Penggunaan Korset Lumbal untuk Terapi Saraf Kejepit

Bagi Anda yang pernah mengalami gangguan tulang belakang seperti saraf kejepit tentu tidak asing lagi dengan penggunaan korset lumbal. Sebenarnya, saraf kejepit dapat ditangani dengan beragam cara seperti mengonsumsi obat penghilang nyeri, fisioterapi, penggunaan korset lumbal, hingga operasi. Penanganannya pun berbeda tergantung dari seberapa parah kondisi pasien.

Operasi umumnya dilakukan jika nyeri yang dialami berlangsung lama dan tak kunjung membaik sehingga menyulitkan Anda dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya dokter juga akan menyarankan pasien menggunakan korset lumbal pasca-tindakan untuk menopang tulang belakang dari cedera setelah pembedahan.

Apa Gejala dan Penyebab Saraf Kejepit?

Kondisi ini terjadi karena adanya tekanan berlebih pada saraf dari jaringan di sekitarnya, yaitu otot, tulang, tulang rawan, maupun tendon. Gejalanya bisa berupa rasa kebas, kesemutan, nyeri terpusat, nyeri radikuler, ataupun lemah otot.

Mengutip artikel di laman Cleveland Clinic, ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan jaringan atau tulang menekan saraf, yaitu:

  • Trauma/ cedera karena kecelakaan atau berolahraga
  • Radang sendi yang menimbulkan peradangan pada sendi di sekitar saraf
  • Bertambahnya usia
  • Mengangkat beban berat
  • Melakukan kegiatan berulang dan terus menerus
  • Kegemukan atau obesitas yang dapat menambah tekanan pada saraf
  • Diabetes. Gula darah tinggi dapat menyebabkan gangguan/ kerusakan pada saraf

Apabila Anda mengalami gejala nyeri yang terus berlanjut, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Untuk gejala yang belum parah, dokter umumnya akan memberikan obat penghilang nyeri dan merekomendasikan penggunaan korset lumbal.

Fungsi Korset Lumbal bagi Penderita Saraf Kejepit

Korset lumbal merupakan perangkat luar yang berfungsi untuk menopang struktur tulang belakang. Korset lumbar biasanya terbuat dari bahan yang lembut dan elastis namun kokoh. Salah satu fungsinya yaitu untuk pasien dengan arthritis ataupun ketidakstabilan tulang di bagian pinggang. Penggunaan alat ini juga bertujuan untuk membantu menjaga postur tubuh yang baik.

Namun, korset ini juga seharusnya tidak digunakan dalam jangka waktu lama karena kemungkinan dapat melemahkan bagian otot punggung bawah. Oleh karena itu, penggunaan korset sebaiknya yaitu ketika Anda akan melakukan aktivitas yang melibatkan bagian punggung bawah dan melepasnya setelah selesai beraktivitas. Selain menggunakan korset, dokter akan tetap menyarankan Anda untuk melakukan program latihan penguatan punggung bawah dengan tujuan untuk meningkatkan kekuatan otot.

Selain untuk terapi saraf kejepit, korset lumbal juga bisa digunakan pada pasien dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Kifosis
  • Osteoporosis
  • Skoliosis
  • Cedera/ trauma pada tulang belakang
  • Fraktur tulang belakang
  • Tumor tulang belakang

Penggunaan Pasca-Tindakan

Melansir laman Colorado Spine Institute, setelah tindakan bedah dokter umumnya juga akan menyarankan penggunaan korset lumbar untuk menopang punggung bawah dan mencegah kelemahan otot selama masa pemulihan. Penggunaan korset juga bertujuan sebagai pengingat Anda untuk membatasi berbagai kegiatan dan pergerakan yang berlebihan.

Setelah tindakan bedah, stabilitas tulang belakang biasanya belum sepenuhnya normal. Korset inilah yang memberikan imobilisasi yang dapat membantu menyembuhkan fraktur dengan risiko minimal terkena cedera lebih lanjut. Penggunaannya dapat mencegah gerakan berlebihan pada area belakang seperti fleksi. ekstensi, dan rotasi. Umumnya penggunaan korset lumbar yaitu selama tiga bulan pasca-tindakan.

Pemilihan Korset yang Tepat

Sebelum menggunakan korset, berkonsultasilah terlebih dahulu dengan dokter atau penyedia layanan kesehatan untuk mengetahui jenis korset yang sesuai untuk Anda.

Penggunaannya harus sesuai petunjuk seperti memakainya selama beraktivitas yang dapat berisiko menyebabkan gangguan pada punggung maupun aktivitas lainnya. Anda juga sebaiknya tidak menggunakan korset yang terlalu ketat agar nyaman saat menggunakannya. Korset yang terlalu ketat hanya akan menghambat sirkulasi darah dan memperlambat proses penyembuhan.

Jangan lupa juga untuk memeriksa korset sesering mungkin apabila ada yang rusak atau patah. Hal ini tentunya bisa memengaruhi proses pemulihan saraf kejepit yang Anda alami.

Untuk memilih korset lumbal yang tepat, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter di klinik Lamina Pain and Spine Center. Sebagai pusat pelayanan kesehatan untuk berbagai masalah nyeri dan tulang belakang, Lamina Pain and Spine Center memiliki dokter spesialis saraf berpengalaman dan profesional. Dengan tindakan endoskopi PELD/PSLD Joimax dari Jerman, pasien dapat sembuh dari saraf kejepit tanpa harus operasi dan rawat inap.

Setelah tindakan, dokter akan menyarankan penggunaan korset lumbal untuk menjaga dan mencegah tulang belakang Anda dari cedera.

Nah, jangan lewatkan promo di bulan Juni 2022 ini karena ada potongan harga untuk pembelian korset lumbal hanya di Lamina Pain and Spine Center!

Yuk, selalu jaga kesehatan tulang belakang dengan pola hidup sehat dan hindari aktivitas berat untuk mencegah risiko terkena saraf kejepit!

Lihat cara pemakaian korset lumbal di video berikut:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat     : 16:00 - Selesai


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00