5 Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Perlu Dihindari

Nyeri sendi dapat menimbulkan rasa sakit dan ketidaknyamanan saat beraktivitas. Penyebabnya pun beragam, seperti cedera atau peradangan pada sendi, ligamen. tulang rawan, tendon maupun tulang di sekitar sendi. Pada orang tua/ lansia, penyebab umumnya yaitu osteoarthritis yang dapat menimbulkan nyeri di lebih dari satu sendi.

Kondisi ini dapat tergolong nyeri ringan hingga berat, dan dapat terjadi dalam waktu singkat (akut) atau nyeri berkepanjangan (kronis).

Faktor Risiko dan Penyebab Nyeri Sendi

faktor risiko neyri sendi

Risiko nyeri sendi dapat terjadi pada siapa saja, namun ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena nyeri sendi, antara lain:

  • Seseorang yang berusia lebih dari 60 tahun
  • Memiliki riwayat nyeri sendi dalam keluarga
  • Pernah mengalami cedera/ trauma pada sendi
  • Kelebihan berat badan atau obesitas
  • Menderita penyakit metabolik seperti diabetes
  • Melakukan kegiatan/ gerakan berulang yang dapat menekan sendi terus-menerus

Penyebab umum rasa sakit yang berasal dari beberapa persendian adalah karena adanya peradangan pada sendi. Faktor penyebab lainnya bisa karena infeksi virus, gangguan sendi kronis (rheumatoid arthritis), gout, infeksi bakteri gonore, artritis reaktif ataupun asam urat.

Gejala nyeri sendi bisa berupa rasa nyeri yang menusuk dan semakin memburuk seiring waktu, nyeri yang menyebar ke area bokong, pembengkakan pada sendi, dan terasa sensasi kisi saat melakukan gerakan.

Mengutip laman Healthline, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa melakukan diet seperti mengurangi makanan dan minuman tertentu dapat mengurangi gejala radang sendi dan osteoarthritis sehingga dapat meningkatkan kualitas hidupnya.

Selain dengan melakukan terapi/ latihan fisik, dan mengonsumsi obat penghilang nyeri, ada beberapa makanan yang sebaiknya dihindari agar tidak memicu nyeri sendi yang Anda alami.

Makanan Penyebab Nyeri Sendi yang Harus Dihindari

Gula Berlebih

Makanan yang mengandung gula berlebih dapat memicu nyeri sendi. Maka sebaiknya Anda membatasi atau menjaga asupan gula yang masuk ke dalam tubuh. Menurut sebuah penelitian berjudul “Diet and Rheumatoid Arthritis Symptoms: Survey Results from a Rheumatoid Arthritis Registry,” menjelaskan bahwa mengonsumsi gula yang berlebihan dapat memperburuk kondisi pasien dengan nyeri sendi.

Jenis makanan yang mengandung tinggi gula yaitu minuman bersoda, kopi dengan topping, aneka jenis kue, atau roti dengan selai coklat.

Makanan yang mengandung gluten

Makanan dengan kandungan gluten juga disinyalir dapat memicu radang sendi. Gluten adalah sekelompok protein yang terdapat dalam gandum, rye atau barley. Jenis makanan ini yaitu roti,pasta, sereal atau kue.

Terlebih, penderita autoimun celiac dapat meningkatkan risiko rheumatoid arthritis. Oleh karena itu, sebaiknya Anda memang menghindari berbagai jenis makanan yang mengandung gluten.

Daging merah dan daging olahan

Asupan daging merah yang tinggi dapat memperburuk gejala rheumatoid arthritis (RA) yang Anda derita. Daging merah dan olahannya dapat meningkatkan gejala radang sendi. Sebaiknya ganti pola makan dengan makanan jenis nabati tanpa daging merah untuk memperbaiki gejala radang sendi.

Makanan Tinggi Garam

Selain kadar gula yang tinggi, makanan yang mengandung garam berlebih juga dapat menyebabkan nyeri sendi semakin parah. Jenis makanan ini yaitu pizza, keju, daging olahan, sup kaleng, dan lainnya. Hindari mengonsumsi makanan tinggi garam karena hanya akan meningkatkan kerusakan pada sendi.

Makanan olahan

Makanan pemicu radang sendi yang kelima adalah makanan olahan atau cepat saji. Biasanya makanan ini penuh dengan tambahan gula, pengawet, biji-bijian olahan, dan bahan lainnya yang dapat menyebabkan peradangan pada sendi. Jenis makanan olahan ini adalah roti,kue, biscuit. sosis, bakso, nugget, atupun kornet.

Nah, setelah mengetahui berbagai jenis pantangan makanan tersebut, Anda pastinya harus lebih memerhatikan kesehatan diri karena jika sendi mengalami kerusakan maka aktivitas akan terbatasi dan tidak nyaman. Apabila nyeri tidak juga membaik, maka Anda bisa berkonsultasi dengan dokter ahli di Klinik Patella sebagai Pusat Pengobatan Nyeri Lutut. Silakan menghubungi nomor 021-2237-9999 untuk berkonsultasi dan mendaftar.

Baca juga: Beda Nyeri Tulang dan Nyeri Sendi yang Perlu Diketahui!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 17:00 - 20:00
Rabu     : 17:00 - 20:00
Jumat   : 17:00 - 20:00
Sabtu   : 10:00 - 12:00


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00