Kode ICD 10

Kode ICD 10 Di Indonesia

Keakuratan kode ICD 10 dalam diagnosis menjadi sangat penting. Karena kaitannya dengan pembayaran klaim pihak rumah sakit, era BPJS sekarang ini. Petugas rekam medis salah satu tugasnya mengkodekan diagnosis penyakit. Koder yang profesional harus memiliki pendidikan perekam medis yang memadai. Khususnya pada materi kode ICD 10. ICD 10 adalah suatu klasifikasi dan kodefikasi penyakit secara internasional yang sudah diterapkan di Indonesia sejak 1997, dan direkomendasikan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Berikut ini daftar kode ICD 10 terlengkap yang berisikan kode diagnosis penyakit mulai dari A sampai Z. Semoga membantu para koder, dan meminimalisir kesalahan pencarian bisa dilakukan melalui 2 bahasa Ingris dan Indonesia. Untuk pencarian melalui PC atau desktop silahkan tekan “Ctrl + F”. Lalu masukkan nama diagnosis yang ingin dicari sebagai contoh “Abdominal Pain” atau “Nyeri Abdominal” atau dapat juga “HNP” atau “Saraf Terjepit” seperti di Klinik Lamina.

Sementara untuk pencarian kode ICD 10 menggunakan smartphone, silahkan tekan titik tiga di sudut kanan atas, lalu cari pilihan “Cari di halaman”. Ketik kode diagnosis ICD 10 yang Anda ingin ketahui dalam bahasa Ingris atau Indonesia, laltu tekan “Cari” atau gambar “Kaca pembesar” dalam keyboard ponsel Anda.

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit A Bagian 1

Berikut ini tersusun berdasarkan nomer dan abjad untuk kode diagnosis ICD 10. Bedakan antara penulisan 0 (Angka kosong) dengan huruf O (huruf O) yang terlihat lebih besar dalam pengkodean ICD 10 ini. Semoga bisa membantu rekan-rekan koder terkait pengisian rekam medis, baik di Klinik maupun Rumah Sakit.

  1. Abdominal pain R10
  2. Ablasi dan kerusakan retina H33
  3. Ablasio retina / Cornea H33.2
  4. Abortus iminens O20.0
  5. Abortus infeksius O08.0
  6. Abortus inkomplit O06.9
  7. Abortus insipiens O02.1
  8. Abortus lainnya O05
  9. Abortus medik O04
  10. Abortus spontan O03
  11. Abses (luka) L02.9
  12. Abses abdominal K65.0
  13. Abses Axila L02.4
  14. Abses apendicular/ apendikes K 35.1
  15. Abses bartolini N75.1
  16. Abses beplum J34.0
  17. Abses CD N73.5
  18. Abses cerebri Q06.0
  19. Abses colli L02.1
  20. Abses cornea H16.3
  21. Abses coxal Q76.4
  22. Abses dada J86.9
  23. Abses ginggival K05.2
  24. Abses ginjal N15.1
  25. Abses hati amuba A 06.4
  26. Abses hati/ liver/ hepar K75.0
  27. Abses ingunialis L02.2
  28. Abses kepala L02.8
  29. Abses lutut kiri/ axila/ femur/ femoral L02.4
  30. Abses mama N61
  31. Abses mandibula K10.0
  32. Abses otak G06.6
  33. Abses pada dada J86.9
  34. Abses pagina N76.0
  35. Abses palatum K12.2
  36. Abses palpebra H00.0
  37. Abses pancereas K85
  38. Abses pantat/ buttock/ glutea L02.3
  39. Abses paraparingeal J39.0
  40. Abses parienal K61.0
  41. Abses paru J 85.1, .2
  42. Abses paru J85.1
  43. Abses peritonsilaris J36
  44. Abses perodental K05.2
  45. Abses perut K65.0
  46. Abses pinggang kiri L02.2
  47. Abses pipi L02.0
  48. Abses post operasi/ luka oprasi T81.4
  49. Abses renal N15.1
  50. Abses Retroperitonial K65.0

Kode ICD 10 Diagnosis Penyakit A Bagian 2

Kode ICD 10

Kode ICD 10

Ingat untuk selalu membedakan kode ICD 10 antara penulisan 0 (Angka kosong) dengan huruf O (huruf O) yang terlihat lebih besar dalam pengkodean ICD 10 ini.

  1. Abses submandibula K12.2
  2. Abses thorax J86.9
  3. Abses turbo ovarial (ATO) N70.9
  4. Abses umbilikal/ dinding (Abdomen punggung) L02.2
  5. Achalasia cardia / esofagus K22.0
  6. Achelasia congenital Q39.5
  7. Achelasia pylorus Q40.0
  8. Acute abdomen R10.0
  9. Acute laringo tracea bronchitis J20.9
  10. Acute myelocitic leukemia (AML) C92.0
  11. Acute respiratory distress syndrom J80
  12. Acute hepatic failure K72.0
  13. Adamantinoma D16.5
  14. Adenocarcinoma C11.1
  15. Adenocarcinoma gaster C16.9
  16. Adenocarcinoma Colon C18.9
  17. Adenocarcinoma paru C34.9
  18. Adeno tonsilitis cronis J35.2
  19. Adenomycosio N80.0
  20. Adnexitis N70.9
  21. After Coming head O64.1
  22. Agranulositosus D 70
  23. Akibat dari kemasukan benda asing melalui lubang tubuh T15, T17 – T19
  24. Alergi T78.4
  25. Alergi rhinitis akibat kerja J 30.3
  26. Acute lymphoblastic leukemia C95.7
  27. Acute lymphocytic leukemia C91.0
  28. Amoebiasis A06.9
  29. Amoebiasis lainnya A06.0-.3 .5-.9
  30. Amenorrhea N91.2
  31. AMI (infark miokard akut) I21.9
  32. Amputasi jari kaki satu S98.1
  33. Anemia (gravis) D64.8
  34. Anemia aplastik lainnya D 61
  35. Anemia defisiensi zat besi D 50
  36. Anemia hemolitik D58.9
  37. Anemia lainnya D 51 – D 58, D 60, D 62 – D 64
  38. Anemia paska pendarahan D50.0
  39. Anencefalus bayi Q00.0
  40. Anencefalus ibu Q35.0
  41. Aneurisme Aorta Abdominal I71.4
  42. Aneurysma aorta I71.9
  43. Angina pectoris I20.9
  44. Angina pectoris unstable/ pasca infark I20.0
  45. Angiofibroma nasofaring D10.6
  46. Angioauritic Alergi T78.3
  47. Anomali intra cranial Q89.9
  48. Anomia post partum O99.0
  49. Anoptalmia Q11.1
  50. Anorexia R63.0
  51. Anthraks A 22
  52. Antonea Uteri O62.2
  53. Anxietas F41.9
  54. Aorta insufisianis I35.1
  55. Aorta stenosis Q25.3
  56. Apasia R47.0
  57. APB (Allergic Bronchopulmonary) O48.9
  58. Apekia H27.0
  59. Apendicitis K37
  60. Apendicitis akut K35.9
  61. Apendicitis kronis K36
  62. Apendicitis perforasi K35.0
  63. Apendicular K38.1
  64. Apendix infilltrat K38.1
  65. Apnea R06.8
  66. Apnea bayi P28.4
  67. Apneic spell R06.8
  68. AR (Allergic rhinitis) A06.9
  69. Aritmia I49.0
  70. Artialgia M25.5
  71. Artretis M13.9
  72. Artritis belia M08 – M09
  73. Artritis piogenik dan artritis pada penyakit infeksi dan parasit YDK di tempat lain M00 – M01
  74. Artritis reumatoid M05 – M06
  75. Artropati dan artritis M12 – M14
  76. Artropati reaktif M02 – M03
  77. Artrosis M15 – M19
  78. Ascariasis B77.9
  79. Ascites R18
  80. ASD (Atrial septal defect) Q21.1
  81. Akseptor implant Z31.2
  82. Asidosis metabolik E87.2
  83. Asma akibat kerja J 45
  84. Asma bronkial J45.9
  85. Asfiksia R09.0
  86. Asfiksia berat P21.0
  87. Asfiksia ringan P21.1
  88. Aspirasi hidung T17.1
  89. Aspirasi mekonium P24.0
  90. Aspirasi minyak tanah/ benda asing/ makanan T17.9
  91. Aspirasi pneumonia dewasa J69
  92. Aspirasi pneumonia bayi P24.1
  93. Astenea R53
  94. Atelaktasis J98.1
  95. Aterosklerosis I 70
  96. Atoroma I70.9
  97. Atresia ani Q42.3
  98. Atresia duodeni Q 41.0
  99. Atresia Ileum Q41.0
  100. Atresia rectum Q42.1
  101. Atrial fibrilasi (AF) I48
  102. Atritis Rematik M08.0
  103. AV block I44.3
  104. Avulsion T14.7
  105. Azotermia R79.8

Diagnosis Penyakit B

Ingat untuk selalu membedakan kode ICD 10 antara penulisan 0 (Angka kosong) dengan huruf O (huruf O) yang terlihat lebih besar dalam pengkodean ICD 10 ini.

  1. Balanitis N48.1
  2. Basalioma Canthus lateralis C44.1
  3. Basalioma hidung/ pipi/ mata C44.3
  4. Basalioma telinga C44.2
  5. Batu staghorn N20.0
  6. Batu empedu K80.8
  7. Batu ginjal N20.0
  8. Batu uretra/ BBB N21.1
  9. Batuk rejan (pertusis) A37.9
  10. Bayi belum lahir (Infartu) Z33
  11. Bayi besar P08.0
  12. Bayi kurang minum P92.2
  13. Bayi mati P95
  14. Bayi meninggal ibu hidup (KJDR – Kematian Janin Dalam Rahim) O36.4
  15. Bayi normal Z38.0
  16. Bayi sectio P03.4
  17. Bayi vakum P03.3
  18. BBLR (Berat bayi lahir rendah) F05.0
  19. Benda asing pada telinga T 16
  20. Berkelahi Y04
  21. Bibir celah dan langit-langit celah Q 35 – Q 37
  22. Bibir sumbing Q36.9
  23. Bilgted ovum O02.0
  24. Biliary kolik K80.5
  25. Bisinosis J 66.0
  26. Bleeding post coitus N93.0
  27. Block Water Fever B50.8
  28. Bloody diare K92.1
  29. Bmdicardia R00.1
  30. Bortolintitis N75.8
  31. BPH (Benign prostat hypertrophy) N40
  32. Bracial Palsy P14.3
  33. Bronciektasis J47
  34. Bronciolitis/ Acute J21.9
  35. Bronchitis J40
  36. Bronkitis akut J20.9
  37. Bronkitis kronis J42
  38. Bronchopneumonia J18.0
  39. Bronkiektasis J 47
  40. Bronkitis akut dan bronkiolitis akut J 20 – J 21
  41. Bronkitis, emfisema dan penyakit paru obstruktif kronik lainnya J 40 – J 44
  42. Bruselosis A 23
  43. Buka pen Z47.0
  44. Buka spiral Z30.5
  45. Bunuh diri dengan membakar diri X76.0
  46. Bunuh diri dengan menusuk badan X70
  47. Burger O E78.3
  48. Burt abdomen T21
  49. Buta dan rabun H 54

Kode ICD 10 Carcinoma atau CA

Carcinoma atau disingkat CA merupakan kode untuk kondisi penyakit kanker, Ada setidaknya beberapa kode ICD 10 CA yang ada secara internasional dan diterapkan di Indonesia, antara lain;

  1. Ca. Endometrium C54.1
  2. Ca. Blader C67.9
  3. Ca. Buli-buli C68.0
  4. Ca. Caecum C18.0
  5. Ca. Cervik C53.9
  6. Ca. Colon C18.9
  7. Ca. Corpus C54.9
  8. Ca. Epidermoid C44
  9. Ca. Esophagus C15.9
  10. Ca. Femur C40.2
  11. Ca. Gaster/ lambung C16.9
  12. Ca. Gland (kelenjar) C77.9
  13. Ca. Laring C32.9
  14. Ca. Lidah C02.9
  15. Ca. Mamae C50.9
  16. Ca. Mandibula C41.1
  17. Ca. Nesofaring C11.9
  18. Ca. Ovarium C56
  19. Ca. Palatum C05.9
  20. Ca. Pancreas C25.9
  21. Ca. Pantat C76.3
  22. Ca. Parotis L 07
  23. Ca. Paru C34.1
  24. Ca. Penis C60.9
  25. Ca. Rahim/ uterus C55
  26. Ca. Recti C20
  27. Ca. Sigmoid C18.7
  28. Ca. Squamous cell C76.0
  29. Ca. Tibia C51.9
  30. Ca. Vagina C52
  31. Ca. Chalangio C22.1
  32. Ca. Corio C58
  33. Ca. Prostat C61
  34. Ca. Tiroid C73

Diagnosis Penyakit Berawalan C

Beberapa kondisi penyakit yang berawalan dengan huruf C ada dalam daftar dan kode ICD 10 secara internasional dan diterapkan juga di Indonesia, kode tersebut meliputi;

  1. Cacat bawaan Q03.0
  2. CAD (Coronary Artery Disease) I25.1
  3. CHD (Coronary Heart Disease) atau Penyakit jantung kronis I25.1
  4. Campak B 05
  5. Campak/ measles B05.9
  6. Candidiasis B37.9
  7. Caput succedonum P12.8
  8. Cardioac cirrhosis K76.1
  9. Cardiogenic shock R57.0
  10. Cardiomyopathyapaty (kardiomiopati) I42.9
  11. Cardiomegaly (kardiomegali) I51.7
  12. Carsinoma telinga C44.2
  13. Carsinoma utery C55
  14. Catarac Q12.0
  15. Catarac compilated H26.2
  16. Catarac muda (juvenil) H26.0
  17. Catarac scondary H26.4
  18. Catarac traumatik H26.1
  19. Catarac matang (mature) H25.2
  20. Cedera alat dalam lainnya S 26 – S 27
  21. Cedera intrakranial S 06
  22. Cedera lahir P 10 – P 15
  23. Cedera mata dan orbita S 05
  24. Cedera remuk dan trauma amputasi YDT dan daerah badan multipel S 36 – S 37 S 97-98, T04-05
  25. Cedera YDT lainnya, YTT dan daerah badan multipel S00-S01, S04, S09-S11,
  26. Cellulitis (Selulitis) L03.9
  27. Cellulitis orbita H05.0
  28. Cephalgia R51
  29. Cepalhematoma bayi P12.0
  30. Cepalhematoma bayi traumatik S08.8
  31. Cepalhomatoma bayi P12.0
  32. Cerebral palsy (CP) G80.9
  33. Cerumen H61.2
  34. Cervical syndrome M53.1
  35. Cirrhosis hepatic (sirosis hati) K74.6
  36. Chalazion H00.1
  37. Chest pain R07.4
  38. CHF (Congestive heart failure) atau gagal jantung kongestif I50.0
  39. Chikungunya A 92.0
  40. Choledocholitiasis K80.5
  41. Cholelitiasis K80.2
  42. Cholestasis K83.1
  43. Cholicystitis K81.9
  44. Cholicystitis acute K81.0
  45. Chondroitis M98.8
  46. Chordea N48.9
  47. Chorea G25.5
  48. Chorio carsinoma C58
  49. Cushing syndrome E24.9
  50. CIN (Carsinoma insitu cerviks) D06.9
  51. Cirrhosis cardiac (Sirosis jantung) K76.1
  52. Cirrhosis alineum cavum nasi T17.1
  53. CKD (Chronic kidney disease) N03.9
  54. CLD (Chronic liver disease) K76.0 – K76.9
  55. CLL (Chronic lymphocytic leukemia) C91.1/M9823/3
  56. CMI (Chronic mesenteric ischemia) C92.1/M98/G31.3
  57. Cholera A00.9
  58. Colic abdomen R10.4
  59. Colic ureter N23
  60. Colic renal ginjal N23
  61. Colitis acute (Kolitis akut) A09
  62. Colitis amoeba A06.0
  63. Colitis ulcerative K51.9
  64. Colodian baby Q80.2
  65. Colon post radiasi K92.1
  66. Colostomy K91.4
  67. Coma R40.2
  68. Coma bayi P91.5
  69. Coma diabetic (Koma diabetikum) E14.0
  70. Coma hepaticum K72.9
  71. Coma hiperglikemik E14.0
  72. Coma hipoglikemik E15
  73. Coma honk (hiper osmolarilas non-ketosis) E14.0
  74. Coma uremikum N19
  75. Coma urine N19
  76. Combustio grade 10-19% (Luka bakar derajat 10-19%) T31.1
  77. Combustio grade 30-39% T31.3
  78. Combustio grade 60-69% T31.6
  79. Combustio grade 70-79% T31.7
  80. Combustio lengan T22.1
  81. Comedo L70.0
  82. Confusion R41.0
  83. Common bill duct (CBD) D13.5
  84. Common colid J00
  85. Compresion T14.2
  86. Compressisi medula spinalis G93.5
  87. Condiloma acuminatum A63.0
  88. Congenital centralis /PSC
  89. Conjungtivitis neunatal gonocokal H13.1
  90. Conjungtivitis H10.9
  91. Contraktur otot/ leher M62.9
  92. Contifation K59.0
  93. Contractur aksila (Kontraktur) M79.9
  94. Contraktur siku kanan/elbow M24.4
  95. Contraktur jari kaki kiri M20.0
  96. Contraktur musole M62.4
  97. Contusio cerebri atau Cedera Kepala Berat (CKB) S06.2

Kode ICD 10 Penyakit C Bagian 2

Kondisi penyakit yang berawalan dengan huruf C dalam daftar dan kode ICD 10 secara internasional dan diterapkan juga di Indonesia, antara lain ;

  1. Contusio cerebri atau cedera kepala sedang atau ringan (CKS/ CKR) S06.0
  2. Contusio mata S05.8
  3. Contusio modula spinalis S34.3
  4. Contusio muscolorum T14.6
  5. Contusio otot leher T14.6
  6. Contusio penis S30.2
  7. Contusio renis S37.0
  8. Contusio torax S20.2
  9. Convulsi (kejang) R56.8
  10. COPD/ PPOK (penyakit paru obstruktif kronis) J44.9
  11. Cor pulmunale cronic (CPC) atau Kor pulmonal kronis I27.9
  12. Corpus alienum hipoparing T17.2
  13. Corpus alineum broncus T17.5
  14. Corpus alineum peluru S21.0
  15. Corpus alineumthoacal (punggung) S29.9
  16. Coxitis M13.1
  17. CPA (Chronic pulmonary aspergillosis) J81
  18. CPD (Cephalopelvic disproportion) Q33.9
  19. CRAO (Central retinal artery occlusion) H34.2
  20. Chronic renal failure (CRF) atau gagal ginjal kronis (GGK) N18.9
  21. Chronic liver disease K76.9
  22. Chronic lung disease J98.4
  23. Croup J05.0
  24. CRS (chronic rhinosinusitis) M53.1
  25. Crush foot S97.8
  26. Crush injuri cruris S95.9
  27. Congenital talipes equinovarus (CTEV) Q66.0
  28. Cuitus N94.1
  29. Curetage skin L02.4
  30. Cerebro vascular attack (CVA) atau stroke I64
  31. CVA bleeding/ hemorage/ HS I61.9
  32. CVA infark I63.9
  33. Cardiovascular disease (CVD) I67.9
  34. CVD trombosit I66.9
  35. Cyanosis R23.0
  36. Cyatitis N30.9
  37. Cynotic CHD Q24.9
  38. Cysta bartolini (kista bartolini) N75.0
  39. Cysta cebacea L72.1
  40. Cysta cerebri G93.0
  41. Cysta coklat N80.1
  42. Cysta conjunctiva H11.4
  43. Cysta ductus laclimaris H04.8
  44. Cysta endometrium N85.8
  45. Cysta epidermoid I72.0
  46. Cysta eyellid (kista kelopak mata) H02.8
  47. Cysta folikuler K09.0
  48. Cysta hati I51.9
  49. Cysta mama N60.0
  50. Cysta maxilla K09.2
  51. Cysta nasal (binus) J34.1
  52. Cysta ovary N83.2
  53. Cysta pancreas K86.2
  54. Cysta preauriculer Q18.1
  55. Cysta radioculer K04.8
  56. Cysta retroaurikuler Q18.1
  57. Cysta sarcoma D46.6
  58. Cysta sub mandibula K11.6
  59. Cysta thyrogiasus Q89.2
  60. Cysta tiroid E04.1
  61. Cystocele (female) N81.1
  62. Cystocele (male) N32.8
  63. Cystocele (prolaps uteri) N81.4

ICD 10 Penyakit Berdasar Abjad Kelompok D

Berdasar abjad kelompok D ada beberapa jenis penyakit berdasarkan kode ICD 10 secara internasional yang juga di gunakan di Indonesia berdasarkan ketetapan Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

  1. Dead conseptus O02.1
  2. Decom cordis I51.9
  3. Decubitus (ulcer) L89
  4. Defisiensi vitamin A E 50
  5. Defisiensi vitamin lainnya E 51 – E 56
  6. Deformasi kongenital kaki Q 66
  7. Deformasi kongenital sendi panggul Q 65
  8. Deformiti gum K06.8
  9. Dehidrasi E06
  10. Deloyed depelopment R62.8
  11. Deloyed movement F80.9
  12. Demam abses L02.9
  13. Demam berdarah dengue atau dengue haemoragic fever (DHF) A 91
  14. Demam bolak balik A 68
  15. Demam dengue A 90
  16. Demam kuning A 95
  17. Demam rematik I00
  18. Demam reumatik akut I 00 – I 02
  19. Demam tifoid dan paratifoid A 01
  20. Demam tifus A 75
  21. Demam tipoid A01.0
  22. Demam virus dan demam berdarah virus tular serangga lainnya A 93 – A 94 A 96 – A 99
  23. Demam virus tular nyamuk A 92.1 – A 92
  24. Demam yang sebabnya tidak diketahui R 50
  25. Demensia F 00 – F 03
  26. Dementia senlititis F03
  27. Deplesi volume (dehidrasi) E 86
  28. Depresi F32.9
  29. Derformitas tungkai didapat M 20 – M 21
  30. Dermatitis L30.8
  31. Dermatosis akibat kerja L 23 – L 24
  32. Desmenorrhea N94.6
  33. Despepsia K30
  34. Deviasi septuri J34.2
  35. Devic’s desease G36.0
  36. Dextrocordia Q24.0
  37. Diabetes melitus bergantung insulin E 10
  38. Diabetes melitus berhubungan malnutrisi E 12
  39. Diabetes melitus dalam kehamilan O 24
  40. Diabetes melitus tidak bergantung insulin E 11
  41. Diabetes melitus YDT lainnya E 13
  42. Diabetes melitus YTT E 14
  43. Diare & gastroenteritis oleh penyebab infeksi tertentu (kolitis infeksi) A 09
  44. Diare bayi baru lahir P78.3
  45. Diare yang ada hasil lab A09
  46. Diare yang tidak ada hasil lab K52.9
  47. Diathesis hemorrhage D69.9
  48. Dibacok/ ditebas/ ditusuk maling W45.0
  49. Dicederai X 85 – Y 09
  50. Decubitus (cerviks) N86
  51. Diffuse axonal injury T14.4
  52. Difteria A 36
  53. Digigit anjing (dogbite) W54.0
  54. Dikeroyok Y04.0
  55. Dilated cardio myopati (DCM) I51.7
  56. Dipukul Y04
  57. Diplopia H53.2
  58. Dipteria A36.9
  59. Disentri amoeba A06.0
  60. Disentri basiler A03.9
  61. Diseruduk kerbau W64.9
  62. Disfagia R13
  63. Disfungsi batang otak G93.9
  64. Dislokasi T14.3
  65. Dislokasi ankle S93.0
  66. Dislokasi bahu/ humerus S43.0
  67. Dislokasi elbow/ siku S53.1
  68. Dislokasi HIP S73.0
  69. Dislokasi lensa H27.1
  70. Dislokasi lutut S83.1
  71. Dislokasi mandibula S03.0
  72. Dislokasi panggul kiri S33.2
  73. Dislokasi TMJ S03.0
  74. Dislokasi, terkilir, teregang YDT dan daerah badan multipel S 03, 13, 23, 33, 43, 53 S 63, 73, 83, 93, T 03
  75. Dispepsia K 30
  76. Distension abdomen R14
  77. Distocia O66.9
  78. Distress pernapasan bayi P22.9
  79. Destroyed lung J98.4
  80. Ditabrak mobil dari belakang sedang jalan V03.1
  81. Ditembak W34.0
  82. Diverticula meckel’s Q43.0
  83. DM E14.9
  84. DM gangren E14.5
  85. DM Juvenil E10
  86. DM nepropaty E14.2
  87. Double hemiparese G81.9
  88. Dorsopati lainnya M 40 – M 44, M 54.6, .8, .9
  89. Down syndrom Q90.9
  90. Drakunkuliasis B 72
  91. Drip normal bayi P03.6
  92. Drip normal ibu I62.1
  93. Drowning T75.1
  94. Drug eruption L27.0
  95. Drug induce haloperidol T43.3
  96. Drug intoxication F19.0
  97. Drug induced hepatitis T88.7
  98. Dysfunctional Uterine Bleeding (DUB) N93.8
  99. Duodenitis K29.8
  100. DVT I82.9
  101. Dysphonia R49.0
  102. Dysrhytmia I49.9

Diagnosis Penyakit Berabjad Awal E

Untuk diagnosis penyakit dengan abjad awal huruf E, berikut kode ICD 10 yang bisa didapatkan, untuk penyakit dengan abjad E ini memang jumalahnya tidak begitu banyak dibandingkan yang lain, antara lain;

  1. Edema anasarka R60.1
  2. Edema cerebral G93.6
  3. Edema eyelid mata H02.8
  4. Edema papil H47.1
  5. Edema paru akut J81
  6. Edema vulva N90.8
  7. Edema, proteinuria dan gangguan hipertensi dalam kehamilan, persalinan dan masa nifas O 10 – O 13, O 16
  8. EDH (epidural hematoma) S06.4
  9. Efek kebisingan telinga bagian dalam H 83.3
  10. Efek panas dan pencahayaan T 67
  11. Efek radiasi YTT T 66
  12. Efek samping pengguna obat, bahan obat dan bahan biologik Y 40 – Y 59
  13. Efek sebab luar lainnya dan YTT pembedahan dan perawatan YTK di tempat lain T 33 – T 35, T 68 – T69 T 71-T 73, T 75 – T 78
  14. Efek tekanan udara dan tekanan air T 70
  15. Efek toksik bahan non medisinal lainnya T 51, T 53 -T 55 , T 57 – T58, T61- T 65
  16. Efusi pleura J90
  17. Efusi pleura (empiema) J 90 – J 91
  18. Ekinokokosis B 67
  19. Eklampsia O 15
  20. Ektopic cordis Q24.8
  21. Elektrik shock T75.4
  22. Emboli dan trombosis arteri I 74
  23. Emboli paru I 26
  24. Emesis R11
  25. Empisema paru J43.9
  26. Empyema J86.9
  27. Encepalopati G93.4
  28. Endocarditis J38
  29. Endometriosis N 80
  30. Endometritis N71.9
  31. Endoptalmitis H44.0
  32. Ensefalitis G04.9
  33. Ensefalitis virus A 83 – 86
  34. Ensepalopati hepatikum K72.9
  35. Enteritis A09
  36. Entrocular fistula K63.2
  37. Entropia bulu-buli Q64.1
  38. Entropien mata citaticial H02.1
  39. Epididimitis N45.9
  40. Epidoral hematoma S06.4
  41. Epigastro pain R10
  42. Epiglotitis J05.1
  43. Epilepsi G 40 – G 41
  44. Episode depresif, gangguan depresif berulang, gangguan suasana perasaan (mood afektif) menetap, lainnya atau YTT F 32 – F 39
  45. Episode manik dan gangguan afektif bipolar F 30, F 31
  46. Epistaksis R04.0
  47. Epulis K06.0
  48. Erisipelas A46
  49. Eritodemi L53.9
  50. Erythema toxica L53.0
  51. Esopagitis K20
  52. Esotrapia H50.0
  53. Exanthema subitum B05.2
  54. Excoriasis T14.0
  55. Exostosis M89.9
  56. Exostusis multiple Q75.6
  57. Extra piramidal syndrome (sindroma ekstrapiramidal) G25.9

Kode ICD 10 Penyakit Dengan Abjad F

  1. Faktur hidung S02.2
  2. Faringitis akut J 02
  3. Febris pueperalis O 85
  4. Fetal bayi P 20,1
  5. Fetal distress O 33,9
  6. Fibro adenoma mama (FAM) D 24
  7. Fibro myostis M 79,0
  8. Fibro sarcoma D 21,9
  9. Fibroma D 36,7
  10. Fibroma axilla D 21,3
  11. Fibroma femur D 16,2
  12. Fibroma jari/pipi D 36,7
  13. Fibroma kepala D 21,0
  14. Fibroma osteo D 26,0
  15. Fibromyalgia M 79,0
  16. Fibrosis corpora cavernosa N 48,6
  17. Filariasis B 74
  18. Fistal perianal K 60,3
  19. Fistal perineum N 38,0
  20. Fistal post op T 81,8
  21. Fistel enterocutaneous K 63,2
  22. Fistel palatum Q 35,9
  23. Fistel preauriculer Q 18,1
  24. Fistula abdomen K 63,2
  25. Fistula afresia ani Q 42,2
  26. Fistula dada J86.0
  27. Fistula medula Q 18,8
  28. Fistula rectum Q 43,6
  29. Fistula uretra N 36,0
  30. Fistula vesico cutanens L 98,4
  31. Fistula/ Kista preaurikel H 61.8
  32. Flatulence R 14
  33. Flebitis, tromboflebitis, emboli dan trombosis vena I 80 – I 82
  34. Floating kuee M 23,4
  35. Flour albus (keputihan) N89.8
  36. Flu J 11,1
  37. FFPD O 33,9
  38. Fr. Acetabulus S 32,4
  39. Fr. Fedis S 92,3
  40. Fr. Remus inferlor/superlor, pubis S 32,5
  41. Fr. Zygoma S 02,4
  42. Fr. Oxygeus S 32,2
  43. Fraktur alveolis S02.8
  44. Fraktur ankie S 82,8
  45. Fraktur basis cranil/okipitalis S02.1
  46. Fraktur bimaleolar S82.8
  47. Fraktur calcaneus S92.0
  48. Fraktur cervical S12.9
  49. Fraktur clavicula S42.0
  50. Fraktur clavicula close S42.0.0
  51. Fraktur colles S52.5
  52. Fraktur comperesion T14.2
  53. Fraktur cosial/coxle S32.2
  54. Fraktur costal/coxle open S32.2.1
  55. Fraktur cruris distal S82.3
  56. Fraktur elbow S 52,0
  57. Fraktur femur S72.9
  58. Fraktur fibula S82.4
  59. Fraktur frontalis/pariental S02.0
  60. Fraktur humarius S42.3
  61. Fraktur humarius open S42.3.1
  62. Fraktur leher, toraks atau panggul S 12, S 22, S 32, T 08
  63. Fraktur lumbar/ L2 S32.0
  64. Fraktur maleolus S82.8
  65. Fraktur maluncin M84.0
  66. Fraktur mandibula S02.6
  67. Fraktur matacarpai S 62,3
  68. Fraktur maxilla S02.4
  69. Fraktur meliputi daerah badan multipel T 02
  70. Fraktur metatarual S92.5
  71. Fraktur montigia S52.0
  72. Fraktur multiple T02.9
  73. Fraktur okanon S52.0
  74. Fraktur os pubis S32.5
  75. Fraktur paha S 72
  76. Fraktur patella / genu S82.0
  77. Fraktur pelvis S32.8
  78. Fraktur phalink S92.5
  79. Fraktur radius antebrachis S52.0
  80. Fraktur rib lga S22.3
  81. Fraktur scapula S42.1
  82. Fraktur sinithis S52.5
  83. Fraktur talus S91.1
  84. Fraktur temporal S02.1
  85. Fraktur tengkorak dan tulang muka S 02
  86. Fraktur tibia S82.2
  87. Fraktur trocanta S72.1
  88. Fraktur tulang anggota gerak lainnya S 42, S 52, S 62, S 82 S 92, T 10,T 12
  89. Fraktur ulna S52.2
  90. Fraktur vetebrata Y 08
  91. Fraktur weber S92.1
  92. Fraktur wist S62.8
  93. Fuo R 50,9
  94. Furunkel telinga H 60,0

Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad G

Penyakit atau gangguan kesehatan yang diawali dengan huruf G ternyata cukup banyak dari kriteraia ICD10 yang ada di Indonesia, gangguan atau penyakit tersebut meliputi ;

  1. Gagal ginjal akut akibat asam jengkol N 17.8
  2. Gagal ginjal lainnya N 17.0-.2,.9-N19
  3. Gagal jantung I 50
  4. Gagal napas J96.9
  5. Galactocele N64.8
  6. Gangguan anxietas fobik, gangguan anxietas lainnya F 40, F 41
  7. Gangguan badan kaca dan bola mata H 43 – H 45
  8. Gangguan belajar R48.0
  9. Gangguan bukan radang pada indung telur, saluran telur dan ligamentum latum N 83
  10. Gangguan dalam masa menopause dan perime nopause lainnya N 95
  11. Gangguan daya dengar H 90 – H 91
  12. Gangguan daya lihat H 53
  13. Gangguan diskus servikal dan intervertebral lainnya M 50 – M 51
  14. Gangguan disosiatif [konversi] F 44
  15. Gangguan endokrin, nutrisi dan metabolik lainnya E15-35, E 58, E 63, E 65, E 67 – E 85, E 87 – E90
  16. Gangguan gerakan berulang-ulang dengan kekuatan berlebih X 50
  17. Gangguan haid lainnya N 91.3 – .5, N 92.2 – .6
  18. Gangguan hantaran dan aritmia jantung I 44 – I 49
  19. Gangguan hiperkinetik, perilaku, emosional atau fungsi sosial khas, gangguan “tic”, dan gangguan mental dan emosional lainnya F 05 – F 06, F 90 – F 98
  20. Gangguan jaringan ikat sistemik lainnya M 30 – M 31, M 33 – M 36
  21. Gangguan jaringan lunak akibat yang berhubungan dengan penggunaan tekanan berlebihan M 70
  22. Gangguan jaringan lunak lainnya M 71 – M 79
  23. Gangguan jiwa YTT F 99
  24. Gangguan kelenjar tiroid lainnya E 07
  25. Gangguan kepribadian, gangguan kebiasaan dan impuls, gangguan identitas, gangguan prevensi seksual F 60 – F 69
  26. Gangguan kesehatan yang berhubungan dengan Y 96
  27. Gangguan koroid dan korioretina H 30 – H 32
  28. Gangguan lain gerakan mata binokular H 51
  29. Gangguan lain kelopak mata H 02 – H 03
  30. Gangguan lain retina H 35 – H 36
  31. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Alkohol F 10
  32. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Halosinogenika F 16
  33. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Kanabinoida F 12
  34. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Kokain F 14
  35. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Opioida F 11
  36. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Sedativa atau Hipnotika F 13
  37. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Stimulansia F 15
  38. Gangguan mental dan perilaku akibat penggunaan Tembakau F 17
  39. Gangguan mental dan perilaku akibat zat pelarut yang mudah menguap atau zat multipel dan zat psikoaktif lainnya F 18, F 19
  40. Gangguan obsesif – kompulsif F 42
  41. Gangguan pada payudara N 60 – N 64
  42. Gangguan perkembangan dan erupsi gigi termasuk impaksi K 00 – K 01
  43. Gangguan perkembangan psikologis F 80 – F 89
  44. Gangguan pernapasan akibat menghirup zat kimia, gas, asap dan uap J 68
  45. Gangguan prostat lainnya N 41 – N 42
  46. Gangguan psikotik nonorganik lainnya atau YTT F 28 – F 29
  47. Gangguan refraksi dan akomodasi H 52
  48. Gangguan saluran napas lainnya yang ber-hubungan dengan masa perinatal P 22 – P 28
  49. Gangguan saraf optik dan saraf penglihatan H 46 – H 48
  50. Gangguan saraf, radiks dan pleksus saraf G 50 – G 55, G 56.1, .4, .9, G 57 – G 59
  51. Gangguan serangan peredaran otak sepintas dan sindrom yang terkait G 45
  52. Gangguan sistem kemih kelamin lainnya N 82, N 84 – N 90, N 93- N 94, N 96, N 98 – N 99
  53. Gangguan sistem lakrimal dan orbita H 04 – H 06
  54. Gangguan skizoafektif F 25
  55. Gangguan stress pasca trauma F 43.1
  56. Gangguan struktur dan densitas tulang M 80 – M 85
  57. Gangguan tiroid berhubungan dengan defisiensi iodium E 00 – E 02
  58. Gangguan waham menetap dan induksi F 22, F 24
  59. Ganglion M67.4
  60. Gangren pulpa (GP) K04.1
  61. Gangren radix (GR) R02
  62. Gangrene R02
  63. Gaster porforasi K31.9
  64. Gastri ulcer K25.9
  65. Gastritis K29.7
  66. Gastritis acut K29.1
  67. Gastritis alcoholik K29.2
  68. Gastritis alergi K29.6
  69. Gastritis chronik K29.4
  70. Gastritis dan duodenitis K 29
  71. Gastro duodenitis K29.9
  72. Gastro schizis Q79.3
  73. Gawat janin O68.9
  74. GBS G61.0
  75. GE A09
  76. Gejala pada jantung R 00 – R 01
  77. Gejala sisa cedera, keracunan dan akibat lanjut sebab luar T 90 – T 98
  78. Gejala sisa malnutrisi dan defisiensi gizi lainnya E 64
  79. Gejala, tanda dan penemuan klinik dan laboratorium tidak normal lainnya, YTK di tempat lain R 02 – R 09.0, .1, .3, .8 R96 – R 99
  80. Gemeli O30.0
  81. GGA N17.9
  82. GGK/ GNC N18.9
  83. Ginggivitis K05.1
  84. Gipastrik pain R10.1
  85. Giant cell femur K06.8
  86. Glaucoma congenital Q15.0
  87. Glaucoma kronik H40.1
  88. Glaucoma sekunder H40.5
  89. Glaukoma H 40 – H 42
  90. Glaukoma acut H40.2
  91. Glomerulo nepritis kronis N03.9
  92. GNA (gromeruloneprritis acute) N00.9
  93. GNAPS (glomerulonepritis acut post streptococos) N00
  94. Gondongan B 26
  95. Gonitis M00.0
  96. Gonorrhea A54.9
  97. Gout (urat) M10.9
  98. Gout artritis M10.0
  99. Grande multipara Z35.4
  100. Granuloma L92.9
  101. Granuloma hidung J32.9
  102. Granuloma mata H01.8
  103. Granuloma telinga H71
  104. Granuloma umbilicus L92.3
  105. Graves disease E05
  106. Gusi berdarah K06.0
  107. Gynecomastia N62
  108. Gyneko ekologi Z01.4

Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad H

Penyakit atau gangguan kesehatan yang diawali dengan huruf H ternyata cukup banyak dari kriteraia ICD10 yang ada di Indonesia, gangguan atau penyakit tersebut meliputi ;

  1. Hallux valgus M20.1
  2. Hallux valgus congenital Q66.3
  3. Hamil + hipertensi O16
  4. Hamil ectopic O00.9
  5. Hamil kurang dari 37 mg O47.0
  6. Hamil muda O26.9
  7. Hamil normal O80.9
  8. Hamil + anemia O99.0
  9. Hasil laboratorium positif HIV R 75
  10. Headache R51
  11. Heat struke T67.0
  12. Helmintiasis lain B 68 – 71, B 75, B 77 – B 83
  13. Hema insisionalis K43.9
  14. Hemangioma D18.0
  15. Hemangioma sarcoma C49.3
  16. Hemaptoe R04.2
  17. Hematemasis K92.0
  18. Hematematis graviderum O21.1
  19. Hemato bayi P54.8
  20. Hemato pnemo thorax S27.1
  21. Hemato traumatik S27.1
  22. Hematocyluria B65.0
  23. Hematoma T14.0
  24. Hematoma dahi kiri S09.9
  25. Hematoma labia N90.8
  26. Hematoma subdural S06.5
  27. Hematoma testis N50.1
  28. Hematoma vagina N89.8
  29. Hematoma vulva O71.7
  30. Hematomegali R16.0
  31. Hematometra N35.7
  32. Hematuria R31
  33. Hemiparesis G81.9
  34. Hemongioma capilary D18.0/M9131/0
  35. Hemopili D66
  36. Hemorage intra ocular H44.3
  37. Hemorage intra of newbron P21.8
  38. HEMORHAGE (Pendarahan) R58
  39. Hemorhage conjupctiva H11.3
  40. Hemoroid I84.9
  41. Hemoroid external I84.5
  42. Hemoroid interna I34.2
  43. Hemoroid/ Wasir I 84
  44. Henmatocal N94.8
  45. Henoch schonlein purpura (HSP) D69.0
  46. Hepatik fallure K72.9
  47. Hepatitis K75.9
  48. Hepatitis A B15.9
  49. Hepatitis A akut B 15
  50. Hepatitis acut K72.0
  51. Hepatitis B akut B16.9
  52. Hepatitis B akut B 16
  53. Hepatitis C akut B 17.1
  54. Hepatitis C cronis B17.1
  55. Hepatitis E akut B 17.2
  56. Hepatitis fulminaat B19.9
  57. Hepatitis kronik K73.9
  58. Hepatitis kronik K 73
  59. Hepatitis neunatal P59.2
  60. Hepatitis virus akut B19.9
  61. Hepatitis virus B B16.9
  62. Hepatitis virus lainnya B 17.0.8, B18 – B19
  63. Hepato renal syndrom K76.7
  64. Hepatoma C22.0
  65. Hepatos plenomegali R16.2
  66. Heperurisemia E79.0
  67. Hepotensi I95.9
  68. Hermoprodite Q66.0
  69. Hernia K46.9
  70. Hernia eoigastric/ ventral K44.9
  71. Hernia femoral K43.9
  72. Hernia inguinal K 40
  73. Hernia insisional K41.9
  74. Hernia lainnya K 41 – K 46
  75. Hernia medialis K45.8
  76. Hernia umbicollis K42.9
  77. Herpes facialis B00.1
  78. Herpes simpleks B00.9
  79. Herpes zooster B02,9
  80. HHD K43.9
  81. Hiccup R06.6
  82. Hidramnion O 40
  83. Hidrocelle N43.3
  84. Hidrocelle testis dextra N50.9
  85. Hidrocepalus G91.9
  86. Hidrocepalus bayi Q03.0
  87. Hidrokel dan spermatokel N 43
  88. Hidrom neos bayi P01.3
  89. Hidromnios O40
  90. Hidroneorosis N13.3
  91. Hidrops K60.9
  92. Hidrosefalus kongenital Q 03
  93. HIE (hipoxic ischemic ensialopaty) G93.4
  94. Hifopermia T66
  95. Higroma (colli d Cystioa) D18.1
  96. HIL / scrotalis/ inguinalis K40.9
  97. Hipaglikemia bayi P70.4
  98. Hipalbumenimia E88.0
  99. Hipema H21.0
  100. Hipema traumatic S05.1
  101. Hiper billirubimania P59.9
  102. Hiper cholestrol E78.0
  103. Hiperactive exercise I51.3
  104. Hipercolestrolemia E78.0
  105. Hiperemia pulpa HP K04.0
  106. Hipergilikemia R73.9
  107. Hiperpirakia R50.9
  108. Hiperplasia prostat N 40
  109. Hipertensi ensepalopaty I67.4
  110. Hipertensi esensial (primer) I 10
  111. Hipertensi gestasional (akibat kehamilan) dengan proteinuria yang nyata/ preeklamsia O 14
  112. Hipertensi portal K 76.6
  113. Hipertiroid E05.9
  114. Hipertrapi scar L91.0
  115. Hipertropi prostat N40
  116. Hipertropi pilory stenosis K31.1
  117. Hipoglikemia E16.2
  118. Hipoksia intrauterus dan asfiksia lahir P 20 – P 21
  119. Hipospadia Q54.9
  120. Hipospadia penoscrotal Q54.4
  121. Hipotiroid E03.9
  122. Hipotiroidisme lain E 03
  123. Hipovolamik syok T79.4
  124. Hipoxia bayi P21.9
  125. Hischpruag Q43.1
  126. Histeria F44.9
  127. HIV B24
  128. HOCM hipertensi oostruktif cardiomyopati I42.1
  129. Hodkin disease C81.0
  130. Hona, foot dan mouth disease (HFMD) B08.4
  131. HONK E14.0
  132. Hordeolum H00.0
  133. HPP O72.1
  134. Hyper menorea N92.0
  135. Hyperthiroid E05.9

