Diagnosis Rheumatoid Arthritis

Diagnosis rheumatoid arthritis didasarkan pada kombinasi bernacam faktor, termasuk diantaranya:

Lokasi dan kesimetrian nyeri sendi yang spesifik, terutama sendi tangan.
Adanya kekakuan sendi di pagi hari.
Adanya benjolan dan nodul di bawah kulit (nodul rheumatoid).
Hasil tes x-ray yang menunjukkan adanya rheumatoid arthritis.
Hasil faktor rheumatoidpositif dari tes darah yang dilakukan serta tes darah lainnya


syaraf kejepit endoskopi PELD lamina

Kebanyakan orang yang terkena rheumatoid arthritis memiliki antibodi faktor rheumatoid (RF) dalam darah mereka. Namun terkadang ada orang yang tidak memiliki antibodi ini dan terkena rheumatoid arthritis karena ada penyakit lain yang bisa menyebabkan factor rheumatoid diproduksi dalam darah. Oleh karena itu, diagnosis rheumatoid arthritis didasarkan dari kombinasi kelainan sendi serta hasil tes darah.

Pemeriksaan Darah

Tes darah yang baru dan lebih spesifik untuk rheumatoid arthritis adalah tes antibody citrulline cyclic, juga disebut anti-CCP. Kehadiran antibodi anti-CCP ini menunjukkan kecenderungan bentuk rheumatoid arthritis yang lebih agresif. Orang-orang dengan rheumatoid arthritis mungkin mempunyai anemia ringan. Pada test darah juga ditemukan adanya sedimentasi eritrosit (ESR) atau peningkatan protein C-reactive (CRP), yang merupakan penanda adanya peradangan.

Beberapa orang dengan rheumatoid arthritis juga mungkin memiliki hasil positif pada tes antibodi antinuclear (ANA), yang menunjukkan adanya gangguan autoimun. Pada lansia RA dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok, yaitu :

Kelompok 1

Artritis reumatoid klasik. Sendi-sendi kecil pada kaki dan tangan sebagian besar terlibat. Terdapat faktor reumatoid, dan nodula-nodula reumatoid yang sering terjadi. Penyakit dalam kelompok ini dapat mendorong ke arah kerusakan sendi yang progresif.

Kelompok 2

Termasuk ke dalam klien yang memenuhi syarat dari American Rheumatologic Association untuk artritis reumatoid karena mereka mempunyai radang sinovitis yang terus-menerus dan simetris, sering melibatkan pergelangan tangan dan sendi-sendi jari.

Kelompok 3

Sinovitis terutama memengaruhi bagian proksimal sendi, bahu dan panggul. Awitannya mendadak, sering ditandai dengan kekuatan pada pagi hari. Pergelangan tangan pasien sering mengalami hal ini, dengan adanya bengkak, nyeri tekan, penurunan kekuatan genggaman, dan sindrome karpal tunnel. Kelompok ini mewakili suatu penyakit yang dapat sembuh sendiri yang dapat dikendalikan secara baik dengan menggunakan prednison dosis rendah atau agens antiinflamasi dan memiliki prognosis yang baik.

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Tanya Jawab Via Telp