bahayanya duduk lama

Duduk Terlalu Lama, Berbahayakah?

Berapa jam atau berapa lama waktu yang Anda habiskan dalam sehari untuk duduk? Pernahkan Anda menghitungnya?

Coba saja hitung. Misalnya, dari saat duduk menyelesaikan pekerjaan di depan komputer, menyetir kendaraan pribadi, duduk lama kendaraan umum saat macet, hingga duduk menonton televisi atau sekadar melihat postingan sosial media.

Jika dihitung, waktu yang tersedia untuk aktivitas gerak bisa jadi sangat minim. Rutinitas sehari-hari tetap berjalan seperti biasa tanpa terpikir gangguan kesehatan yang sedang mengintai.

Duduk terlalu lama dapat berakibat buruk bagi kesehatan, apalagi jika disertai dengan jarangnya mengonsumsi makanan sehat dan kurang olahraga.

Dari hasil analisa 13 studi yang menilai level aktivitas dan duduk, menunjukkan yang duduk lebih dari 8 jam per hari tanpa aktivitas fisik memiliki risiko mengalami obesitas.

duduk lama bahayakah?

duduk lama bahayakah?

Duduk dan Masalah Kesehatan

Apa sih masalah yang dapat terjadi jika Anda terlalu banyak duduk lama?

1.Melemahnya otot kaki dan bokong.

Kebanyakan duduk dalam waktu lama kemungkinan dapat memicu melemahnya otot-otot besar di tungkai bawah dan bokong (otot gluteal).

Padahal kedua otot besar ini berperan penting saat berjalan dan menjaga kestabilan tubuh.

Jika otot ini melemah, dapat mengganggu aktivitas harian Anda.

2.Kenaikan berat badan.

Bergerak aktif dapat membantu Anda menyerap dan mencerna lemak dan gula dari makanan yang Anda makan.

Jika kelamaan bersantai atau duduk-duduk saja dapat memperlambat proses metabolisme tubuh sehingga kerjanya dalam mengatur tekanan darah, kadar gula darah dan memproses lemak juga akan terganggu.

Sheri R. Colberg, profesor dalam bidang kedokteran olahraga di Old Dominion University mengatakan, duduk sebentar sekitar 20 menit saja sudah dapat menurunkan aktivitas kerja metabolisme tubuh. “Jika otot-otot tidak digunakan untuk memakai memakai energi atau kalori dari makanan yang kita makan, berarti kalori ini akan masuk ke dalam ‘wadah’ penyimpanan tubuh. Nah jika wadah tersebut sudah penuh dengan karbohidrat, saat Anda makan karbohidrat lagi, maka akan disimpan sebagai lemak sehingga anda berisiko alami obesitas.”

3.Panggul dan tulang belakang (punggung).

Sama seperti kaki dan bokong, panggul dan punggung tidak dapat menyangga tubuh dengan baik.

Duduk membuat otot fleksor panggul memendek yang bila berlangsung lama dapat membuat sendi panggul bermasalah.

Duduk dalam jangka waktu lama, apalagi dengan postur tubuh yang buruk dan tidak menggunakan kursi yang didesain secara ergonomis, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang dan bantalan tulangnya.

Sehingga bila berlangsung lama kemungkinan dapat menyebabkan masalah pada tulang punggung, seperti kompresi bantalan tulang, sehingga proses degenerasi akan terjadi dan timbul nyeri.

Kompresi ini tidak hanya disebabkan postur tubuh yang buruk, namun juga bisa disebabkan oleh cedera, angkat beban berat yang dilakukan dengan posisi yang salah.

Kondisi-kondisi ini dapat memburuk lagi dengan posisi duduk yang salah.

4.Penyakit jantung.

Salah satu hasil studi menemukan, laki-laki yang menghabiskan waktunya duduk menonton televisi selama 23 jam seminggu, memiliki risiko 64% lebih tinggi mengalami sakit jantung dibandingkan dengan yang hanya menonton selama 11 jam per minggunya.

Beberapa pakar juga mengatakan, orang-orang yang tidak aktif atau sering duduk-duduk saja memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami serangan jantung atau stroke.

5.Diabetes.

Duduk lama berarti tidak ada kegiatan otot atau kerja otot berkurang, kalori yang terbakar juga berkurang, dan kerja metabolisme yang mengatur cadangan gula darah dalam tubuh juga akan menjadi kurang aktif dan kurang efektif.

Sehingga kadar gula dalam darah akan meningkat, cadangan berkurang, dan seiring dengan waktu risiko terjadinya diabetes akan meningkat.

6.Gangguan pada kaki

Duduk lama dengan posisi kaki menekuk dapat menghambat sirkulasi darah di kaki sehingga darah berkumpul di sekitar pergelangan kaki, menimbulkan pembengkakan di pergelangan kaki, atau varises, dan bahkan gumpalan atau bekuan darah di pembuluh vena (deep vein thrombosis/DVT).

Bekuan darah ini bisa ‘berpindah’ ke tempat lain dan memutuskan aliran darah ke bagian tubuh lainnya, misalnya paru, yang dapat menyebabkan kesulitan bernapas.

Dampak Buruk akibat Duduk Lama, Cegah Dengan Ini

Bagaimana cara mengurangi dampak buruk duduk kelamaan?

Membiasakan diri untuk:

kurangi duduk lama

kurangi duduk lama

  • Lakukan istirahat dan peregangan setiap 2-3 jam sekali selama 5-10 menit
  • Beranjak dari kursi, misalnya mengisi botol atau gelas minum
  • Menggerakkan atau menggoyangkan jari dan kaki saat duduk
  • Duduk tidak dengan posisi membungkuk ke depan atau dengan menjaga postur
  • Menerima telepon sambil berjalan-jalan
  • Gunakan tangga, bukan lift, bila memungkinkan
  • Saat menggunakan kendaraan umum, misalnya kereta atau busway, pilih berdiri
  • Turun 1 halte lebih jauh, bila memungkinkan, agar Anda dapat berjalan kaki untuk ke tempat kerja
  • Saat istirahat, berjalan kaki untuk membeli makan siang di sekitar tempat kerja
  • Cukupi kebutuhan air putih

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini