Lamina Pain and Spine Center

Makanan Untuk Syaraf Kejepit Sebagai Pilihan Pereda Nyeri

Makanan direkomendasikan untuk syaraf kejepit

Makanan bagi penderita syaraf kejepit untuk pereda nyeri sangat perlu guna membantu memperlambat kerusakan dan membantu menambah kadar sehat pada tubuh penderita syaraf kejepit. Selain itu juga dapat bermanfaat dalam meredakan nyeri agar kualitas hidup penderita syaraf kejepit menjadi lebih baik.

Baca juga : Kenali beda saraf terjepit dan nyeri punggung biasa

Selain dengan obat-obatan tertentu, asupan makanan tertentu perlu perhatian agar proses pemulihan syaraf terjepit menjadi lebih baik. Untuk membantu mengendalikan kondisi syaraf kejepit Anda, simak beberapa makanan yang tepat bagi kondisi syaraf kejepit Anda.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut

Makanan Untuk Syaraf Kejepit

Berikut beberapa makanan yang dapat membantu untuk memulihkan nyeri akibat syaraf kejepit, antara lain:

Pantangan Makanan Untuk Penderita Syaraf Terjepit

Selain makanan yang baik, ada juga jenis makanan yang harus penderita syaraf terjepit hindari, atau pantangannya, diantaranya;

    1. Gluten
      • Gluten adalah nama umum untuk protein yang ditemukan dalam gandum biasa dan gandum hitam. Masalahnya adalah, banyak orang yang alergi dan bahkan tidak menyadarinya. Bagi kita yang alergi terhadap gluten atau hidup dengan sakit saraf, menghilangkan gluten dari diet kita sangat dianjurkan. Ini berarti kita tidak bisa makan makanan yang mengandung gandum, pasta, kue atau tepung kue.
    2. Pemanis buatan
      • Pemanis buatan dapat menaikkan berat badan dan mencetuskan peradangan. Ini akan menambah rasa sakit pada syaraf kejepit Anda dan dapat memperburuk rasa nyeri.
    3. Processed foods atau makanan olahan
      • Meski praktis diolah namun kandungan gizi jenis makanan ini masih tidak jelas. Bahkan makanan olahan telah melalui proses pemberian pemberian bahan tambahan yang mempercepat peradangan seperti pengawet makanan, pemanis buatan, dan penambah selera makan. Ini tentu tidak baik untuk orang yang sedang mengalami syaraf kejepit.
    4. Makanan tinggi lemak jenuh, tinggi gula, dan lemak trans
      • Jenis makanan ini tidak baik karena mudah menaikkan berat badan Anda yang sedang mengalami syaraf kejepit. Dokter menganjurkan pasien syaraf kejepit menurunkan berat badannya agar mengurangi beban tulang yang menjepit dari saraf. Jika tetap makan-makanan tinggi lemak maka akan sulit untuk menurunkan berat badan.
    5. Sumber makanan yang mengandung sirup jagung berfruktosa tinggi (high fructose corn syrup)
      • Sirup jagung tinggi fruktosa mengandung karbohidrat, glukosa, dan fruktosa yang sangat mudah menjadi lemak di dalam tubuh. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya jika sebaiknya penderita saraf kejepit menjaga berat badannya. Selain itu juga cepat memicu terjadinya peradangan.
    6. Makanan cepat saji (fast foods)
      • Sama seperti makanan tinggi lemak jenuh, maka sebaiknya juga menghindari makanan cepat saji agar terjaga berat badannya.
    7. Daging merah
      • Kelebihan kalori dapat menyebabkan penambahan berat badan dan memperburuk peradangan yang terjadi pada syaraf kejepit.
    8. Makanan dengan banyak zat kimia
      • Makanan dengan banyak zat kimia akan membuat pasien jadi sulit menjalankan pola hidup sehat sehingga membuat dia sulit menahan nafsu makan yang muncul. Ini membuat pasien juga lebih rentan terhadap obesitas dan peradangan yang membuat saraf kejepit menjadi lebih menyakitkan.
    9. Jerohan
      • Jerohan memperlambat penyembuhan karena tinggi kolesterol dan mengandung racun. Kandungan racunnya seperti merkuri, timah, arsenik, selenium, dan lainnya.
    10. MSG
      • MSG memang memiliki rasa yang nikmat tapi dapat memicu percepatan peradangan pada tubuh. Pada syaraf kejepit, pasien telah mengalami peradangan pada syarafnya. MSG membuat terjadinya percepatan peradangan yang semakin menjadi lebih mudah menimbulkan rasa sakit pada syaraf kejepit.

Penyebab 

Pantangan makanan untuk syaraf kejepit

Pantangan makanan untuk syaraf kejepit

Hingga saat ini masih belum secara pasti apa penyebab seseorang lebih rentan mengalami syaraf terjepit (nerve pinched atau hernia nukleus pulposus/HNP) dibandingkan dengan orang lain. Padahal mereka memiliki kerja yang sama seperti mengangkat benda berat.

Baca juga : Sembuhkan saraf terjepit tanpa operasi

Mungkin orang yang lebih rentan, bagian terluar dari bantalan tulang belakangnya melemah.

Bersin, membungkuk dengan posisi tubuh yang tidak tepat, atau mengangkat benda berat dengan postur tubuh yang salah, dapat memberikan beban tambahan terhadap ruas tulang belakang. Pada sebagian orang yang memiliki bantalan tulang yang lemah, maka faktor tersebut cukup dapat menyebabkan prolaps atau menonjolnya bantalan tulang.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA Link Berikut

Faktor Risiko Syaraf Terjepit

Ada beberapa faktor yang dapat mempertinggi risiko penderita atau seseorang untuk alami syaraf terjepit, antara lain:

Pengobatan Syaraf Terjepit

Ketika anda merasakan nyeri maka sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter terutama spesialis bedah saraf atau saraf atau bedah tulang. Dokter kemudian akan meminta melakukan pemeriksaan fisik seperti CT Scan atau MRI. Kemudian dokter akan melakukan diagnosa untuk terapi apakah akan operatif atau non-operatif. Terapi non-operatif adalah dengan pemberian obat-obatan dan fisioterapi sedangkan operatif dengan operasi konvensional atau metode terkini yaitu minimal invasif.

Baca juga : Saraf leher terjepit ini gejalanya

Exit mobile version