Lamina Pain and Spine Center

Facet Joint Bermasalah Adalah Penyebab Nyeri Leher dan Punggung

Facet joint adalah salah satu sendi kecil yang berada di antara dan di sepanjang tulang belakang. Masalah kesehatan sendi facet atau facet joint dapat timbul di area leher (servikal), dada (torakal), dan punggung bawah atau pinggang  yang kita ketahui sebelumnya adalah lumbar.

Nyeri punggung bawah atau low back pain (LBP) dapat disebabkan oleh kerusakan sendi ini yang bisa menimbulkan rasa nyeri yang bergantung lokasi.

Nyerinya bisa terjadi di leher bila sendi facet joint area ini mengalami kerusakan, begitu pula nyeri akan terasa di punggung bawah kemungkinan adalah sendi facet area inilah yang mengalami kerusakan. Jadi gejalanya sesuai dengan area yang mengalami kerusakan.

 

Penyebab nyeri LBP, leher maupun nyeri pinggang bisa ditimbulkan oleh kerusakan sendi facet saja atau bisa juga merupakan gabungan dengan kelainan atau kerusakan jaringan-jaringan lain dari area tulang belakang. Kondisi inilah adalah yang sering dikenal facet joint syndrome (sindrom sendi facet).

Apa Fungsi Facet Joint?

Facet joint adalah

Ilustrasi : Ini adalah masalah pada facet joint

Sendi ini bekerja untuk membatasi gerakan berlebihan (seperti memutar tubuh), dan mempertahankan rangkaian tulang belakang, serta membantu mencegah gerakan tulang belakang terlalu ke depan (maju) atau ke belakang (mundur) dari posisi semula.

Sendi inilah yang menjaga gerakan tubuh agar dapat bergerak membungkuk baik ke depan maupun ke belakang, serta ke kanan dan kiri. Gerakan memutar misalnya saat leher menengok kanan kiri juga menjadi salah satu fungsinya.

Kenali Gejalanya

Baca juga : Leher Terasa Sakit? Apa Yang Perlu Dilakukan

Penyebab Nyeri Facet Joint Adalah

Dari beberapa kepusatakaan yang ada penyebab nyeri facet joint syndrome sangat beragam, beberapa hal termasuk diantaranya adalah;

  1. Proses degenerasi
    Proses ini dapat menyebabkan beragam perubahan pada ruas tulang belakang termasuk sendi ini, baik bentuk, ketebalannya, ruang antar-sendi, penipisan tulang rawan, atau tumbuhnya taji tulang.
  2. Faktor usia
    Usia diketahui dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan sendi facet sehingga menipis atau ‘aus’ sehingga saat bergerak tulang-tulang ini dapat bergesekan sehingga sendi facet semakin rusak.
  3. Gerakan berulang dengan beban tinggi, misalnya posisi menengadah yang dilakukan berulang.
  4. Cedera pada tulang belakang dan sendi facet, misalnya kecelakaan (whiplash).
  5. Pada kasus-kasus tertentu, peradangan sendi (arthritis) dapat menimbulkan kista sehingga menekan sendi facet.
  6. Adanya infeksi atau peradangan di ruas tulang belakang.

Selain itu, ada beberapa faktor yang kemungkinan meningkatkan risiko Anda mengalami sindrom sendi ini yaitu:

Ini Adalah Penanganan Nyeri Facet Joint

Beberapa pilihan mengatasi nyeri akibat sindrom ini antara lain:

  1. Menjaga postur tubuh yang baik dengan menjaga lengkungan (kurvatura) tulang belakang dengan baik, misalnya duduk tegak, menekuk lutut saat mengambil benda dari lantai
  2. Kompres hangat (misalnya dengan mandi air hangat) atau kompres dingin yang dapat membantu meredakan nyeri
  3. Melakukan istirahat sesering mungkin bila Anda sedang bekerja
  4. Minum obat pereda nyeri yang diresepkan oleh dokter
  5. Melakukan olahraga yang dianjurkan oleh fisioterapis atau oleh dokter

Metode tanpa operasi lainnya yang dapat membantu menuntaskan nyeri facet joint sindrom adalah dengan radiofrekuensi ablasi (RFA). Metode ini dilakukan dalam waktu singkat (sekitar 20-45 menit) dan menggunakan bantuan gelombang. Bertujuan untuk menghentikan/memblokir cabang saraf medial yang mengalirkan sinyal rasa sakit/nyeri dari sendi facet yang rusak ke otak.

 

Keberhasilan tindakan ini bergantung pada keakuratan diagnosis (yang perlu dipastikan dengan pemeriksaan penunjang), anatomi saraf, dan teknik yang digunakan. Dari beberapa hasil riset, nyeri berkurang pada sekitar 45-60% pasien dengan nyeri akibat sendi ini mengalami kerusakan.

Pasca-RFA, Anda sebaiknya tidak menyetir atau mengoperasikan mesin dalam waktu 24 jam setelah tindakan dan tidak melakukan aktivitas berat.

Untuk membantu menjaga sehatnya tulang belakang dan sendi facet Anda. Jangan lupa selalu untuk lakukan gaya hidup sehat dan olahraga yang sesuai serta menjaga postur tubuh Anda.

Exit mobile version