Kode IDC 10 Untuk Diagnosis Penyakit Berabjad I

Penyakit atau gangguan kesehatan yang diawali dengan huruf I ternyata cukup banyak dari kriteraia ICD10 yang ada di Indonesia, gangguan atau penyakit tersebut meliputi ;

  1. ICH multiple S06.2
  2. Icterus R17
  3. Icterus neonatorum P59.9
  4. IHD I25.9
  5. Ileus K56.7
  6. Ileus paralitik K56.0
  7. Ileus paralitik dan obstruksi usus tanpa Hernia K 56
  8. Ilius obstruktif K56.6
  9. Imperforata hymen (belum pernah hamil) Q52.3
  10. Impetigo bulose L00
  11. Impotensi dini F52.2
  12. Impressi fr.os frontal X25.0
  13. Imunisasi BCG Z 23. 2
  14. Imunisasi campak Z 24. 4
  15. Imunisasi dan kemoterapi pencegahan lainnya Z 23.0, .1, .3 – .4, .6 – .8
  16. Imunisasi gabungan DPT (Difteri, Pertusis, Tetanus) Z 27. 1
  17. Imunisasi hepatitis virus Z 24. 6
  18. Imunisasi poliomielitis Z 24. 0
  19. Imunisasi rabies Z 24. 2
  20. Imunisasi tetanus Z 23. 5
  21. Infantil cerebral palsy G 80
  22. Infark miokard I21.9
  23. Infark miokard akut I 21 – I 22
  24. Infark serebral I 63
  25. Infeksi bronohitis J40
  26. Infeksi gigi K04.7
  27. Infeksi gigi K01.1
  28. Infeksi gonocolle S54.9
  29. Infeksi gonokok A 54
  30. Infeksi herpesvirus (Herpes simpleks) B 00
  31. Infeksi khusus lainnya pada masa perinatal P 38 – P 39
  32. Infeksi Klamedia A 70
  33. Infeksi kulit dan jaringan subkutan L 00 – L 08
  34. Infeksi lainnya yang terutama ditularkan melalui hubungan seksual A 57 – A 64
  35. Infeksi luka oprasi (ILO) T81.4
  36. Infeksi meningokok A 39
  37. Infeksi meninokok A39.9
  38. Infeksi neunatal P39.9
  39. Infeksi neunatrium P39.9
  40. Infeksi puerferalis O86.4
  41. Infeksi renal chronis N11.9
  42. Infeksi saluran napas bagian atas akut lainnya J 00 – J 01 J 05 – J 06
  43. Infeksi trematoda lainnya B 66
  44. Infeksi umbilicus R38
  45. Infertality N97.9
  46. Infertilitas perempuan N 97
  47. Infiltrat parotis K11.9
  48. Influensa J 10 – J 11
  49. Injury T14.9
  50. Inpartu R19.8/Z33
  51. Insect bite T14.0
  52. Insect bite T63.4
  53. Insomnia G47.0
  54. Insufisiensi renal GGK N18.9
  55. Inta cerebral bleding G93.9
  56. Intake makanan A05.9
  57. Interstitial lung oedema J84.9
  58. Interusi gigi K08.9
  59. Intoksikasi bodrex T39.1
  60. Intolorance food K90.4
  61. Intoksikasi racun serangga T60.9/X48.0
  62. Intoksikasi susu T14.7/X44.0
  63. Intoksikasi T88.7
  64. Intoksikasi CTM F15.0
  65. Intoksikasi jamur T62.0/X49.0
  66. Intoksikasi bayigon T60.9/X68.9
  67. Intoksikasi bensin T52.0/X66.0
  68. Intoksikasi deterjen T55/X69.0
  69. Intoksikasi kerosin T52.0/X46.0
  70. Intoksikasi obat F10.0
  71. Intoksikasi racun tikus T60.4
  72. Intra cranial bleeding D75.9
  73. Intra cranial bleeding non traumatik I62.2
  74. Intra cranial bleeding traumatik S06.3
  75. Invaginasi K56.1
  76. Inversio uteri N85.5
  77. Inversio uteri post fartum O71.2
  78. Inverte papiloma cav. nasi C76.0
  79. Invertigo L01.0
  80. Iridosiklitis dan gangguan lain iris dan badan silier H 20 – H 22
  81. Iritasi pulpa K04.9
  82. Ischemik I99
  83. Ischialgia M54.3
  84. ISK N39.0
  85. ISPA J06.9
  86. ITP D69.3
  87. IUD Z30.5
  88. IUFD (Intrauterine fetal death atau Kematian janin dalam rahim (KJDR) O36.4
  89. IUFD (KJDR) bayi P95

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini