Sembuhkan Saraf Terjepit atau HNP Tanpa Operasi

Saraf terjepit atau HNP disebabkan oleh menonjolnya bantalan tulang di ruas tulang belakang.

Ruas tulang belakang dari leher sampai tulang ekor dihubungkan menjadi satu melalui persendian. Di antara masing-masing tulang tersebut terdapat sebuah bantalan sendi yang disebut diskus intervertebralis.

Dalam bantalan ruas tulang belakang tersebut, diisi oleh suatu bahan seperti jeli kenyal (bantalan) yang disebut nukleus pulposus.

Layaknya mobil dan motor, bantalan tulang belakang bekerja sebagai “shock breaker” (peredam getaran).

Bantalan tulang belakang ini memungkinkan bagian ini dapat bergerak secara lentur.

Jadi sebenarnya bantalan tersebut ada yang menjaga, namun karena beberapa faktor, seperti usia, gaya hidup yang buruk dan cara mengangkat barang dengan teknik yang salah, maka ‘penjaga’ bantalan tersebut pun mulai rusak dan memiliki kemungkinan menonjol dari tempat semula.

Menonjolnya bantalan sendi tersebut dikenal dengan istilah herniasi nukleus pulposus (HNP) yang mengakibatkan saraf di area tersebut terjepit sehingga timbul nyeri.

Sebagian besar HNP disebabkan oleh penyakit degeneratif, yaitu penurunan fungsi organ tubuh karena bertambahnya usia.

Derajat Saraf Terjepit

Terdapat 4 derajat dalam penentuan tingkat tindakan yang akan dilakukan apabila bantalan sendi sudah menonjol.

Apabila masih derajat 1-2, kondisi nukleus sudah menonjol namun masih berada dalam lingkaran annulus fibrosus. Pada tahapan ini dapat dilakukan dengan terapi untuk membantu meringankan keluhan nyeri (atau dengan obat-obatan). Selain itu juga dianjurkan melakukan fisioterapi rutin dengan berenang.

Apabila sudah dalam derajat 3-4, bantalan ruas tulang belakang membengkak hingga bocor keluar, maka perlu dilakukan intervensi dengan tindakan tertentu agar saraf yang terjepit dapat terbebas dan rasa nyeri pun mereda.

Jika Anda mengalami gejala HNP atau saraf terjepit, seperti alami nyeri leher atau nyeri punggung bawah yang menjalar hingga lengan atau kaki, atau jika disertai dengan mati rasa atau kesemutan, segeralah periksa ke dokter untuk mendapat kepastian serta penanganan yang tepat.

Menonjolnya bantalan ruas tulang belakang, herniasi atau bahkan kondisi robekan pada bantalan tulang, biasanya disebabkan oleh lemahnya annulus yang sudah terjadi dan peningkatan tekanan yang mendadak pada bantalan tulang sehingga serat-serat pada annulus robek.

Penyebab Saraf Terjepit (HNP)

Menonjolnya bantalan ruas tulang belakang dapat disebabkan oleh:

1.Trauma atau cedera ringan namun sudah terakumulasi dalam waktu yang cukup lama sehingga dapat berisiko memicu timbulnya cedera pada bantalan tulang. Misalnya saja postur tubuh yang buruk saat duduk, berdiri dan bekerja, dapat membebani dan menekan tulang belakang.

Posisi bungkuk dalam waktu lama menyebabkan jaringan ruas tulang belakang meregang berlebihan dan melemah. Bila kondisi ini berlangsung lama akan menyebabkan perubahan aliran cairan atau jel dan bahkan bisa bocor dari tempat yang semestinya dan timbul nyeri.

2.Beban dadakan yang tidak terduga, misalnya jatuh, kecelakaan, yang dapat menyebabkan benturan hebat pada bantalan sendi ruas tulang belakang. Hal ini kemungkinan bisa ‘merobek’ serat-serat annulus sehingga bantalan ruas tulang belakang juga terkena dampaknya.

3.Faktor keturunan (genetik)

Diperkirakan salah satu sekian banyak penyebab cedera tulang belakang, adalah faktor keturunan (genetik).

Bagi mereka yang memiliki kepadatan (densitas) serat elastin yang rendah dan meningginya komponen serat-serat fibrokartilaginosa maka kemungkinan berisiko besar alami hal ini. Serat-serat ini berperan dalam membentuk annulus diskus antar ruas tulang belakang.

Faktor lainnya yang juga berperan seperti lemak perut yang berlebihan, kekuatan tungkai bawah yang tidak begitu bagus, dan pekerjaan yang dilakukan secara rutin (misalnya angkat beban berat).

Namun secara keseluruhan, faktor genetik hanya berperan kecil dalam cedera bantalan antar tulang belakang. Yang jauh lebih penting lagi, Anda perlu melakukan beberapa langkah untuk membantu mencegah cedera ini.

Klinik Lamina, Punya Solusi Saraf Terjepit

Saraf terjepit kini sudah dapat ditangani dengan teknologi terkini tanpa operasi yang ada di Klinik Lamina Pain and Spine Center.

Teknologi seperti PELD, PSLD, PLDD merupakan solusi terkini untuk tuntaskan nyeri akibat saraf terjepit yang dilakukan hanya dalam waktu 10-45 menit, hanya dengan bius lokal dan pasien dapat langsung beraktivitas.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4 Comments
  1. Balas
    Maswi haris

    Orang tua saya mengalami syaraf leher kejepit berdasarkan hasil.mri di sudah 4 bulan berbaring dan masih rutin kontrol ke rs….kalau bole tau berapa biaya operasi peld atau hnp yang di maksud berapa persen tingkat keberhasilannya? Sangat di tunggu jawabannya

    • Balas
      Admin Lamina

      keberhasilan mencapai 90%, untuk HNP leher dengan tindakan endoskopi PECD. Untuk biaya masih cukup terjangkau dibandingkan dengan terapi menggunakan tindakan bedah terbuka seperti ACDF. tapi kami harus melihat kondisinya terlebih dahulu. Sematkan datang ke klnik kami. Terimakasih

  2. Balas
    Diki zamilul

    Sya abis operasi microdisectomy
    Tpi smpi skrg msih terasa ngilu”
    Pas tanya ke dokter nya dan sudah di MRI THORAX lgi pas di lihat hasilnnya gpp
    Itu kenapa kok bsa sakit smpai skrg dan berapa lama waktu msa pemulihan kseluruhan

    • Balas
      Admin Lamina

      Ada beberapa kemungkinan, Fisioterapi dengan menggunakan alat manuthera bisa mengurangi rasa nyeri yang dialami bapak paska tindakan microdisectomy. terimakasih

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini