Myofascial pain syndrome adalah

Myofascial Pain Syndrome Adalah Nyeri Kronis Pada Otot dan Sendi

Myofascial pain syndrome atau nyeri myofascial adalah gangguan nyeri kronis yang mempengaruhi sendi dan otot (muskuloskeletal). Myofascial pain syndrome umumnya terjadi karena otot yang mengalami stress setelah digunakan berulang kali. Sebagai contohsaat Anda berolahraga atau mengoperasikan alat berat.

Ada beberapa tanda atau gejala yang mungkin terjadi pada penderita myofascial pain syndrome, diantaranya adalah:

  • Nyeri pada otot atau muskuloskeletal yang kondisinya semakin lama semakin memburuk tanpa ada perbaikan
  • Saat otot yang mengalami nyeri ditekan, rasa nyerinya akan menjalar ke bagian tubuh Anda yang lainnya
  • Gangguan tidur yang disebabkan rasa sakit pada sebagian otot atau seluruh tubuh
  • Muncul kelemahan pada otot atau sebaliknya kaku otot
  • Aktivitas gerak tubuh yang menjadi terbatas

Penyebab Utama Myofascial Pain Syndrome Adalah?

Mereka kelompok orang dengan myofascial pain syndrome atau MPS, titik nyeri yang dialami khususnya berpusat di dalam fascia. Fascia merupakan selubung tipis berwujud jaringan serat yang menyelimuti otot. Saat facia ditekan, rasa nyeri yang dialami pasien bisa terasa ke area tubuh lainnya, dan kondisi ini sangat mengganggu penderita.

Baca juga : Korset untuk syaraf kejepit

Bahkan dari beberapa literatur medis yang ada, rasa sakit karena myofascial pain syndrome dapat terus berlanjut bahkan semakin memburuk. Terdapat beberapa faktor yang meningkatkan risiko nyeri otot akibat myofascial pain syndrome, diantaranya adalah :

  1. Cedera pada otot. Cedera pada otot umumnya bersifat akut, adanya penekanan otot akan berlanjut pada terjadinya nyeri yang terasa menjalar. Gerakan berulang dan postur tubuh yang salah dapat meningkatkan risiko terjadinya nyeri myofascial pain syndrome.
  2. Stres dan cemas. Orang yang sering mengalami stres dan kecemasan cenderung meningkatkan titik pemicu pada otot. Salah satu teori yang mendukung kondisi ini adalah orang-orang cenderung mengepalkan ototnya. Hal ini merupakan suatu bentuk ketegangan berulang yang membuat otot rentan terhadap titik pemicu.

Faktor lain penyebab myofascial pain syndrome adalah

Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko myofascial pain syndrome adalah gizi buruk, kurang aktivitas olahraga, kelelahan, perubahan hormon (menopause), kelebihan berat badan, dan merokok. Hal lain yang dapat memicu adalah sering berada di ruangan yang dingin seperti saat tidur di ruangan ber-AC.

Bagaimana myofascial pain syndrome didiagnosis?

Dalam mendiagnosis myofascial pain syndrome, dokter akan mencari titik yang menjadi memicu nyeri otot. Dokter juga mencari nodul lunak yang memicu nyeri ketika dilakukan penekanan. Secara medis terdapat dua jenis titik pemicu myofascial pain syndrome, diantaranya adalah :

  • Titik pemicu aktif. Titik ini berupa nodul lunak di dalam otot yang terkait dan dapat memicu nyeri atau kedutan (berdenyut) saat ditekan
  • Titik pemicu laten. Merupakan titik pemicu rasa nyeri ketika dilakukan tekanan. Titik ini tidak akan menimbulkan nyeri dalam jangka waktu lama, tapi dapat terpicu ketika Anda mengalami stres atau trauma.

Terapi myofascial pain syndrome

Myofascial pain syndrome adalah

Myofascial pain syndrome adalah penyebab nyeri kronik pada sendi dan otot

Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengatai myofascial pain syndrome, cara-cara tersebut mulai dari obat, hingga terapi bedah, termasuk diantaranya adalah :

Obat yang direkomendasikan untuk mengatasi myofascial pain syndrome, diantaranya;

  • Obat anti inflamasi non steroid atau NSAID, seperti contoh ibuprofen dan paracetamol.
  • Obat penghilang rasa sakit atau analgesik, seperti contoh lidocaine, diclofenac, tramadol, dan tropisetron.
  • Obat jenis relaksan otot, seperti contoh benzodiazepine dan tizanidin yang berfungsi mengurangi kejang otot.
  • Obat antikonvulsan, seperti contoh gabapentin dan pregabalin yang mampu mengurangi nyeri dan kejang pada otot.
  • Obat golongan antidepresan trisiklik yang bermanfaat mengatasi rasa sakit kronis, fibromyalgia, dan nyeri saraf, yang mirip MPS.
  • Terapi botox

Terapi Lain

Ada banyak terapi yang dapat digunakan untuk meredakan rasa sakit akibat myofascial pain syndrome, seperti diantaranya dry needling dan terapi pijat. Ultrasound terapi dalam beberapa literatur telah berhasil mengatasi nyeri MPS yang berhubungan dengan rheumatoid arthritis (rematik).

Perubahan gaya hidup

Ada beberapa langkah perubahan gaya hidup yang bisa Anda lakukan di rumah untuk mengurangi rasa sakit dan meningkatkan kualitas hidup penderita myofascial pain syndrome, yaitu:

  1. Pemilihan kursi kantor yang baik untuk memperbaiki postur tubuh Anda.
  2. Coba sesuaikan tingkat ketinggian komputer Anda, sehingga jatuh pada garis pandang alami Anda atau tidak terlalu menunduk.
  3. Pilih matras tidur yang baik yang sesuai dengan posisi tidur Anda.
  4. Latihan yoga, pilates, atau teknik peregangan dapat meningkatkan kualitas hidup pasien dengan myofascial pain syndrome.
  5. Gunakan alat pijat pribadi atau getar.
  6. Mulai program olahraga atau latih otot.
  7. Kurangi stres.
  8. Kompres dingin segera setelah mengalami cedera otot. Gunakan juga kompres hangat untuk mengobati peradangan pada otot.
  9. Mandi menggunakan air panas.

Meskipun semua orang pernah mengalami nyeri otot. Namun, jika nyeri pada otot tidak hilang atau semakin berat, meski sudah beristirahat atau konsumsi obat penghilang nyeri. Segera hubungi dokter Lamina Pain and Spine Center untuk mendapatkan perawatan yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini