makanan sehat

Ini Dia Kombinasi Makanan Sehat yang Baik Dikonsumsi

Makanan sehat adalah makanan yang mengandung aneka nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh agar sistem imun tubuh sehat sehingga Anda dapat melakukan pekerjaan atau aktivitas harian.

Untuk hidup sehat, tidak hanya perlu makanan, tetapi juga perlu diimbangi oleh olahraga secara teratur agar berat badan Anda pun tetap ideal.

Agar kebutuhan tubuh akan zat gizi (vitamin dan mineral) terpenuhi, Anda perlu mengonsumsi beragam makanan, namun ini sebaiknya disesuaikan dengan beberapa faktor, misalnya usia, tingkat aktivitas fisik dan lainnya.

Makanan Sehat Perlu Pasangan yang Pas

Makan makanan tertentu tidak hanya kelezatannya saja yang dicari namun juga perlu dipahami manfaat penyerapan zat-zat gizi yang terkandung di dalamnya.

Ternyata bila makanan atau minuman tersebut dikonsumsi dengan makanan lain secara bersamaan, justru tubuh dapat mendapatkan manfaat yang lebih darinya.

Jadi ada beberapa makanan tertentu yang memiliki hubungan sinergis antara satu dengan lainnya yang tentu saja bermanfaat bagi tubuh. Manfaatnya antara lain:

  • Penyerapan nutrien atau zat gizi menjadi lebih baik atau optimal.
  • Mengoptimalkan manfaat antioksidan, vitamin, mineral dan bahan lainnya yang terkandung di dalamnya
  • ‘Pasangan’ makanan ini akan saling membantu agar proses penyerapan dalam tubuh menjadi optimal

Makanan Sehat Apa Saja?

Berikut ‘pasangan’ makanan yang saling bahu membahu agar nutrisi di dalamnya dapat terserap lebih baik lagi dalam tubuh atau akan saling bekerja sama untuk membantu menjaga kesehatan tubuh:

Suplemen Vitamin D dan Pisang

Pisang merupakan sumber magnesium yang berperan penting dalam mengaktivasi vitamin D dalam tubuh, hal ini sesuai dengan hasil review dalam ‘Journal of the American Osteopathic Association’, magnesium dalam darah akan mengaktivasi vitamin D dalam tubuh.

Makanan kaya magnesium: bayam, almond, kacang mede.

Vitamin C dan Zat Besi

Zat besi berperan membantu membawa oksigen ke otot, otak dan seluruh tubuh. Sedangkan vitamin C membantu memecah zat besi sehingga lebih mudah diserap oleh tubuh.

Peran vitamin C juga membantu menjaga kesehatan gusi, jantung, dan kulit serta membantu sel-sel tubuh menyerap lebih banyak zat besi.

Makanan tinggi zat besi contohnya daging merah, daging ayam, telur. Vitamin C terkandung dalam jeruk, papaya dan lainnya.

Vitamin A (beta-karoten) dan Lemak

Beta karoten dalam vitamin A memerlukan lemak agar dapat diserap tubuh dan mengubahnya menjadi vitamin A yang membantu berperan dalam menjaga kulit, sistem imun dan sistem reproduksi.

Beta-karoten ada dalam wortel, apricot, ubi, papaya. Lemak sehat ada dalam kacang-kacang seperti almond, kenari, dan di buah zaitun, alpukat.

Tomat dan Minyak Zaitun (Olive Oil)

Tomat kaya akan likopen (salah satu jenis karotenoid) yang berperan dalam membantu menjaga kesehatan jantung dan membantu memerangi kanker tertentu, seperti paru, payudara dan yang terutama kanker prostat.

Agar tubuh mendapatkan manfaat karotenoid ini, tomat harus dimasak dan karena termasuk ke dalam larut lemak maka perlu dipasangkan dengan lemak, yaitu minyak zaitun.

Minyak ini akan meningkatkan bioavailabilitas (perbandingan antara jumlah zat gizi yang dapat diserap tubuh dengan zat gizi yang dikonsumsi) likopen dalam tomat sehingga tubuh dapat mendapatkan manfaatnya lebih baik.

Kalsium dan Inulin (oligofruktosa)

Bila pencernaan Anda sering bermasalah, dengan inulin dapat membantu bakteri sehat dalam saluran cerna dalam jumlah yang seimbang. Inulin ini juga dapat membantu menyehatkan tulang dengan meningkatkan penyerapan kalsium. Inulin terkandung dalam bawang putih, bawang bombai, asparagus, pisang. Kalsium ada di susu, tofu, salmon.

Vitamin E dan vitamin C

Salah satu fungsi vitamin E adalah melindungi sel-sel mata dari radikal bebas yang berisiko dapat merusak jaringan mata sehingga memicu timbulnya katarak atau degenerasi makula (age-related macular degeneration).

Sedangkan vitamin C merupakan salah satu antioksidan terkuat yang dapat membantu melindungi tubuh dari kerusakan stres oksidatif akibat radikal bebas, yang nantinya juga akan membantu menurunkan risiko terjadinya katarak.

Vitamin C didapatkan di kiwi, jambu, brokoli, stroberi dan vitamin E ada dalam kacang kedelai, selai kacang.

Vitamin Larut Lemak (vitamin A, D, E, dan K) dan Lemak

Saluran cerna (usus) dapat dengan baik menyerap beberapa vitamin larut lemak ini bila ‘dipasangkan’ dengan lemak.

Hal ini diperlukan agar penyerapan terjadi maksimal mengingat defisiensi vitamin ini kemungkinan dikaitkan dengan risiko kanker dan diabetes.

Pasangan lemaknya antara lain olive oil, kacang-kacangan (almond, kenari), alpukat. Vitamin K ada di dalam kuning telur, bayam, asparagus.

Selai Kacang dan Pisang

kombinasi makanan sehat

kombinasi makanan sehat

Protein dan serat yang ada dalam selai kacang dapat bekerja melawan efek gula yang ada dalam buah.

Bisa juga dengan kacang almond yang dapat membantu memperlambat penyerapan gula sehingga kadar gula darah tetap stabil.

Zinc dan Sulfur

kombinasi makanan

Keduanya ini berperan membantu membangun sistem imun kuat.

Senyawa sulfur (belerang) terkandung dalam bawang putih dan bawang bombai, tidak hanya menyedapkan makanan, tetapi juga dapat membantu meningkatkan penyerapan zinc, yang ada di gandum, roti gandum, beras merah.

Zinc diperlukan tubuh untuk membantu mempercepat penyembuhan luka.

Kunyit dan Lada Hitam

kombinasi makanan

kombinasi makanan

Kunyit mengandung curcumin yang berperan sebagai antioksidan kuat dan mengandung faktor antiperadangan (antiinflamasi) serta membantu meringankan gas dalam saluran cerna, peradangan sendi (artritis) dan ginjal (sesuai hasil studi dalam Redox Biology).

Agar dapat bekerja optimal, curcumin ini memerlukan pasangan yaitu piperin (alkaloid) dalam lada hitam sehingga perannya dalam tubuh lebih efisien.

Keduanya bekerja berdampingan untuk membantu mencegah terjadinya terbentuknya batu empedu, dan membantu menjaga kesehatan tulang dengan menekan aktivitas osteoklas.

Lada hitam berperan membantu memperlancar/perbaikan proses pencernaan, mengatur sinyal saraf, perbaikan proses metabolisme tubuh dan membantu mencegah kenaikan berat badan berlebihan (obesitas). Dari hasil beberapa studi menunjukkan lada hitam ini juga mengandung antioksidan, antiinflamasi, dan antimikroba seperti kunyit.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini