Rotator Cuff Tear Adalah Salah Satu Penyebab Nyeri Bahu

Rotator cuff tear adalah robekan atau cedera pada otot-otot di sekitar bahu (rotator cuff).

Rotator cuff adalah area bahu yang tersusun dari empat otot yaitu supraspinatus, infraspinatus, teres minor dan subscapularis yang mengelilingi sendi bahu dan berperan mengendalikan gerakan bahu dan menjaga agar sendi bahu tetap stabil.

Sendi bahu memiliki pekerjaan yang tidak ringan dan berperan besar dalam aktivitas harian seperti saat menyisir rambut, meraih benda di atas, bermain tenis, berenang, menangkap bola dan lainnya.

Cedera Rotator Cuff Tear Adalah

Tidak ada definisi pasti tentang rotator cuff tear yang benar. Kadang-kadang keparahan diekspresikan oleh jumlah tendon yang sobek, kadang-kadang pada berapa besarnya sobekan.

Cedera rotator cuff tear ini bisa menjadi penyebab tersering nyeri bahu pada dewasa dan tendon adalah titik yang sering terobek.

Kelima jenis rotator cuff tear adalah dengan berdasarkan banyaknya otot yang cedera/robek di pangkal humerus (Lädermann A dkk, 2015):

Lokasi otot rotator cuff tear

  • Tipe A: robekan pada otot supraspinatus & subscapularis superior
  • Tipe B: robekan pada otot supraspinatus dan keseluruhan otot subscapula
  • Tipe C: robekan pada otot supraspinatus, superior subscapularis & infraspinatus
  • Tipe D: robekan pada otot supraspinatus & infraspinatus
  • Tipe E: robekan pada otot supraspinatus, infraspinatus & teres minor

Besarnya Rotator Cuff Tear Adalah

Tendon yang paling sering cedera atau robek adalah otot supraspinatus dan klasifikasi robekan ini memaparkan besar/ukuran, lokasi dan bentuk robekan rotator cuff. Untuk robekannya sendiri klasifikasinya (Cofield, 1982) adalah sebagai berikut:

-Kecil: < 1 cm

-Sedang: 1-3 cm

-Besar: 3-5 cm

-Masif: > 5 cm

Tendon pada area rotator cuff tear lebih mudah cedera karena area bahu ini bergerak dalam ruang yang sempit. Saat tendon ini berputar atau terangkat, maka tendon yang ada di ruang sempit itu juga akan bergerak. Nah secara bertahap tendon ini akan bergesekan atau terjepit dengan tulang di atasnya atau dengan ligamen di bahu depan.

Terdapat beberapa jenis aktivitas bahu yang dapat memicu timbulnya cedera pada rotator cuff, antara lain:

  • Lengan yang terdorong mendadak misalnya cedera olahraga, kecelakaan atau jatuh
  • Gerakan berulang dengan posisi lengan di atas kepala dapat memperkecil ruang tendon. Misalnya saat push up, berenang, mengecat rumah, tukang kayu dan lainnya.
  • Menggerakkan lengan ke atas kepala secara kuat atau mendadak, misalnya pada atlet lempar lembing, olahraga dengan raket dan gulat. Gerakan tiba-tiba misalnya menarik menghidupkan mesin pemotong rumput.

Jika Anda jatuh atau terlalu meregangkan lengan atau mengangkat benda yang terlalu berat dapat juga merobek rotator cuff. Jenis robekan ini bisa juga timbul berbarengan dengan cedera bahu lain, seperti patah tulang leher atau dislokasi bahu.

Penyebab rotator cuff tear adalah:

  1. Akut, terjadi setelah jatuh dalam posisi lengan lurus atau mengangkat benda yang berat dengan gerakan tersentak-sentak. Jenis cedera ini dapat timbul berbarengan dengan cedera bahu lainnya, misalnya patah tulang leher atau dislokasi bahu.
  2. Kronik akibat pemakaian tendon terus menerus dan terjadi sesuai dengan proses penuaan. Robekan rotator cuff lebih sering dialami oleh lengan yang lebih dominan. Jika terjadi di salah satu bahu, maka berpeluang terjadi hal yang sama di lengan satu lagi walau kadang tanpa gejala.

Penyebab Cedera Kronik Rotator Cuff Tear Adalah

Faktor lain yang juga dapat menyebabkan cedera kronik, yaitu:

-Gerakan sama yang berulang dalam waktu lama dapat membebani otot dan tendon penyusun rotator cuff. Contohnya olahraga tenis, mendayung, dan angkat berat.

-Berkurangnya aliran darah. Seiring proses bertambahnya usia, aliran darah ke area ini dapat berkurang. Bila aliran darah ini terganggu, kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan tendon juga terganggu sehingga bila tidak ditangani dapat menyebabkan robekan pada tendon.

-Tumbuhnya taji tulang di area tulang akromion. Saat mengangkat lengan, taji tulang ini akan bergesekan dengan tendon rotator cuff yang lama kelamaan dapat membuat robekan.

Gejala yang ditimbulkan rotator cuff tear adalah:

  • Nyeri parah saat terjadinya cedera
  • Nyeri bahu terutama di malam hari
  • Nyeri timbul saat melakukan aktivitas dengan mengangkat tangan
  • Otot-otot bahu melemah
  • Bahu terasa kaku
  • Sulit tidur atau berbaring di sisi bahu yang cedera
  • Gerakan bahu terbatas
  • Sulit menjangkau bagian belakang atau punggung
  • Bahu berbunyi saat bergerak dalam posisi tertentu

Tidak semua rotator cuff tear menyebabkan rasa nyeri. Karena cedera area ini bisa juga disebabkan oleh proses degeneratif yang sudah lama sebelum gejala mulai muncul.

Pemeriksaan dan Penanganan Rotator Cuff Tear 

Selama pemeriksaan fisik, dokter akan memeriksa beberapa area sekitar bahu dan mencoba menggerakkan lengan berbagai posisi. Dokter juga akan menilai kekuatan otot-otot di sekitar bahu dan lengan.

Dalam beberapa kasus, dokter mungkin akan meminta Anda melakukan pemeriksaan penunjang untuk rotator cuff tear adalah:

  • Rontgen, untuk melihat kemungkinan adanya taji tulang atau hal lain yang menimbulkan nyeri, seperti radang sendi (artritis)
  • Ultrasound, untuk melihat struktur di bahu seperti jaringan lunak (otot dan tendon) dan hasilnya dapat membandingkan antara bahu yang terkena dan bahu yang sehat.
  • MRI dapat menggambarkan struktur di bahu lebih detail.

Jika Anda mengalami rotator cuff tear namun tetap menggunakan sendi bahu, maka kemungkinan dapat menyebabkan kerusakan yang lebih lanjut dan memperbesar ukuran robekannya.

Nyeri kronik pada bahu dan lengan ini perlu dikonsultasikan guna mencegah timbulnya gejala yang lebih berat dan agar Anda dapat melakukan aktivitas seperti semula.

Terapi atau penanganan yang dilakukan bertujuan untuk mengurangi/menuntaskan nyeri dan memperbaiki fungsi. Ada beberapa pilihan penanganan yang bergantung pada usia, tingkat aktivitas, kondisi kesehatan pada umumnya dan jenis robekan yang Anda miliki.

Nyeri dan fungsi bahu pada sekitar 80% penderita rotator cuff tear dapat diatasi dan diperbaiki dengan nonbedah, yaitu:

-Istirahat dengan membatasi aktivitas yang memerlukan mengangkat lengan. Mungkin akan dianjurkan untuk menggunakan penyangga lengan.

– Mengganti atau mengubah atau menghentikan aktivitas yang menimbulkan nyeri

– Obat antinyeri untuk membantu meredakan nyeri dan bengkak

– Terapi fisik atau latihan yang membantu memperkuat otot serta memperbaiki gerakan bahu. Konsultasikan dengan dokter mengenai program latihan ini.

– Injeksi steroid dapat membantu meredakan nyeri dan peradangan.

Kenali Cara Pencegahan Rotator Cuff Tear

Beberapa cara untuk membantu mencegah terjadinya rotator cuff tear adalah sebagai berikut:

-Melakukan aktivitas fisik atau olahraga secara rutin untuk membantu mempertahankan kekuatan dan fleksibilitas gerakan sendi bahu.

-Menjaga postur tubuh yang baik

-Hindari mengangkat benda yang terlalu berat terutama di atas kepala

-Hindari melakukan gerakan mengangkat lengan secara berulang untuk waktu yang lama.

-Lakukan latihan peregangan dan pemanasan sebelum melakukan pekerjaan yang menggunakan sendi bahu

-Lakukan istirahat setelah timbul rasa nyeri

Bila ada keluhan yang kemungkinan disebabkan oleh rotator cuff tear, segera konsultasikan dengan tim kami di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini