Makanan yang Perlu Dikurangi pada Penderita Nyeri Sendi

Jakarta — Radang sendi atau osteoartritis merupakan kondisi bantalan tulang rawan (kartilago) antara sendi sudah mengalami kerusakan sehingga sendi pun menjadi nyeri dan bengkak.

Dengan mengonsumsi makanan yang tidak tepat malahan nanti dapat memicu timbulnya gejala-gejala OA, misalnya nyeri pada sendi, bengkak, kaku di pagi hari, sulit bergerak bebas, dan sulit tidur di malam hari akibat nyerinya.

Berikut ini ada beberapa makanan yang sebaiknya dikurangi atau dihindari, yaitu:

  • Selain berkontribusi terhadap penambahan berat badan, kemungkinan gula juga dapat memicu pelepasan sel-sel tertentu yang memicu peradangan.
  • Garam dapat menyebabkan sel menarik air, sehingga kemungkinan dapat memperburuk OA. Terlalu banyak mengonsumsi garam dapat memperburuk pembengkakan akibat OA. Makanan olahan atau kemasan sering mengandung kadar garam tinggi.
  • Lemak trans (transfat) dan lemak jenuh, yang misalnya terkandung dalam makanan olahan dan makanan matang, dan makanan ini dapat memicu peradangan.
  • Monosodium glutamat (MSG). MSG merupakan zat aditif makanan yang sering digunakan sebagai penyedap rasa dan biasanya terkandung secara tersembunyi pada makanan-makanan siap saji seperti sup, dan sebagainya. Aditif lain, seperti pemanis, mungkin memiliki efek yang serupa.
  • Asam lemak Omega-6. Bila asam lemak Omega-3 dapat membantu penderita artritis, namun asam lemak Omega-6 kemungkinan dapat meningkatkan produksi bahan kimia dalam tubuh yang bersifat inflamasi. Makanan yang mengandung Omega-6, misalnya minyak jagung, kuning telur, daging merah.
  • Menurut Arthritis Foundation, alkohol ini dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat-obatan tertentu, misalnya obat antinyeri.
  • Makanan yang digoreng. Arthritis Foundation menjelaskan makanan dengan tinggi asam lemak jenuh, seperti gorengan, donat, kemungkinan dapat memicu proses inflamasi pada tubuh yang dapat memperburuk nyeri akibat OA. Minyak yang digunakan untuk menggoreng dapat menyebabkan terjadinya reaksi kimiawi dalam tubuh dan dapat memicu meningkatnya kadar kolesterol.
  • Makanan dibuat dari tepung, misalnya roti putih, kemungkinan dapat memicu respons tubuh sehingga dengan mengonsumsi makanan olahan – seperti pasta, sereal – terlalu banyak dapat membuat nyeri OA memburuk. Aditif, seperti ragi, yang mengandung gluten mungkin juga bisa memengaruhi nyeri akibat OA.
  • Makanan yang dapat membentuk asam, misalnya daging merah, jeruk. Akumulasi asam dalam tubuh dapat menandakan kemungkinan adanya pembengkakan pada sendi.

Apa Lagi yang Perlu Dilakukan?

Penurunan berat badan dan aktivitas fisik intensitas rendah dapat membantu mengurangi rasa nyeri dan menurunkan kadar kolesterol.

Peneliti menemukan bahwa kadar kolesterol tinggi sering dikaitkan dengan radang sendi. Profesor Ali  Mobasheri dari University of Surrey di Guildford (Inggris) mengatakan, kombinasi diet dan olahraga teratur diperlukan untuk menjaga sendi agar tetap sehat.

Gaya hidup juga harus dipertimbangkan. Bukti menunjukkan, merokok dan minuman alkohol, secara negatif dapat memengaruhi metabolisme tubuh di hati sehingga berisiko meningkatkan proses peradangan dan penyakit di dalam tubuh.

Selain itu ada keterkaitan antara antara nyeri sendi, seperti frozen shoulder dengan spondilosis servikal dengan jenis makan yang dikonsumsi.  Gorengan, makanan pedas, berminyak, asupan daging berlebih, dan makanan olahan (permen, roti, dan produk gandum olahan) merupakan salah satu faktor yang memberatkan kondisi radang sendi.

Jenis makanan tersebut dapat menyebabkan kadar asam di dalam darah meningkat sehingga ginjal tidak mampu mengatasinya. Oleh karena itu asam ini menjadi salah satu faktor penyebab peradangan/inflamasi pada sendi-sendi. (**)