Mengapa Operasi Saraf Kejepit Masih Menjadi Hal yang Menakutkan? Ini Alasannya

Hingga saat ini, masih banyak orang yang merasa takut untuk menjalani operasi saraf kejepit. Pasalnya, operasi bedah terbuka pada tulang belakang bisa menyebabkan kelumpuhan. Saraf kejepit memang kerap dianggap sepele, sehingga penanganannya terkadang tidak tepat. Beberapa orang mungkin memilih untuk mengonsumsi obat anti nyeri, beristirahat, atau melakukan pijatan pada bagian yang sakit. Padahal, dengan perkembangan teknologi canggih sekarang, saraf kejepit tidak harus melalui operasi besar dan menggunakan tindakan minimal invasif seperti endoskopi tulang belakang.

Seberapa Bahayakah Saraf Kejepit Jika Dibiarkan?

Menurut dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, dokter spesialis bedah saraf di Lamina Pain and Spine Center, saraf kejepit merupakan kondisi serius yang terjadi akibat adanya bantalan tulang yang menonjol keluar dan menekan saraf di sekitarnya. Tekanan pada saraf inilah yang bisa menimbulkan rasa nyeri berkepanjangan jika dibiarkan dan tidak mendapatkan pengobatan.

Pada beberapa kasus dengan gejala ringan, saraf kejepit sebenarnya bisa sembuh dengan sendirinya seiring waktu. Penanganan saraf kejepit seperti minum obat pereda nyeri, obat anti inflamasi, atau relaksan otot dapat membantu menghilangkan rasa sakitnya.

Sayangnya, terkadang obat-obatan tersebut tidak memberikan hasil maksimal pada kesembuhan Anda. Jika nyerinya terus dibiarkan, gejalanya bisa bertambah parah, seperti nyeri hebat yang menjalar hingga ke luar, sering kebas dan kesemutan, kelemahan otot, hingga tidak bisa mengontrol rasa ingin buang air kecil atau buang air besar.

Penyebab Umum Saraf Kejepit

Umumnya, saraf kejepit terjadi karena faktor degeneratif. Pertambahan usia membuat kondisi tulang ataupun sendi mengalami keausan (wear and tear), sehingga bantalan ruas tulang belakang semakin menyempit atau melemah. Selain faktor degenaratif, ada berbagai kondisi lainnya yang juga menjadi penyebabnya, yaitu:

  • Cedera akibat berolahraga, terjatuh atau kecelakaan
  • Tekanan dari aktivitas berulang atau gerakan yang mendadak, seperti memutar badan
  • Rheumatoid arthritis
  • Radang sendi, biasanya terjadi pada pergelangan tangan
  • Kegemukan atau obesitas

Pada orang dengan kondisi tertentu seperti penderita diabetes, osteofit, rematik, atau obesitas sangat rentan terkena saraf kejepit. Oleh karena itu, tetap jalani hidup sehat dan hindari hal-hal yang dapat memicu saraf kejepit.

Apabila rasa nyeri masih terus muncul dan tak kunjung membaik, maka sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter spesialis bedah saraf untuk pengobatan yang tepat.

Benarkah Operasi Saraf Kejepit Bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Selama ini orang masih sering menganggap bahwa saraf kejepit dapat sembuh dengan operasi bedah terbuka. Namun, banyak juga ketakutan terhadap operasi besar karena bisa menyebabkan kelumpuhan.

Pada prosedur laminektomi, dokter akan melakukan pengangkatan sebagian atau seluruh lamina. Lamina adalah bagian-bagian tulang kecil yang menumpuk dan membentuk struktur lengkungan pada ruas tulang belakang. Tujuannya yaitu untuk mengurangi atau menghilangkan tekanan pada saraf yang dapat menyebabkan rasa nyeri.

Prosedur ini bisa menimbulkan risiko komplikasi, seperti perdarahan, infeksi, pembekuan darah, kerusakan saraf, hingga kebocoran cairan tulang belakang.

Untuk mencegah berbagai komplikasi tersebut, Anda bisa berdiskusi dengan dokter terkait mengenai metode pengobatan yang tepat dan minim risiko.

Penanganan Tepat dengan Endoskopi Joimax

Jika operasi bedah terbuka memiliki risiko besar terjadi komplikasi, maka Anda bisa memilih pengobatan lainnya. Berkonsultasilah dengan dokter spesialis bedah saraf berpengalaman agar saraf kejepit Anda tertangani segera.

Pengobatan saraf kejepit kini tak harus dengan operasi besar atau konvensional. Akan tetapi, teknik endoskopi tulang belakang lebih terpercaya dalam mengatasi saraf kejepit. Di Lamina Pain and Spine Center, kami menggunakan berbagai metode pengobatan berteknologi tinggi untuk mengatasi saraf kejepit. Salah satu yang paling unggul dan terbaik dari metode lainnya, yaitu endoskopi Joimax.

Endoskopi Joimax merupakan tindakan minimal invasif yang hanya membutuhkan satu portal atau satu sayatan kecil untuk memasukkan kamera khusus dan alat dekompresi endoskopi. Alat endoskopi lebih memudahkan dokter dan pasien dalam menjalani prosedurnya. Sebagai tindakan minimal invasif, dokter tidak perlu merusak atau membuang banyak jaringan di sekitar saraf. Sehingga, kerusakan jaringan pun lebih minimal dan risiko komplikasi menjadi kecil.

Tindakan ini lebih aman dan waktu tindakannya juga relatif singkat. Selain itu, Anda tidak memerlukan bius lokal dan dapat pulang ke rumah untuk kembali beraktivitas. Jangan lupa juga untuk melakukan kontrol pasca tindakan agar dokter dapat memantau kondisi kesehatanmu untuk mempercepat proses penyembuhan.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi Care Line Officer Lamina Pain and Spine Center pada nomor kontak yang tertera. Anda bisa berkonsultasi dengan tim dokter spesialis bedah saraf Lamina yang telah berpengalaman dan memiliki jam terbang tinggi dalam menangani 1700 pasien dengan endoskopi Joimax.

Simak video berikut tentang endoskopi Joimax untuk saraf kejepit:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat     : 16:00 - Selesai


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00