Mantan Atlet Judo Operasi Syaraf Kejepit Leher dengan Endoskopi PECD

Pengobatan dengan operasi syaraf kejepit terutama pada  daerah servikal (leher) terus mengalami perkembangan, salah satunya adalah endoskopi PECD.

Pada mulanya, operasi syaraf kejepit menggunakan teknik bedah terbuka. Kemudian lebih lanjut dengan Anterior Cervical Discectomy and Fusion (ACDF) yang sampai saat ini masih banyak dokter di belahan dunia termasuk Indonesia melakukannya.   Sayangnya teknik ini memiliki beberapa komplikasi yang dapat terjadi. 

Atas pengalaman risiko komplikasi tersebut, kemudian para pakar kesehatan dunia mencoba melakukan pengembangan teknik bedah baru, yaitu percutaneous endoscopy.

Baru kemudian pada tahun 1990, Tajima dan kawan-kawan memperkenalkan sebuah teknik baru yang disebut Percutaneous Endoscopic Cervical Discectomy (PECD)/ endoskopi servikal.

Endoskopi PECD ini menurut dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS menganut dua pendekatan atau teknik yaitu anterior (depan) dan posterior (belakang). Kedua teknik tersebut bertujuan untuk mengilangkan herniasi bantalan sendi tulang belakang yang menyebabkan penekanan pada saraf tulang belakang. Prosedurnya dengan bantuan penglihatan langsung melalui kamera endoskopi yang ditampilkan pada layar. 

Pengalaman Operasi Syaraf Kejepit Leher dengan PECD

Mariani, seorang pasien asal Banjarmasin mengalami saraf terjepit leher sejak  dua bulan. Menurutnya, penyakit yang ia alami ini terjadi karena cedera lama. Pasalnya, ia dulunya adalah seorang atlet olahraga Judo.

Olahraga judo sendiri adalah olahraga bela diri yang menitik-beratkan pada gerakan bantingan.  Bukan pukulan maupun tendangan, seperti taekwondo, karate ataupun jenis olahraga bela diri umumnya. 

Para pemain olahraga asal Jepang ini, ini harus mampu menjaga keseimbangan tubuh dengan baik sehingga bisa mengunci lawan dan membantingnya dengan teknik yang tepat. Sama seperti olahraga bela diri lainnya, Judo juga memiliki risiko cedera. 

“Mungkin karena cedera lama karena dulu saya atlet Judo. Baru terasa nyeri sekali saat ini. Setelah 2 minggu tindakan, saya sudah bisa beraktivitas normal kembali. Hasil operasi syaraf terjepitnya juga puas dan lukanya minimal sekali, estetikanya sangat bagus,” curhat Mariani.

Bagi, kamu yang memiliki masalah keluhan syaraf kejepit leher bisa segera berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah kami di Klinik Lamina Pain and Spine Center. Dokter kami, dr. Mahdian Nur Nasution, Sp.BS  menjadi satu-satunya dokter Indonesia yang melakukan tindakan Endoskopi servikal PECD.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Selasa   : 10:00 - 12:00
Rabu     : 10:00 - 12:00


dr. Zuhri Efendi, Sp.OT (K)

Senin   : 16:00 - Selesai
Rabu     : 16:00 - Selesai
Jumat     : 16:00 - Selesai


dr. Melsa aprima, SpPD

Rabu     : 15:00 - 18:00
Jumat     : 15:00 - 18:00


dr. Haekal Alaztha, Sp.N, FINA

Senin     : 13:00 - 15:00
Rabu     : 13:00 - 15:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00