Penyakit Syaraf Terjepit Tidak Mengenal Usia

Faktor penyebab terbesar seseorang dapat mengalami penyakit syaraf terjepit yaitu, usia menua. Syaraf terjepit adalah kondisi tubuh di mana salah satu jaringan syaraf yang terlindung dari jaringan otot dan tulang terekspos sehingga mengalami kontak dengan jaringan otot maupun tulang. Kontak antara syaraf dan jaringan lainnya menyebabkan syaraf mengirim sinyal stress kepada otak.

Pada usia lanjut, frekuensi terjadinya penyakit syaraf terjepit lebih sering karena kondisi tulang, jaringan otot, dan jaringan syaraf yang sudah mulai melemah. Hal ini menyebabkan mudahnya bagian jaringan syaraf keluar dan mengalami kontak dengan jaringan otot ataupun tulang. Selain itu, rasa sakit yang orang tua rasakan biasanya terabaikan dengan alasan “Namanya juga sudah tua,” sehingga jarang orang tua yang memeriksakan kondisi tubuhnya.

Penyebab Penyakit Syaraf Terjepit

Syaraf terjepit memang sering terjadi pada kelompok usia tua, namun tidak menutup kemungkinan kelompok usia lainnya juga mengalaminya. Beberapa penyebab atau faktor yang dapat membuat seseorang mengalami syaraf terjepit:

  • Usia produktif yang bekerja di kantor atau remaja yang sering berada dalam posisi duduk dalam waktu yang lama. Posisi duduk menyebabkan beban kepala dan tubuh menekan area leher, pundak, dan juga tulung punggung bagian bawah. Beban ini menyebabkan tulang seringkali menjadi kaku dna tegang, sehingga gerakan kecil dapat menyebabkan gesekan dengan syaraf.
  • Perempuan punya potensi lebih besar mengalami syaraf terjepit di area pergelangan tangan. Penyebabnya adalah ukuran tulang yang lebih kecil sehingga lebih mudah untuk beberapa bagian jaringan memberikan tekanan pada syaraf.
  • Riwayat kecelakan. Lebih mudah menemukan kasus penyakit syaraf terjepit pada pasien dengan riwayat kecelakaan. Biasanya, syaraf terjepit menjadi indikasi adanya kondisi yang lebih serius
  • Olahraga berat yang memberikan stress pada bagian tubuh tertentu. Seperti angkat beban, bersepeda, berlari, berenang. Kemungkinan syaraf terjepit karena lupa melakukan pemanasan serta pendingan setelah olahraga juga bisa menjadi penyebab.
  • Berat badan berlebih juga menjadi salah satu penyebab mudahnya terkena penyakit syaraf terjepit.

Pilihan Perawatan

Ada berbagai macam pilihan perawatan untuk membantu menangani penyakit syaraf terjepit. Apabila gejala yang terasa masih ringan dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari maka bisa dengan:

  • Meminum obat pereda nyeri sesuai resep yang tertera pada kemasan.
  • Secara bergantian, kompres area yang terasa sakit dengan kompres dingin dan hangat.
  • Rutin melakukan perenggangan secara perlahan tanpa memaksakan kondisi tubuh.

Apabila rasa nyeri terjadi secara terus-menerus dan mengganggu kegiatan sehari-hari maka dapat melakukan perawatan fisioterapi berupa:

  • Latihan Fisik

Rangkaian latihan gerak tubuh (aktif dan pasif) untuk memperbaiki dan memperkuat jaringan otot dan tulang bersama dengan tenaga profesional.

  • Laser

Memanfaatkan gelombang radioelektromagnetik untuk memperbaiki jaringan, melancarkan peredaran darah, serta meredakan rasa nyeri.

  • Microwave Diathermy

Membantu pemulihan luka pada jaringan lunak, meningkatkan proses perbaikan, serta menurunkan rasa nyeri.

  • Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS)

Membantu menghilangkan rasa nyeri.

  • Manuthera

Terapi untuk merangsang tulang otot punggung bawah agar bergerak secara aktif atau sesuai dengan kebutuhan terapi.

  • Ultrasound

Memanfaatkan gelombang suara tinggi untuk melancarkan pembuluh darah dan memperbaiki jaringan.

Tindakan Minimally Invasive dengan Endoskopi

Sebagai pusat pengobatan saraf terjepit di Jakarta, Lamina Pain and Spine Center menggunakan endoskopi tulang belakang  dengan teknik minimal invasif sebagai penanganan saraf terjepit. Sejak beberapa tahun terakhir penggunaan pembedahan minimal invasif untuk tulang belakang semakin banyak dipertimbangkan karena memiliki risiko kerusakan jaringan dan trauma yang minimal, biaya pengobatan lebih rendah, serta penurunan kebutuhan rawat inap. Selain menggunakan teknik minimal invasif , penanganan syaraf kejepit dilakukan oleh dokter spesialis bedah berpengalaman. Hal inilah yang mungkin bisa menjadi  pertimbangan pasien saat memilih tempat pengobatan saraf kejepit di Jakarta.

Segera lakukan konsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf terbaik di klinik Lamina Pain and Spine Center. Jangan tunggu nyeri akibat saraf kejepit mengganggu aktivitas harianmu. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat     : 16:00 - Selesai


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00