Cara Sederhana Mengurangi Keluhan Nyeri Leher Belakang

Keluhan nyeri leher belakang bisa terjadi pada semua umur. Penyebabnya cukup beraneka ragam, mulai dari posisi tidur yang salah hingga postur tubuh kurang baik bisa menyebabkan nyeri leher belakang. 

Umumnya, nyeri leher belakang berlangsung selama 2-6 minggu. Pada beberapa kasus ringan nyeri leher belakang rasa sakit bisa hilang tanpa memerlukan perawatan khusus. 

Penyebab keluhan nyeri leher belakang sakit

Penyebab nyeri leher belakang adalah akibat adanya ketegangan otot, yang menyebabkan otot meregang terlalu jauh. Ketegangan otot leher bisa terjadi akibat postur tubuh yang kurang baik, seperti:

  • Salah posisi tidur akibat penggunaan bantal yang salah, 
  • Menunduk terlalu lama, 
  • Kebiasaan mendongak terlalu lama,
  • Melakukan gerakan berulang yang menyebabkan tekanan pada leher. 

Jenis gangguan leher 

1. Arthritis leher

Merupakan kondisi berubahnya tulang, diskus, dan sendi leher yang terjadi akibat keausan atau peradangan yang terjadi akibat penuaan. Arthritis leher bisa terjadi dan menyebabkan nyeri pada pangkal tengkorak, nyeri punggung, bahu dan juga lengan.

2. Herniasi diskus leher

Kondisi diskus leher terjadi karena adanya tonjolan pada diskus tulang belakang leher. Tonjolan ini menyebabkan peradangan dan juga iritasi pada persendian, otot, dan saraf yang menimbulkan tonjolan diskus. Tonjolan diskus inilah yang menyebabkan nyeri pada leher, bahu dan juga lengan.

Baca juga: pengobatan saraf kejepit leher dengan PECD

3. Penyempitan foramen tulang

Penyempitan foramen tulang belakang leher dapat mengakibatkan nyeri leher belakang. Foramen adalah celah pada ruas tulang belakang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya akar saraf dari tulang belakang.

Ketika foramen menyempit, maka akar saraf akan terjepit. Kondisi ini bisa menyebabkan gejala seperti rasa sakit atau panas yang tajam, kelemahan, hingga mati rasa pada leher, bahu, dan juga lengan.

Cara mengurangi keluhan nyeri leher belakang

Untuk mengurangi gangguan ini, kamu bisa melakukan langkah-langkah sederhana berikut:

1. Menggerak-gerakkan otot leher

Kamu bisa mencoba gerakan otot leher secara perlahan-lahan. Lakukan gerakan melingkar supaya otot-otot yang sakit bisa lebih rilek dan meregang. Setelah itu, kamu juga memvariasikannya dengan gerakan ke depan dan ke belakang, lalu ke kiri dan ke kanan. Kamu bisa menghentikan gerakan bila muncul rasa sakit. Gerakan peregangan sederhana ini bisa membantu melatih leher dan mengurangi nyeri.

2. Kompres hangat dan dingin

Kamu bisa mengompres leher dengan air hangat ataupun dingin. Mengompres dengan air hangat maupun dingin bertujuan untuk membantu meningkatkan aliran darah dan oksigen ke leher, serta membantu otot-otot leher menjadi rileks. Kamu bisa membungkus es menggunakan handuk, lalu tempelkan selama beberapa menit pada area nyeri. Efek dingin dari es dapat merelaksasi otot-otot leher dan mengurangi nyeri leher belakang.

3. Oleskan balsam

Kamu bisa mengoleskan balsem pada bagian leher yang sakit. Balsam mengandung bahan aktif yang bermanfaat untuk menekan sinyal atau rasa rasa sakit pada leher.

4. Pijat

Pijat bermanfaat untuk menghilangkan rasa sakit terutama pada keluhan nyeri belakang leher. Namun efek dari pijat hanya bisa berlangsung sebentar.

5. Minum obat pereda nyeri

Kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyeri untuk meringankan nyeri leher belakang. Namun, kamu perlu melakukan konsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis obat yang paling tepat untuk mempercepat proses penyembuhan.

6. Perbaiki posisi tidur

Banyak yang tidak sadar, bahwa posisi tidur yang kurang baik bisa menyebabkan nyeri leher belakang. Kamu bisa memperbaiki posisi tidur dengan menggunakan bantal yang tidak terlalu tinggi serta pertahankan posisi tidur agar kepala tidak terlalu terangkat.

Meskipun nyeri leher belakang adalah penyakit ringan yang bisa sembuh dengan sendiri pada beberapa kondisi. Namun kamu tetap perlu memeriksakan kondisinya jika rasa sakit berlangsung lebih dari seminggu dan semakin parah, atau bahkan berbarengan dengan munculnya gejala lain. 

Gejala lain yang bisa muncul akibat nyeri leher belakang adalah, mati rasa atau rasa linu pada bagian bahu, nyeri pada dada, sakit kepala, hingga kesulitan menggerakkan tangan atau kaki. Tujuan pemeriksaan diri pada nyeri leher belakang adalah agar keluhan akibat penyakit tersebut bisa selesai metode yang tepat. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 17:00 - 20:00
Rabu     : 17:00 - 20:00
Jumat   : 17:00 - 20:00
Sabtu   : 10:00 - 12:00


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00