saraf dan tulang perlu gizi cukup

Tulang Belakang dan Saraf Perlu Gizi yang Tepat dan Cukup (Bagian 1)

Tulang belakang dan saraf  perlu gizi yang cukup agar dapat menjalankan fungsinya yang salah satunya adalah menopang tubuh. Saraf dan jaringan lainnya pun juga perlu asupan gizi yang tepat.

Demi berlangsungnya proses pertumbuhan dan perbaikan semua jaringan tubuh, memang diperlukan asupan nutrisi yang baik.

Nutrisi ini bisa didapatkan dengan mengonsumsi makanan dan/atau mengonsumsi suplemen yang mengandung semua bahan yang tepat yang diperlukan.

Agar tubuh mendapatkan nutrisi dari makanan yang kita telan, dibantu oleh sistem pencernaan yang sehat pula agar dapat tercerna dengan baik sehingga dapat disebarkan melalui darah atau cairan tubuh lainnya ke seluruh jaringan dan sel tubuh.

Bila semua sel dan jaringan tubuh sudah mendapat nutrisi, maka kerja metabolisme tubuh juga akan bekerja secara efisien.

Tulang Belakang  dan Saraf Perlu Gizi Sesuai Kecukupannya

Nutrisi dapat menentukan kekuatan atau kesehatan gigi geligi, tulang dan jaringan lainnya. Diawali dengan membangun tulang rangka dan jaringan pengikatnya. Makanan yang dikonsumsi dari bayi memiliki dampak besar terhadap kesehatan saat dewasa. Apa yang Anda makan sepanjang masa adalah penentu bagaimana tubuh dapat memperbaiki tulang, tulang rawan (kartilago), ligamen, tendon, dan otot di kemudian hari.

Tubuh setiap orang harus mengalami proses penggantian jaringan akibat proses pemakaian sehari-hari.

Ada juga yang perlu perbaikan setelah mengalami cedera atau tindakan medis. Agar tulang dan jaringan pengikat jadi sehat, memerlukan vitamin C, semua vitamin B, vitamin D, vitamin K, dan mineral seperti kalsium, magnesium, copper, zinc, boron dan mangan.

Jangan lupa pentingnya mencukupi kebutuhan cairan yaitu dengan minum air sesuai kebutuhan.

Tulang Belakang dan Saraf Tetap Sehat

Tulang belakang tersusun dari 33 vertebra. Di antara vertebra ini terdapat diskus (bantalan tulang) yang terbuat dari kartilago super kuat yang mengandung air di bagian tengahnya.

Bantalan inilah yang berperan penting dalam agar tulang belakang dapat menekuk/membungkuk atau memutar.

Bantalan tulang juga sebagai shock absorber atau peredam kejutan saat Anda beraktivitas harian seperti berjalan, lari, dan lompat. Setiap segmen vertebra dilapisi tulang rawan diantaranya dan terikat kuat oleh jaringan pengikat, ligament dan tendon.

Penyakit degeneratif merupakan salah satu contoh rusaknya jaringan penghubung akibat nutrisi. Namun memang semua orang akan mengalami kerusakan pada tulang belakang sepanjang usianya.

Degeneratif ini terjadi seiring dengan proses penuaan, bantalan tulang akan menipis dan kemungkinan akan menonjol di antara tulang atau dikenal dengan herniasi nukleus pulposus (HNP).

Selain itu, ada juga yang disertai dengan robekan kecil pada lapisan terluar bantalan ini sehingga isi bantalan tulang akan merembes keluar dan menjepit jaringan di sekitarnya, seperti saraf.

Jika Anda kekurangan nutrisi, kemungkinan Anda akan lebih rentan mengalami cedera dan juga memperlambat proses pemulihannya.

Kekurangan nutrisi disini maksudnya adalah tidak cukupnya asupan vitamin C, A, B6 dan E, begitu pula dengan zinc dan copper.

Proses kerusakan pada bantalan tulang bisa terjadi akibat aktivitas harian Anda yang dilakukan dalam jangka panjang, bisa dari pekerjaan, olahraga, atau kecelakaan yang dapat merusak bantalan tulang belakang.

Asupan nutrisi dan cairan yang cukup memegang peran sangat penting dalam kemampuan tubuh untuk memperbaiki kerusakan dan juga dalam proses pemulihan dari inflamasi penyebab nyeri akibat cedera tulang belakang.

Jaringan penghubung, seperti kartilago antara sendi, ligament dan tendon, yang memperkuat atau  mengikat tulang belakang terbuat dari sebagian besar terbuat dari serat kolagen.

Kolagen ini adalah sejenis protein dan mengandung air. serat kolagen yang kuat memerlukan asupan protein secara teratur. Tidak itu saja, kolagen juga memerlukan bahan vitamin C, A, B6, E dan mineral (zinc, copper).

Bangun Tulang dengan Nutrisi Yang Baik

aneka vitamin untuk tulang dan saraf

saraf dan tulang perlu asupan cukup

Sendi-sendi pada tubuh harus dirawat, dilindungi bahkan diperbaiki, yang dibantu oleh nutrisi.

Tulang terbuat dari mineral, seperti kalsium, fosfor, magnesium, dan boron. Tulang tidak hanya mineral tetapi juga mengandung air dan kolagen.

Pemeliharaan dan perbaikan tulang dan jaringan ikat membutuhkan sejumlah vitamin dan nutrisi lain yang nantinya akan bekerja secara bersama-sama.

Penyakit tulang terkait makanan dan gizi adalah osteoporosis. Osteoporosis berarti tulang keropos, rapuh, dan mudah patah.

Faktor gaya hidup dan nutrisi dapat menyebabkan keropos tulang akibat osteoporosis.

Asupan kalsium adalah faktor utama yang diperlukan untuk membangun kepadatan tulang. Bila asupan ini kurang dari yang dibutuhkan, tulang akan menjadi lemah.

Begitu pula bila tubuh tidak dapat menyerap dan memetabolisme kalsium, juga bisa menyebabkan hilangnya kalsium ke dalam urin, ini juga bisa disebabkan oleh pilihan makanan Anda.

Hal lain yang dapat memengaruhi hal tersebut antara lain kurangnya kadar keasaman dalam saluran cerna sehingga kalsium tidak tercerna dengan baik.

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini