkan aktivitas. Untuk penanganannya yang terkini adalah dengan teknologi endoskopi PELD atau percutaneous endoscopic lumbar discectomy. Indonesia sudah dapat melakukan PELD yang salah satunya adalah Lamina Pain and Spine Center.

Endoskopi PELD ini tanpa rawat inap dan sesudahnya Anda bisa langsung beraktivitas. Namun ingat, ada beberapa pantangan pasca-PELD, misalnya tidak boleh membungkuk, tidak boleh mengangkat beban berat, dan lainnya.

Video bagaimana caranya mengatasi sakit pinggang berikut tipsnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini