Lamina Pain and Spine Center

Facet Joint Syndrome: Gejala, Penyebab dan Penanganan

Facet Joint Syndrome - Klinik Nyeri Tulang Belakang

Facet joint syndrome atau sindrom sendi facet adalah kondisi yang terjadi akibat peradangan pada sendi-sendi kecil di antara tulang dan tulang belakang. Sindrom ini termasuk salah satu penyebab tersering nyeri leher dan nyeri punggung belakang. Tulang rawan di dalam sendi facet dapat rusak dan mengalami peradangan, sehingga menimbulkan berbagai gejala, seperti rasa nyeri di dekat ujung saraf. Untuk mengelola gejalanya, dokter umumnya akan memberikan obat-obatan, injeksi pada sendi, maupun radiofrekuensi ablasi. Namun, pada gejala nyeri kronis, Anda mungkin membutuhkan operasi untuk memperbaiki bagian sendi yang rusak. 

Anatomi Sendi Facet

Facet Joint Syndrome - Klinik Nyeri Tulang Belakang

Tulang belakang terdiri dari susunan tulang yang lebih fleksibel atau disebut dengan vertebra, dan terhubung antara satu dengan lainnya. Masing-masing vertebra memiliki tiga sendi yang besar cakram atau bantalan besar di depan dan dua sendi facet di bagian belakang.  

Susunan tulang dan sendi tersebut sangatlah kuat, menjadikan tulang lebih fleksibel saat kita membungkuk atau memutar tubuh. Facet adalah sendi sinovial yang sejajar dengan tulang rawan, terlubrikasi dalam cairan sinovial dan terlindungi oleh kapsul sendi. Sendi facet yang sehat dapat bergerak dan meluncur dengan baik saat punggung bergerak. Namun, Anda tetap harus menghindari gerakan memutar secara berlebihan karena bisa menyebabkan cedera sendi ataupun cedera tulang belakang. 

Apa Itu Facet Joint Syndrome?

Rasa nyeri yang berasal dari satu atau lebih sendi facet disebut dengan facet joint syndrome atau facet arthropathy. Perubahan akibat faktor degeneratif di tulang belakang dapat menyebabkan pengikisan dan menurunnya fleksibilitas pada sendi facet. Beban ekstra juga dapat mengakibatkan keausan (wear and tear) pada persendian dan semakin melemah seiring waktu. Keausan ini terjadi dalam kondisi kapsul sendi yang menipis, tulang rawan rusak, dan taji tulang (bone spurs) mungkin saja terbentuk. 

Sama halnya dengan radang sendi pada lutut, perubahan atau kerusakan tersebut akan membuat persendian semakin sulit untuk bergerak dengan fleksibel. Kondisi inilah yang [ada akhirnya menimbulkan iritasi dan peradangan. Sendi yang mengalami peradangan akan mengirim sinyal nyeri menuju otak melalui saraf kecil pada kapsul (medial branch sensory nerves). Akibatnya, otot-otot di sekitar tulang belakang menjadi kaku dan spasme. 

Baca juga: Gejala Low Back Pain Akibat Masalah Sendi Facet

Gejala yang Harus Anda Waspadai

Gejalanya dapat sangat bervariasi tergantung pada lokasi dan tingkat keparahannya. Beberapa gejala umum meliputi:

Mengelola Gejala dengan Teknologi Radiofrekuensi Ablasi

Radiofrekuensi ablasI adalah prosedur medis yang menggunakan gelombang radiofrekuensi untuk menghancurkan ujung saraf yang mengirimkan sinyal rasa sakit ke otak. Prosedur ini umumnya dilakukan oleh dokter spesialis nyeri atau ahli bedah saraf. Prinsip dasar dari radiofrekuensi ablasi adalah menghantarkan energi radiofrekuensi melalui elektroda yang ditempatkan di dekat saraf yang bermasalah. Ini menghasilkan panas yang cukup untuk menghancurkan ujung saraf tersebut, sehingga menghentikan sinyal rasa sakit dari mencapai otak.

Manfaat Radiofrekuensi Ablasi

Frequently Asked Questions (FAQ)

[sc_fs_multi_faq headline-0=”h2″ question-0=”Apa Itu Facet Joint Syndrome?” answer-0=”Facet joint syndrome atau sindrom sendi facet adalah kondisi yang terjadi akibat peradangan pada sendi-sendi kecil di antara tulang dan tulang belakang. Sindrom ini termasuk salah satu penyebab tersering nyeri leher dan nyeri punggung belakang.” image-0=”” headline-1=”h2″ question-1=”Apa Gejala Facet Joint Syndrome?” answer-1=”Gejala umumnya meliputi: 1. Nyeri belakang 2. Keterbatasan gerak 3. Otot kaku dan tegang 4. Radang dan pembengkakan 5. Nyeri yang menjalar” image-1=”” headline-2=”h2″ question-2=”Bagaimana Manfaat Radiofrekuensi Ablasi untuk Facet Joint Syndrome?” answer-2=”Beberapa manfaatnya sebagai berikut: 1. Mengurangi rasa nyeri 2. Metode non-invasif 3. Durasi pemulihan singkat 4. Pilihan bagi pasien yang tidak cocok untuk operasi” image-2=”” count=”3″ html=”true” css_class=””]

Exit mobile version