Penyebab Saraf Terjepit Saat Hamil, Cek Yuk!

Penyebab saraf terjepit cukup beragam dan salah satu faktor risiko pemicunya adalah kehamilan. Hal ini terjadi karena bertambahnya beban tubuh selama kehamilan. Rasa nyeri akibat saraf terjepit selama masa kehamilan bisa bertambah parah jika kondisi ini tidak isegara mendapatkan penanganan yang tepat dan baik.

Penyebab Saraf Terjepit Saat Hamil

Saat kehamilan semakin besar, hormon relaksin bertambah sebagai persiapan panggul untuk melahirkan. Peningkatan hormon ini dapat mengendurkan ligamen sehingga pusat gravitasi tubuh bergeser dan menyebabkan syaraf kejepit. Hal inilah yang kemudian akan memberikan sensasi nyeri yang menusuk pada bagian bokong dan belakang kaki.

Saraf terjepit saat hamil berhubungan dengan hernia nukleius pulposus (HNP), yakni kondisi pergeseran diskus sehingga pecah atau merosot. Kendati demikian, kejadian HNP penyebab saraf terjepit saat hamil hanya 1:10.000 sehingga kemungkinannya sangat kecil.

Selain perubahan hormon, berat badan janin yang seiring waktu akan bertambah, juga bisa menjadi faktor pemberian tekanan ekstra pada saraf skiatik yang berawal dari tulang belakang dan bercabang hingga kaki. Kondisi inilah yang akan membuat sendi dan otot yang telah menegang menjadi tidak stabil dan mengganggu kenyamanan sang ibu hamil.

Baca Juga: Penyebab Syaraf Terjepit Akibat Obesitas dan Asupan Nutrisi yang Tak Seimbang

Penanganan Saraf Terjepit Saat Hamil

Jika kondisi nyeri bersifat ringan, biasanya dapat teratasi dengan cara menyesuaikan postur tubuh atau olahraga. Namun, pada ibu hamil dengan kondisi nyeri punggung yang lebih parah, mungkin perlu mendapatkan penanganan yang serius dan spesifik.

Dalam hal ini, ada beberapa tips penanganan HNP pada masa kehamilan, antara lain:

1. Istirahat selama 1-2 hari

Beristirahat dapat membantu meredakan pembengkakan dan nyeri pada bantalan tulang belakang. Selama istirahat, ibu hamil bisa mencoba melakukan bedrest dengan menggunakan bantalan kaki.

Posisi tidur seperti ini akan membantu mengurangi lengkungan berlebihan pada pinggang dan pinggul yang menjadi penyebab timbulnya rasa nyeri serta kejang pada otot punggung.

2. Pijatan lembut

Melakukan pijatan lembut pada bagian punggung bawah bisa membantu meredakan peradangan dan rasa tidak nyaman pada sekitar saraf skiatik. Pemijatan ini bisa menggunakan bola tenis.

Jika usia kehamilan menginjak trimester pertama, bisa melakukan pemijatan dengan tidur telentang dan meletakkan bola tenis pada punggung bawah. Namun, jika perut sudah semakin besar, melakukan pijatan bisa sambil duduk. Namun, sebaiknya sebelum melakukan hal ini, cobalah konsultasikan dengan dokter kandungan atau dokter spesialis saraf lebih dulu, untuk menghindari risiko yang tidak diinginkan.

3. Hindari duduk terlalu lama

Duduk terlalu lama selama masa kehamilan dapat memicu timbulnya rasa sakit atau nyeri pada bagian punggung bawah, termasuk juga saraf terjepit.

Jika memang harus duduk, hindari duduk terlalu lama dengan cara melakukan peregangan atau jalan santai selama 10 menit setiap 1-2 jam sekali. Berjalan kaki santai selama beberapa menit dapat membantu meregangkan tegangnya otot pada area bokong dang punggung bawah/pinggang.

4. Melakukan peregangan

Beberapa gerakan peregangan dapat membantu meringankan nyeri akibat saraf terjepit saat hamil. Faktanya, peregangan akan membuat otot punggung lebih lentur hingga mampu menopang berat tubuh dengan lebih baik. Namun, untuk peregangan yang cocok pada ibu hamil, sebaiknya konsultasikan dengan dokter lebih dulu dan lakukan dengan pendampingan tenaga medis.

 

Baca Juga: Cara Pencegahan Saraf Terjepit, Ikuti Langkah Ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 17:00 - 20:00
Rabu     : 17:00 - 20:00
Jumat   : 17:00 - 20:00
Sabtu   : 10:00 - 12:00


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00