Mengetahui Derajat Skoliosis dan Penanganan yang Tepat

Untuk mengetahui derajat skoliosis, biasanya dokter akan melihat dari hasil pemeriksaan Rontgen ataupun CT-Scan. Skoliosis adalah suatu kondisi ketika tulang belakang mengalami kelainan dan melengkung ke samping seperti huruf C atau S. Gangguan sistem rangka tulang belakang ini dapat menyerang bayi, anak pada masa pertumbuhan, remaja, hingga usia dewasa. Bagi para orang tua, sebaiknya waspada dan perhatikan sejak dini jika ada gejala atau tanda skoliosis pada anak Anda.

Biasanya, skoliosis hanya menyebabkan keluhan yang ringan, namun jika tida tertangani dengan baik maka bisa bertambah parah. Lengkungan skoliosis yang parah dapat menimbulkan kerusakan sendi dan gangguan pada organ vital di sekitarnya.

Jenis-jenis Skoliosis

Pada kondisi skoliosis ringan, biasanya tidak menimbulkan tanda ataupun gejala yang parah. Namun, terkadang terlihat dari bahu yang miring, pinggang atau pinggul yang tidak sejajar, dan tonjolan tulang belikat pada satu sisi tubuh. Bahkan, jika kondisi skoliosis semakin parah, Anda akan sering merasakan nyeri punggung, kesemutan atau mati rasa pada area punggung dan sekitarnya.

Penyakit skoliosis terbagi menjadi beberapa jenis, antara lain:

  • Skoliosis kongenital. Kelainan tulang belakang yang terjadi karena tidak sempurnanya perkembangan vertebra dalam tubuh janin saat masih dalam kandungan.
  • Skoliosis idiopatik. Umumnya terjadi pada anak usia 10-18 tahun yang sedang dalam masa pertumbuhan.
  • Skoliosis degeneratif. Biasanya terjadi pada orang dewasa yang pernah memiliki skoliosis sebelumnya. Seiring bertambahnya usia, tulang mengalami keausan sehingga menjadi bengkok.
  • Skoliosis neuromuscular. Jenis skoliosis ini disebabkan oleh adanya kelainan pada sistem saraf atau sistem otot.
  • Skoliosis sindromik. Penyebabnya yaitu karena adanya sindrom pada diri seseorang seperti sindrom Marfan dan Ehlers-Danlos, yang terjadi karena gangguan jaringan ikat.

Tingkat Keparahan Derajat Skoliosis

  • Skoliosis Ringan

Skoliosis ringan ditandai dengan kurva atau lengkungan sudut tulang belakang (sudut Cobb) kurang dari 20 derajat.

  • Skoliosis Sedang

Kelengkungan tulang belakang pada penderita skoliosis sedang yaitu 40-45 derajat. Jika dibiarkan, skoliosis bisa berkembang menjadi skoliosis berat.

  • Skoliosis Berat

Jenis ini terlihat dari lengkungan tulang belakang yang lebih dari 45 derajat. Biasanya timbul gejala sesak, lemas, penurunan tinggi badan, dan lainnya.

Penanganan Skoliosis yang Tepat

Kebanyakan kasus skoliosis ringan tidak memerlukan penanganan khusus. Anda hanya disarankan untuk memantau kondisi kesehatan, melakukan olahraga ataupun terapi fisik khusus penderita skoliosis. Olahraga yang bisa Anda lakukan di rumah yaitu yoga atau stretching dengan gerakan tepat yang tidak menambah beban pada tulang belakang. Dengan latihan yang tepat tentunya dapat membatu mengurangi nyeri dan meningkatkan fleksibilitas tubuh.

Untuk penanganan skoliosis sedang, dokter akan menyarankan penggunaan korset khusus untuk mencegah risiko tulang belakang semakin melengkung. Anda juga mungkin memerlukan terapi lainnya agar tidak menambah lengkungan derajat skoliosis.

Pada kasus skoliosis berat, dokter akan melakukan tindakan pembedahan atau operasi. Tujuannya adalah untuk memperbaiki struktur tulang belakang yang sudah sangat melengkung. Tindakan operasi ini tentunya juga akan mempertimbangkan beberapa faktor, seperti efek pada bagian tubuh lain, bentuk lengkungan tulang belakang, dan tinggi badan.

Untuk membantu memperlambat bertambahnya lengkungan tulang belakang, lakukan olahraga secara teratur dengan panduan dan pengawasan dari terapis ahli. Hal ini bertujuan untuk menghindari kesalahan gerakan yang malah bisa menimbulkan perburukan kondisi.

Rehabilitasi medik juga penting bagi pasien penderita skoliosis untuk mengurangi nyeri. Salah satu terapi manual yang tepat yaitu dengan Manuthera Lojer 242 untuk mengatasi masalah tulang belakang dan disfungsi sendi. Manuthera meja terapi 4 ‘sendi’ ini mempunyai gerakan ergonomis yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan terapi dan posisi anatomik yang ingin dilatih.

Silakan berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter di Lamina Pain and Spine Center untuk mengetahui kondisi skoliosis Anda dan penanganan yang tepat.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa menghubungi Care Line Officer Lamina pada nomor yang tertera di kontak.

Baca juga: Kenali Tanda-tanda Skoliosis dan Komplikasi yang Harus Diwaspadai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat     : 16:00 - Selesai


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00