Syaraf kejepit di pinggang

Syaraf Kejepit di Pinggang Jangan Diremehkan

0Shares

Syaraf kejepit atau dikenal dengan herniated nucleus pulposus (HNP) sering menimbulkan gejala seperti pinggang kesemutan, kaki kesemutan, nyeri di tulang punggung/pinggang atau tulang belakang, nyeri pada bokong, dan nyerinya menjalar ke kaki.

Hubungi Call Center Kami di (021) 7919-6999

Mendengar kata syaraf kejepit mungkin yang dibayangkan orang adalah yang terjadi di bagian punggung (torakal) saja. Padahal tak selalu demikian. Dalam perkara syaraf terjepit bisa juga terjadi di ruas tulang leher yang disebut servikal. Satu lagi yang justru paling sering terjadi adalah di punggung bawah atau lumbar (lumbal) ini khususnya di khususnya ruas L3-L4 dan L4-L5. Inilah lokasi terjadinya syaraf kejepit di pinggang.

Semakin bertambah usia — dimulai sekitar usia 30 tahunan — permukaan bantalan tulang di tulang belakang semakin mengeras dan akibatnya jadi lebih tidak stabil dan mudah robek. Bahkan oleh gerakan yang ringan seperti mengangkat beban berat dengan teknik yang salah seperti membungkuk atau memutar pinggang.

Kelompok akar saraf yang bersambung dengan tulang belakang bagian bawah disebut sebagai cauda equina, karena mirip ekor kuda. Meski jarang herniated disc atau melesetnya disk di tulang belakang di area ini, bisa membuat cauda equina bisa sangat membahayakan penderita. Pembedahan darurat mungkin perlu dilakukan untuk mencegah kelemahan yang permanen atau kelumpuhan.

Salah satu akibatnya misalnya sciatica. Sciatica adalah nyeri tak tertahankan yang muncul akibat saraf sciatica yang rusak atau terjepit di bagian punggung bawah. Syaraf ini terletak di punggung bawah hingga ke kaki, tepatnya di bawah lutut.

Pencegahan Serangan Syaraf Kejepit di Pinggang

Syaraf kejepit di pinggang

Ilustrasi : Syaraf kejepit di pinggang

Begitu syaraf kejepit terjadi dan gejalanya muncul seperti nyeri di punggung dan pinggang, mungkin Anda berpikir ini adalah rasa nyeri yang tak ada tandingannya. Wajar saja, nyeri yang datang kadang membuat pengidap berpikir tak ada lagi yang bisa dilakukan. Untuk menghindarinya cobalah beberapa hal berikut.

  1. Lindungi punggung saat mengangkat benda berat.
    Misalnya dengan menekuk kaki dan bukan membungkukkan punggung. Hindari gerakan menekuk pinggang saat mengangkat barang. Tekuk lutut Anda, dan lakukan squat.
  2. Pastikan Anda selalu berada dalam postur terbaik.
    Baik saat berdiri, duduk atau berjalan. Jaga bahu tegak tapi tak kaku, dagu diangkat sedikit, dan pusar masuk ke perut. Postur ini akan membantu mencegah nyeri punggung.
  3. Olahraga rutin.
    Misalnya berenang, berjalan dan bersepeda statis. Mintalah saran dokter tentang apa saja yang bisa dilakukan.
  4. Jaga berat badan ideal.
    Ini akan mencegah Anda untuk memberi tambahan berat ke punggung bawah Anda. Bayangkan orang yang mengalami kelebihan berat badan, biasanya tanpa sadar akan bergerak dengan postur melengkung ke belakang akibat berat beban tambahan berat badannya.
  5. Jangan merokok.
    Merokok bisa meningkatkan risiko cedera disk di ruas-ruas tulang belakang.

Ini Gejala Syaraf Kejepit di Pinggang yang Mungkin Anda Rasakan

Jika Anda terserang nyeri punggung, nyeri pinggang termasuk juga nyeri punggung bagian bawah mungkin Anda akan merasakan gejala ini.

  1. Nyeri di kaki, kesemutan, kebas
    Jika Anda mengalami saaraf kejepit di bagian punggung bawah, Anda mungkin akan merasakan keluhan yang khas. Yakni nyeri di bokong, dan paha.
  2. Kebas dan kesemutan.
    Pengidap syaraf kejepit ada kalanya merasakan sensasi kesemutan atau kebas di area yang terhubung dengan saaraf di tulang belakang yang terjepit.
  3. Rasa lemah.
    Otot-otot menjadi lemah. Otot-otot yang dipengaruhi oleh saraf yang terjepit di tulang belakang biasanya jadi ikut melemah. Dalam kasus syaraf kejepit di pinggang, besar kemungkinan akan membuat kaki Anda jadi tak stabil. Anda jadi mudah tersandung atau punya kesulitan saat harus mengangkat atau menggenggam sesuatu.

    Namun juga jangan terpaku pada gejala-gejala tersebut. Ada beberapa kasus hernia nukleus pulposus (HNP) atau syaraf kejepit yang tidak menimbulkan gejala khas yang dirasakan penderita. Kadang bagian syaraf yang terjepit hanya terlihat saat pemeriksaan X-Ray dan MRI dilakukan.

    “Sebagai contoh saat bantalan sendi tulang belakang mengalami robekan atau bergeser, rasa nyeri yang dialami pasien sama dengan spasme otot di daerah tulang belakang. Menyakitkan dan terjadi di daerah yang sama,” jelas dr. Sri Wahyuni, SpKFR.

Temui Dokter Sesegera Mungkin

Jika gejala seperti diatas terasa makin kerap terjadi, baik yang khas maupun karena Anda mudah terjerembab dan tak stabil saat berdiri dan bergerak, ada baiknya Anda segera menemui dokter.

Klinik Nyeri dan Tulang Punggung yang akan segera berganti nama menjadi Lamina Pain and Spine Center di Warung Jati Barat, Pejaten Jakarta Selatan memiliki jawaban untuk berbagai keluhan nyeri dan syaraf terjepit. Semua terapi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan dan tingkat keluhan pasien dan rekomendasi dokter-dokter ahli.

Para pakar yang praktik di Lamina Pain and Spine Center, antara lain dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS; Dr .dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP; dr. Yossi Yudha, SpBS dan sebagainya.

Untuk menemui para dokter ahli ini ada baiknya jika Anda berkonsultasi gratis dulu dengan para ahli via WhatsApp di nomor 0812 8281 8473.

Siapa Berisiko Paling Tinggi Terserang Syaraf Kejepit

Banyak pengidap yang tak bisa menyebut pasti apa penyebab kasus syaraf kejepit yang mereka alami. Selain akibat mengangkat beban dengan teknik yang salah, syaraf kejepit di pinggang juga bisa terjadi misalnya karena kejadian traumatik seperti jatuh atau jatuh ke belakang. Namun dua kasus ini bisa disebut jarang terjadi.

  1. Orang dengan berat badan berlebih.
    Terutama yang besar di area perut, akan menambah tekanan dan ketegangan di area punggung bawah.
  2. Risiko pekerjaan.
    Orang dengan tuntutan pekerjaan yang tinggi di bagian punggung akan punya lebih banyak risiko. Gerakan mengangkat berulang, mendorong, menarik dan membungkuk saat bekerja meningkatkan risiko serangan syaraf kejepit di pinggang.
  3. Mereka yang suka melakukan gerakan berulang
    Misalnya untuk bekerja, gaya hidup, olahraga yang bisa memberi tekanan tambahan di punggung bawah.
  4. Cedera
    Cedera akibat aktivitas high impact yang membuat bantalan sendi menonjol, robek dan rusak.
  5. Genetik.
    Ada beberapa gen yang bisa membuat individu tertentu lebih berisiko mengalami penuaan pada disk di tulang belakangnya. Hanya saja para ahli sepakat masih perlu waktu untuk penelitian lebih lanjut.

Komplikasi Syaraf Kejepit di Pinggang

Waspadai tanda-tanda kedaruratan berikut yang menuntut penanganan segera dari keluhan syaraf kejepit di pinggang:

  1. Gejala yang semakin memburuk.
    Rasa nyeri, kebas, dan lemah yang semakin meningkat hingga Anda kesulitan untuk melakukan aktivitas harian.
  2. Masalah pencernaan dan kandung kemih.
    Orang dengan masalah di cauda equina mungkin mengalami mudah mengompol atau inkontinensia atau sebaliknya kesulitan untuk berkemih meski kandung kemih dalam kondisi penuh.
  3. Saddle anesthesia
    Ini adalah kondisi progresif di mana penderita mungkin kehilangan sensasi di area yang disebut saddle. Yakni di paha, belakang paha, dan area rektum. (berbagai sumber/TM)

Konsultasi Syaraf Kejepit Via Telpon 021-7919-6999

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini