pengobatan syaraf kejepit

Pengobatan Syaraf Kejepit di Leher dengan PECD

Nyeri pada tulang belakang atau punggung dapat mengganggu mobilitas atau aktivitas harian penderitanya. Apalagi bila terjadi di sekitar leher. Tak perlu khawatir ini dia pengobatan syaraf kejepit yang dapat dilakukan.

Penyebabnya cukup beragam sebenarnya, misalnya saja ketegangan otot, cedera dan lain sebagainya. Salah satu penyebab lain nyeri di leher adalah terjepitnya saraf di area ini.

Informasi & Pendaftaran Telpon 021-7919-6999

Bila memang sarafnya terjepit, gejalanya yang timbul dapat berupa nyeri di leher, pundak, lengan, hingga ke jari jemari. Tidak hanya itu saja gejalanya. Saraf yang terjepit ini bisa menimbulkan rasa kebas atau kesemutan atau bahkan kelemahan otot-otot dari lengan hingga jari.

Saraf Terjepit atau HNP

Saraf terjepit dapat terjadi di seluruh bagian tulang belakang. Mulai dari ruas tulang leher (servikal), punggung atas (torakal), sampai punggung bawah (lumbar). Saraf terjepit ini juga dikenal dengan istilah hernia nucleus pulposus (HNP).

HNP akan terjadi saat isi diskus (bantalan antarruas tulang belakang) bocor sehingga menekan saraf di sekitarnya, yang bila berkelanjutan dapat menimbulkan nyeri seperti yang disebutkan di atas.

Diskus atau bantalan tulang belakang berperan sebagai penyerap kejutan (shock absorber). Diskus di tulang belakang ini terdiri atas dua bagian, yaitu annulus fibrosus (merupakan bagian luar yang keras) dan nukleus pulposus (bagian dalam bantalan sendi seperti layaknya jeli). Bagian nukleus pulposus inilah yang bisa mengalami kebocoran atau menonjol keluar yang menekan saraf sehingga memicu HNP.

Mengangkat beban berat dengan posisi yang tidak tepat, pernah mengalami cedera/jatuh, kelebihan berat badan, postur tubuh yang salah merupakan beberapa faktor yang menjadi penyebab syaraf kejepit di leher.

Pengobatan Syaraf Kejepit di Klinik Lamina

Hingga kini teknologi penanganan HNP servikal terus berkembang. Dulu untuk masalah saraf terjepit di leher dilakukan dengan teknik operasi terbuka, yang bisa berisiko kemungkinan menimbulkan komplikasi.

Sekarang penderita saraf terjepit di leher tidak perlu lagi berobat ke luar negeri. Di Indonesia teknologi ini sudah dapat dilakukan dengan percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD). PECD ini dapat memberikan harapan kesembuhan yang lebih baik dibandingkan dengan teknik lainnya, misalnya ACDF.

Cara mengobati syaraf kejepit di leher dengan teknologi PECD dilakukan dengan tujuan untuk menghilangkan penonjolan bantalan sendi yang menekan atau menjepit saraf tulang belakang, sehingga diharapkan setelah bagian yang menonjol tersebut ditiadakan, nyeri yang dirasakan di berbagai area tubuh akan berangsur hilang.

Teknologi PECD ini sudah dapat dilakukan di Klinik Lamina Pain and Spine Center yang memiliki beberapa dokter bedah saraf yang berpengalaman melakukan PECD. Salah satunya adalah dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS yang merupakan dokter bedah saraf Indonesia pertama yang melakukan PECD. Dibandingkan dengan operasi terbuka, PECD memiliki beberapa keunggulan, yaitu:

  1. Luka sayatan kecil
  2. Tidak menyebabkan kerusakan jaringan di sekitar leher
  3. Proses pemulihan pasien lebih cepat
  4. Tidak perlu rawat inap
  5. Proses tindakan lebih cepat

Dibandingkan dengan berobat ke luar negeri yang tentu saja memerlukan biaya tambahan lainnya, (seperti tiket pesawat, penginapan dan lainnya), biaya PECD di Klinik Lamina Pain and Spine Center akan jauh lebih hemat.

Pilihan terapi Saraf Terjepit dan Penanganannya

Jika Anda mengalami syaraf kejepit, ada beberapa obat yang bisa digunakan untuk mengurangi rasa sakit yang merupakan gejala terberat dari syaraf kejepit, diantaranya:

  1. Antiinflamasi non-steroid
    Obat antiinflamasi non-steroid (OAINS) adalah kelompok obat yang dapat digunakan untuk mengatasi rasa sakit akibat syaraf kejepit. Terdapat beberapa obat golongan (OAINS) diantaranya ibuprofen dan naproxen.
  2. Kortikosteroid
    Kortikosteroid dapat diberikan untuk penderita syaraf kejepit guna mengurangi rasa sakit. Kortikosteroid tersedia dalam bentuk obat minum atau disuntikkan. Beberapa jenis kortikosteroid yang dimaskud meliputi prednison dan prednisolone.
  3. Obat antikonvulsan
    Selain dikenal sebagai terapi mengatasi kejang, obat antikonsulvan juga dapat digunakan untuk meredakan sakit syaraf kejepit. Beberapa jenis obat antikonsulvan seperti diantaranya carbamazepine, oxcarbazepine, dan lamotrigine.
  4. Obat antidepresan
    Meski umum digunakan oleh mereka yang menderita gangguan psikologis. Obat antidepresan dapat digunakan oleh dokter untuk mengatasi nyeri syaraf. Beberapa contoh golongan obat antidepresan seperti diantaranya; antidepresan trisiklik, serotonin-norepinephrine reuptake inhibitors (SNRIS), hingga golongan selective serotonin re-uptake inhibitors (SSRIS).

Selain pemberian obat-obatan, dokter dapat juga menyarankan metode pengobatan lain untuk mengatasi nyeri akibat syaraf kejepit. Dua metode pengobatan yang jamak dilakukan oleh dokter dalam penanganan saraf terjepit diantaranya:

  • Fisioterapi
    Fisioterapis akan mengajarkan Anda, beberapa latihan peregangan maupun penguatan otot-otot si sekitar lokasi saraf terjepit. Tujuannya utamanya adalah mengurangi tekanan pada syaraf, serta memperbaiki bahkan mengembalikan fungsi fisik pasien.

Informasi & Pendaftaran Telpon 021-7919-6999

Untuk informasi lebih jauh mengenai teknologi PECD ini yang dapat menyembuhkan saraf terjepit leher, silakan hubungi Klinik Lamina Pain and Spine Center dengan Call Center kami: 021-79196999.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Tanya Jawab