Hati-hati, Ini Bahaya Pijat Bagi Penderita Saraf Kejepit!

Bahaya pijat saraf kejepit masih belum banyak diketahui oleh masyarakat kita. Sebagian orang masih memilih untuk melakukan pengobatan alternatif seperti pijat tradisional, yang bertujuan untuk menghilangkan nyeri. Namun, bukannya rasa nyeri hilang, ternyata pijat bisa berdampak buruk bagi penderita saraf kejepit. Apa saja bahayanya? Berikut penjelasan selengkapnya.

Mengapa Saraf Kejepit Terjadi?

Sistem saraf merupakan sistem kompleks yang memiliki peran penting dalam mengatur dan mengoordinasikan seluruh aktivitas dalam tubuh kita. Sistem saraf ini terbagi menjadi dua, yaitu sistem saraf pusat dan saraf tepi. Apabila ada kerusakan pada saraf, maka komunikasi dari otak ke tubuh dan sebaliknya bisa terganggu.

Menurut dr.Mahdian Nur Nasution, Sp.BS, salah satu gangguan yang sering terjadi yaitu saraf kejepit. Saraf kejepit adalah kondisi ketika saraf tertekan oleh jaringan di sekitarnya seperti otot, tulang, tulang rawan ataupun tendon. Ketika bantalan ruas tulang belakang yang lembut keluar dan menonjol sehingga menekan saraf, inilah yang kita sebut dengan saraf kejepit.

Pada kondisi itulah, tubuh kita akan mengirimkan sinyal berupa rasa nyeri. Jika Anda membiarkan nyeri tersebut maka bisa terjadi komplikasi yang lebih parah.

Gejalanya bisa berupa mati rasa pada bagian yang terkena, kesemutan, otot yang semakin melemah, ataupun rada sensasi tertusuk atau tersetrum. Jika nyeri bertambah parah, Anda sebaiknya berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat

Apa Penyebabnya?

Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan saraf kejepit, antara lain:

  • Faktor pertambahan usia, sehingga diskus vertebra menjadi tidak fleksibel dan mudah robek
  • Arthritis (radang sendi)
  • Aktivitas olahraga yang rentan cedera
  • Trauma akibat terjatuh atau kecelakaan
  • Faktor genetik
  • Cedera tulang belakang
  • Kegiatan berulang-ulang dan terlalu sering
  • Mengangkat beban berat
  • Obesitas

Untuk mencegah terjadinya saraf kejepit, Anda sebaiknya memerhatikan apa penyebabnya dan hindari melakukan kegiatan yang dapat membebani tulang belakang secara terus-menerus.

Bahaya Pijat Saraf Kejepit

Jika Anda mengalami saraf kejepit, sebaiknya memang berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf untuk pengobatan yang tepat.

Biasanya, masyarakat kita melakukan pijat jika merasakan pegal pada tubuhnya. Namun, ada kalanya ketika terasa nyeri punggung, langsung ke pijat tradisional untuk meredakan sakitnya. Akan tetapi, bisa jadi itu adalah salah satu gejala Anda mengalami saraf kejepit.

Jenis pijatan apapun sebaiknya memang tidak dilakukan pada penderita saraf kejepit. Hal ini lantaran bisa berisiko pada bergesernya tulang. Apalagi jika pijatannya sangat keras hingga terdengar bunyi ‘kretek’. Hal ini sangat tidak disarankan karena bukannya sembuh, namun nyeri saraf kejepit Anda malah tak juga membaik.

Pijatan biasanya hanya bertujuan untuk merelaksasi otot sekitar tulang belakang, dan bukanlah sebagai bagian dari pengobatan saraf kejepit. Apabila terapis tidak kompeten, maka bisa menyebabkan kesalahan dalam memijat yang dapat berakibat fatal bagi penderitanya, bahkan bisa sebabkan kelumpuhan.

Penanganan yang Tepat

Saraf kejepit memang sebaiknya ditangani oleh dokter spesialis bedah saraf yang berpengalaman. Dengan metode pengobatan tanpa operasi seperti endoskopi tulang belakang, saraf kejepit Anda dapat tertangani dengan baik.

Di Klinik Lamina Pain and Spine Center, dokter akan melakukan serangkaian pemeriksaan untuk mendiagnosa penyakit saraf kejepit yang Anda alami. Dokter juga akan menyarankan pemeriksaan penunjang seperti MRI.

Bagi pasien yang masih khawatir dengan operasi besar (konvensional), Lamina memiliki metode tanpa operasi seperti endoskopi PELD dan PSLD. Kedua tindakan ini adalah minimal invasif dengan waktu tindakan yang relatif singkat. Hanya dengan sayatan kecil sebesar 7mm, dokter dapat melihat dengan jelas lokasi saraf yang terjepit dan tingkat keparahannya. Endoskopi ini menggunakan kamera kecil dan selongsong yang masuk ke dalam tubuh dan terhubung dengan layar monitor agar kondisi saraf Anda terlihat dengan jelas.

Dengan metode ini, Anda tidak perlu rawat inap, terkecuali jika memiliki kondisi medis tertentu. Bahkan, proses penyembuhannya pun lebih cepat daripada teknik operasi konvensional.

Yuk, segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah saraf di Lamina Pain and Spine Center dan hubungi nomor Care Line Center Lamina pada nomor yang tertera di website.

Baca juga: PLDD Menjadi Pengobatan Terbaik untuk Saraf Kejepit di Pinggang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 17:00 - 20:00
Rabu     : 17:00 - 20:00
Jumat   : 17:00 - 20:00
Sabtu   : 10:00 - 12:00


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00