penyebab sakit punggung

Penyebab Sakit Punggung Disaat Bangun Pagi

Artikel ini menjelaskan beberapa penyebab sakit punggung disaat bangun pagi. Bangun tidur di pagi hari mestinya jadi momen paling membahagiakan. Jika tidur Anda berkualitas seharusnya Anda bangun dengan tubuh yang bugar dan siap menjalankan segala aktivitas. Namun bagi pengidap sakit punggung kenyataan tak seindah harapan itu.

Mereka sering kali terbangun dengan serangan nyeri tak tertahankan. Pada orang yang sehat, bangun pagi dengan rasa nyeri punggung bisa mengindikasikan adanya masalah mulai dari postur saat tidur, alas tidur atau matras atau penggunaan bantal. Namun bisa juga nyeri punggung adalah sebuah kondisi medis tertentu.

Efek dan penyebab sakit punggung di pagi hari bisa sangat luas, bukan sekadar terganggunya mobilitas dan aktivitas. Karena itu ketahui dulu akar masalahnya lalu atasi. Di Klinik Lamina Pain and Spine Center Anda bisa mendapatkan layanan paripurna untuk segala masalah nyeri tersebut. Pemeriksaan dengan teknologi medis terdepan akan membantu mengetahui apa masalah penyebab sakit punggung Anda.


syaraf kejepit endoskopi PELD lamina

Belum lagi para dokter yang sangat berkompetensi di bidangnya. Mereka akan membantu Anda dengan beberapa solusi masalah sakit punggung. Berikut beberapa masalah dan penyebab sakit punggung yang bisa menyerang di pagi hari:

1. Penyakit Diskus Degeneratif

Pengidap diskus degeneratif sangat mungkin bangun di pagi hari dengan sakit punggung. Semakin bertambahnya usia, diskus juga bisa menjadi aus dan lemah. Tulang belakang juga bisa jadi menyempit. Khususnya di kanal saraf lumbar. Penyempitan ini disebut dokter sebagai spinal arthritis atau penyakit diskus degeneratif.

Kondisi ini bisa membuat saraf terjepit akibatnya muncul rasa nyeri, kakum dan terbatasnya mobilitas yang terutama menyerang bagian tubuh bawah atau leher. Tingkat nyeri mulai dari ringan sampai berat dan sangat mungkin menyebar ke bagian tubuh lain. Gejala yang dirasakan bagi bisa jadi terasa berat di pagi hari adalah akibat tidur yang tak berkualitas sepanjang malam.

Gejala lain termasuk :

  • Rasa lemas, kesemutan dan kebas di kaki dan tangan.
  • Rasa nyeri yang bisa semakin memburuk saat duduk, mengangkat benda dan membungkuk.
  • Rasa nyeri mungkin membaik saat Anda berjalan, bergerak atau berganti posisi.

Penanganannya termasuk :

  • Obat-obatan nyeri yang dijual bebas, seperti ibuprofen dan acetaminophen.
  • Kompres es atau hangat.
  • Penggunaan korset.
  • Terapi fisik.
  • Bedah minimal invasif seperti Percutaneous Endoscopy Lumbar Discectomy (PELD)

2. Fibromialgia

Sakit punggung dan kekakuan adalah gejala yang biasa dirasakan juga oleh pengidap fibromialgia. Ini adalah penyakit kronis yang bisa menyebabkan rasa nyeri, sakit dan rasa lembek di beberapa bagian tubuh. Gejala lain dari fibromialgia :

  • Kelelahan.
  • Sulit tidur.
  • Masalah memori dan konsentrasi yang sering disebut sebagai ‘fibro fog’
  • Masalah di usus besar.
  • Sakit kepala.
  • Kebas dan kesemutan di lengan dan kaki.

Penanganan fibromialgia tergantung pada gejala setiap orang. Tapi umumnya mencakup :

  • Penggunaan pereda nyeri.
  • Perubahan gaya hidup, mulai dari berolah raga kembali, makan sehat dan menyesuaikan lingkungan kerja jika memungkinkan.
  • Pemanasan atau stretching sebelum bangkit dari tempat tidur, seperti menarik lutut ke dada saat telantang.
  • Mandi air hangat segera setelah bangun dari tempat tidur untuk membantu sirkulasi dan melepaskan kekakuan otot.
  • Sebelum tidur pastikan kamar tidur dalam suhu yang nyaman.
  • Gunakan bantal yang bisa meminimalkan tegangan di punggung saat tidur.
  • Bangun dari tidur dengan perlahan untuk mencegah kekejangan pada punggung.

3. Postur Buruk Saat Tidur

Postur yang buruk saat tertidur juga bisa mengakibatkan rasa tegang di punggung, pinggang dan leher. Memang tak selalu penting bagi seseorang untuk mengubah posisi tidurnya. Tapi penderita nyeri lambung bisa menggunakan bantal sebagai penyokong posisi tidur agar nyaman.

4. Matras atau alas tidur tak nyaman.

penyebab sakit punggungMatras yang tak mendukung penuh berat badan seseorang bisa memicu rasa nyeri saat terbangun dari tidur. Pabrik kasur biasanya menyarankan Anda mengganti alas tidur setiap 10 tahun sekali. Salah satu tanda matras Anda harus diganti adalah adanya bentuk dipermukaan kasus karena tekanan berat badan di mana biasanya Anda tidur.

Belilah alas tidur yang nyaman dan mendukung penuh tubuh Anda. Untuk pengidap sakit punggung alas tidur yang menengah kekerasannya.

5. Kapan Harus Menemui Dokter?

Seperti dikutip dari Medical News Today, pengidap sakit punggung harus segera menemui dokter saat nyeri tak juga hilang setelah beberapa waktu atau ada masalah dengan sesak nafas. Demikian pula dengan penderita sakit punggung di bagi hari yang tak kunjung membaik.

Penderita sakit punggung juga harus segera ke dokter jika keluhan sudah diikuti dengan keluhan lain sebagai berikut:

  • Masalah berkemih dan buang air besar.
  • Kelumpuhan atau rasa lemah di lengan atau kaki.
  • Nafas pendek.

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia.

(***)

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini