Lamina Pain and Spine Center

Terapi Laser PLDD ‘Sahabat’ Nyeri Pinggang

Syaraf kejepit atau dikenal dengan sebutan HNP menjadi penyebab nyeri pada pinggang. Dulu tindakan bedah menjadi solusi pengobatan penyakit ini. Tindakan bedah dengan teknik konvensional itu terkadang tidak luput dengan risiko-risiko terkait, misalnya membutuhkan proses pemulihan yang lebih panjang. Seiring dengan kemajuan teknologi, kini telah berkembang teknologi Percutaneous Laser Disc Decompression (PLDD) atau terapi laser untuk tulang belakang.

Call Center Lamina 021-7919-6999

Teknologi PLDD ini mulai berkembang pada tahun 1990, namun di Indonesia baru berkembang pada awal tahun 2000-an dan diindikasikan untuk kasus-kasus HNP pada ruas tulang lumbar.

Cara kerja PLDD dilakukan dengan anestesi lokal dan dipandu oleh computed tomographic (CT) dan fluoroskopi.

Kemudian dokter akan memasukkan jarum berukuran 1 mm menuju bantalan sendi yang mengalami penonjolan yang menyebabkan saraf di area tersebut terjepit.

Kemudian laser akan memberikan energi cahaya dan panas yang terfokus ke inti bantalan sendi, menguapkan kadar air di area tersebut sehingga mengubah atau mengurangi tekanan di antara bantalan sendi yang menyebabkan terjadinya nyeri dan inflamasi pada saraf sekitar.

Ahli bedah dari Florida Spine Institute, Dr. Douglas Weiland, mengatakan dengan teknik bedah yang konvensional, pasien dengan masalah HNP harus menghabiskan waktunya dengan rawat inap dan dilanjutkan dengan pemulihan di rumah.

Antara Terapi Laser dan Bedah Konvensional

Dibandingkan dengan tindakan bedah konvensional, laser memiliki keunggulan berupa:

Ragam Penelitian

terapi laser

terapi laser

Dalam sebuah jurnal Manipulative and Physiological Therapeutics (2008), terapi laser memiliki peran penting dalam penanganan HNP dan efektif untuk HNP akut pada ruas tulang lumbar.

Studi lain, yang diterbitkan dalam Terapi Laser (2012), teknologi laser efektif untuk mengatasi nyeri akibat penonjolan bantalan sendi leher yang disebabkan oleh spondilosis.

Studi ini juga menemukan, untuk menjaga dampak laser ini dalam jangka panjang, penderita biasanya dianjurkan untuk menjaga postur tubuh dalam melakukan aktivitas hariannya.

Dari beberapa penelitian yang dilakukan tingkat efektivitas penggunaan laser untuk mengatasi masalah saraf terjepit sangat bervariasi.

Selain itu, laser memiliki tingkat keberhasilan yang sama dengan teknik operasi terbuka atau laminektomi dalam mengatasi masalah saraf terjepit, hal ini ditulis dalam studi oleh Gibson dkk dalam Cochran Review.

Terapi Laser dan Manfaatnya

Menurut dr. Bruce Coren (salah satu pionir dalam terapi laser di Florida, Amerika Serikat) memaparkan ragam manfaat terapi laser antara lain membantu:

Kapan PLDD Diperlukan?

Dipertimbangkan bila nyeri masih berlangsung setelah pemberian obat atau fisioterapi.

Terapi laser dapat dimanfaatkan dalam:

Terapi laser dapat digunakan sebagai pengobatan yang berdiri sendiri, atau diikuti dengan terapi latihan rehabilitasi. Namun perlu diketahui adalah tingkat penyembuhan individu dapat bervariasi.

Penentuan tindakan laser ini perlu dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu.

Konsultasi Dengan Staf Ahli Lamina di 021-7919-6999

Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi Lamina Pain & Spine Center sebagai satu-satunya klinik syaraf kejepit terlengkap di Indonesia.

Exit mobile version