Penyakit Saraf Kejepit Bisa Diatasi Tanpa Operasi

Penyakit saraf kejepit bisa menimbulkan berbagai gejala pada pasien, salah satunya nyeri sendi yang tidak tertahan. Rasa nyeri tersebut bisa muncul dan juga akan diikuti oleh gejala lainnya, seperti kesemutan dan juga kebas. 

Penyakit saraf terjepit terjadi saat saraf menerima tekanan yang berlebih dari jaringan sekitarnya. Jaringan ini bisa berupa tendon, otot, tulang ataupun tulang rawan. Karena kondisi saraf menjalar pada seluruh anggota tubuh, maka keluhan nyeri akibat saraf terjepit ini juga bisa terasa pada berbagai lokasi  tubuh. 

Bagaimana kita mengetahui sedang menderita penyakit saraf kejepit? Selain nyeri, ada juga gejala lainnya yang mungkin akan muncul, seperti:  

  1. Berkurangnya sensitivitas dan mati rasa pada area yang mengalami saraf terjepit, 
  2. Muncul rasa nyeri yang tajam atau seperti terbakar, 
  3. Kebas dan juga kesemutan, 
  4. Otot yang terasa lemah, 
  5. Kaki dan tangan sulit digerakkan. 

Namun, untuk memastikan kondisi sebaiknya melakukan pemeriksaan dengan dokter setelah kamu merasakan gejala di atas.  Dokter mungkin akan menyarankan melakukan MRI untuk melihat saraf bagian mana yang terjepit dan juga sudah seberapa parah. 

Penyebab terjadinya penyakit saraf kejepit

Melansir dari Healthline (2021), ada beberapa posisi tubuh yang bisa meningkatkan risiko terjadinya saraf kejepit, seperti kebiasaan bertumpu pada siku atau kebiasaan menyilangkan anggota kaki dalam durasi yang tidak sebentar. Selain itu ada juga beberapa kondisi yang bisa menyebabkan terjadinya saraf terjepit, seperti: 

  1. Kondisi herniasi diskus, yaitu kondisi yang terjadi saat bantalan pada bagian tulang belakang bergeser dari tempat yang seharusnya. 
  2. Penyakit peradangan sendi atau rheumatoid arthritis, 
  3. Penyempitan yang tidak normal pada bagian tulang belakang, 
  4. Carpal tunnel syndrome atau kondisi yang terjadi saat saraf pada median pergelangan tangan tertekan. 

Selain itu kondisi cedera, memar atau kondisi lain yang menyebabkan pembengkakan pada area tubuh juga bisa menimbulkan penyakit saraf terjepit. Selain berbagai kondisi tersebut, terdapat juga kelompok yang birisiko mengalami penyakit saraf terjepit, seperti: 

  1. Wanita yang memiliki jari serta telapak tangan dengan ukuran kecil, 
  2. Orang yang biasa menggunakan pergelangan tangan dan bahu secara berlebihan, 
  3. Penderita penyakit tiroid, seperti kondisi hipotiroidisme, 
  4. Ibu hamil, 
  5. Penderita penyakit diabetes, 
  6. Orang yang terlalu lama tidur atau kurang bergerak. 

Cara mengobati penyakit saraf kejepit 

Untuk menangani penyakit saraf kejepit adalah dengan mengurangi aktivitas pada bagian tubuh yang terdampak. Penderita sebaiknya membatasi aktivitas yang bisa menjadi penyebab maupun memperburuk tekanan pada bagian saraf. 

Misalnya, jika penyakit saraf kejepit terjadi karena carpal tunnel syndrome, maka penggunaan pembalut pada tangan akan lebih baik termasuk pada saat pasien akan tertidur. Selain itu ada beberapa metode pengobatan penyakit saraf kejepit, seperti: 

1. Fisioterapi 

Untuk mengobati saraf kejepit, kamu bisa memilih metode fisioterapi untuk proses penyembuhan. Fisioterapi bisa memperkuat otot pada daerah yang mengalami saraf terjepit. Latihan memperkuat otot juga bisa membantu mengurangi tekanan pada saraf. 

2. IPM 

IPM atau Interventional Pain Management adalah teknik penyembuhan penyakit saraf kejepit dengan teknik intervensi non bedah yang untuk menghilangkan bantalan atau diskus, sendi atau ligamen yang menghubungkan saraf pada tulang belakang. Selain itu, metode IPM juga bisa menjadi alternatif pilihan pengobatan untuk kondisi nyeri tulang belakang akut dan kronik dengan mengurangi frekuensi dan juga nyeri pada pasien. 

3. Radiofrekuensi

 Radiofrekuensi adalah metode penyembuhan penyakit saraf kejepit dengan mengalirkan aliran listrik yang memiliki gelombang radio untuk memanaskan bagian saraf sehingga tidak dapat mengirimkan sinyal nyeri yang biasa terjadi. 

4. Endoskopi

Mengingat banyak pasien yang merasa khawatir untuk dilakukannya tindakan bedah terbuka, kini telah hadir teknologi minimally invasive, endoskopi yang sudah menjadi salah satu pilihan penanganan saraf terjepit tanpa operasi.

Untuk menangani saraf terjepit di lumbar dapat dilakukan Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD)  atau bila lumbar spinal stenosis bisa dengan Percutaneous Stenoscopic Lumbar Decompression (PSLD). Lebih lanjut,bila pada leher atau servikal dapat dilakukan dengan Percutaneous Endoscopy Cervical Discectomy (PECD).

Teknologi endoskopi memberikan harapan baru pada pasien dengan saraf terjepit yang lebih baik, karena waktu tindakan lebih singkat, proses pemulihan cepat, dan kerusakan jaringan lebih minimal.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00