Radiofrequency

Radiofrequency Ablation

0Shares

Radiofrequency ablation adalah prosedur bedah minimal yang ditujukan untuk menghambat serabut syaraf yang membawa sinyal rasa sakit ke otak. Teknologi ini dapat mengatasi masalah nyeri dalam jangka panjang, seperti halnya nyeri pinggang bawah, leher, dan juga arthritis sendi.

Jika Anda mengalami nyeri berulang, dan Anda sebelumnya pernah melakukan terapi nerve block dan memberikan hasil baik, radiofrequency ablation bisa jadi solusi penghilang nyeri kronik Anda dalam jangka panjang.

Apa itu Radiofrequency Ablation

Radiofrequency ablation atau yang dikenal juga dengan istilah rhizotomy merupakan prosedur minimally invasive non bedah yang menggunakan tenaga panas untuk mengurangi atau menghentikan transmisi rasa sakit ke otak. Gelombang radiofrequency akan membakar serabut saraf yang menyebabkan nyeri, atau dengan kata lain menghilangkan transmisi sinyal rasa sakit ke otak.

Prosedur ini paling umum digunakan untuk mengatasi nyeri kronik dan kondisi kesehatan lain seperti arthritis pada tulang belakang, spondilosis dan sacroilitis. Radiofrequency ablation juga dapat digunakan pada kasus nyeri leher, punggung, lutut, pinggul, dan nyeri saraf tepi.

Keuntungan Radiofrequency Ablation

Ada beberapa keuntungan terapi yang bisa pasien dapatkan dengan radiofrequency ablation ini, diantaranya;

1. Terapi non bedah, cocok untuk Anda yang takut dengan tindakan operasi
2. Terapi nyeri golongan menengah
3. Proses pemulihan pasca tindakan singkat atau kecil
4. Mengurangi ketergantungan obat penghilang nyeri
5. Meningkatkan fungsi fisik pasien nyeri
6. Pasca tindakan Anda bisa langsung bekerja atau aktivitas seperti sedia kala

Siapa saja yang cocok melakukan tindakan radiofrequency ablation?

Radiofrequency ablation merupakan opsi terapi bagi pasien nyeri kronik, yang sebelumnya pernah mendapatkan terapi obat nyeri atau yang pernah melakukan terapi blok injeksi.

Tindakan medis ini dilakukan dokter melalui bantuan fluoroscopic atau panduan X-ray. Tindakan ini tidak dianjurkan dilakukan pada orang dengan penyakit infeksi, wanita hamil, atau gangguan sistem pembekuan darah.

Tindakan radiofrekuensi ablasi umumnya dilakukan oleh dokter berpengalaman baik itu dokter spesialis rehabilitasi medik (SpKFR), Spesialis Radiologi (SpRad), Spesialis anastesi (SpAn), Spesialis bedah (SpBS) dan Spesialis saraf (SpS).

Persiapan Sebelum Tindakan

Ada beberapa persiapan yang harus dilakukan pasien sebelum melakukan tindakan radiofrequency ablation. Dokter operator umumnya akan melihat riwayat kesehatan Anda, tidak menutup kemungkinan dokter menyarankan pasien untuk melakukan pemeriksaan radiologi terlebih dahulu untuk menentukan tititk mana yang terbaik dilakukan tindakan ini.

Pasien yang sebelumnya menggunakan terapi aspirin atau pengencer darah lain akan diminta dokter untuk menghentikan konsumsinya terlebih dahulu beberapa hari sebelum tindakan.

Tindakan radiofrekuensi ablasi merupakan tindakan minimal, pasien bisa langsung pulang pasca tindakan dilakukan. Jika anda membawa kendaraan roda 4 atau 2, disarankan untuk tidak mengendarai kendaraan sendiri, minta bantuan keluarga atau teman untuk mendampingi Anda.

Untuk informasi lebih lanjut terkait tindakan ini, Anda dapat menghubungi customer relation officer Lamina Pain and Spine Center. Terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini