nyeri wajah

Nyeri Wajah, Apa Saja Penyebabnya?

0Shares

Nyeri wajah, penyebabnya bisa beragam dan bisa timbul di semua area wajah, misalnya pipi, dahi, pelipis, dahi, gigi, rahang, telinga, mata, kelenjar air liur, langit-langit mulut, dan lainnya.

Gejalanya juga cukup bervariasi, misalnya nyeri, bengkak, atau wajah terasa kebas/mati rasa.

Tanda-tanda yang dirasakan bisa berupa:

  • Nyeri tajam atau nyeri tumpul
  • Terasa seperti terbakar
  • Nyeri terasa konstan atau terputus-putus
  • Terasa di satu tempat atau seluruh wajah
  • Nyeri seperti kesetrum

Aneka Penyebab Nyeri Wajah                                        

1.Infeksi

– Infeksi bakteri seperti impetigo dan selulitis dapat menimbulkan nyeri pada wajah. Selulitis merupakan infeksi bakteri pada lapisan dalam kulit. Kondisi ini biasanya timbul di tungkai, kaki bawah, dan wajah. Kondisi ini dapat timbul jika bakteri stafilokokus memasuki kulit via luka atau adanya infeksi kulit lain seperti eksim.

– Infeksi virus, seperti herpes yang mengenai persarafan di area wajah atau kepala sehingga menimbulkan nyeri wajah yang berat atau masalah pada mata (keratitis)

– Infeksi atau sumbatan pada kelenjar saliva atau batu pada kelenjar saliva (sialolithiasis) juga dapat menimbulkan pembengkakan dan nyeri pada wajah terutama di kelenjar parotid, yang berlokasi di area dekat telinga.

– Penyakit Lyme, infeksi yang disebabkan boleh gigitan kutu yang terinfeksi bakteri. Gejala yang ditimbulkan nyeri pada wajah, sakit kepala, kaku leher, atau paralisis/kelumpuhan saraf wajah.

2.Kondisi kulit

– Rosasea yaitu kondisi kronis kulit yang menyebabkan wajah kemerahan, yang biasanya berlokasi di pipi, hidung, dagu, atau dahi.

– Akne pada wajah

– Dermatitis seboroik yang menyebabkan kulit kemerahan, gatal, bercak-bercak yang berlokasi di alis, mata dan mulut.

3.Kondisi lainnya

– Sinusitis akibat adanya tekanan tertentu pada rongga-rongga sinus di wajah. Sinusitis ini dapat dibarengi dengan flu atau asma dan polusi udara.

– Masalah pada gigi, seperti infeksi sehingga menimbulkan nyeri dan bengkak pada wajah di area rahang. Nyeri pada rahang juga disebabkan oleh TMJ yang nyerinya dirasakan di area telinga atau di atas telinga.

– Sakit kepala, seperti migren atau sakit kepala cluster (cluster headache), yang nyerinya di sekitar mata, dahi, dan pelipis.

– Giant cell arteritis biasanya dialami oleh orang dewasa dan menimbulkan sakit kepala dan nyeri bahkan kebutaan bila tidak ditangani sedini mungkin.

Trigeminal neuralgia yaitu kondisi yang menyebabkan gangguan pada stimulasi salah satu saraf wajah sehingga menimbulkan nyeri wajah seperti ditusuk-tusuk.

– Glaukoma sudut tertutup yang menyebabkan perubahan penglihatan dan nyeri pada mata atau di belakang mata

– Bell’s palsy yang menyebabkan kelumpuhan saraf wajah. Otot-otot salah satu sisi wajah akan melemah dan ‘melorot’. Kadang disertai dengan ketidakmampuan menutup salah satu mata dan nyeri ringan di otot-otot wajah.

– Multiple sclerosis yang memengaruhi kekuatan otot wajah, penglihatan dan perubahan sensasi atau rasa.

– Miastenia gravis, otot wajah melemah dan kelopak mata menurun disertai dengan kesulitan bicara, mengunyah, menelan atau bernapas.

– Lupus yang menimbulkan peradangan, fatigue, dan bercak kupu-kupu di area pipi.

– Masalah pada persarafan leher/servikal (saraf C2 dan C3) yang mencakup area leher, sisi rahang, dan pelipis.

Penyebab Lainnya Adalah

Nyeri yang dirasakan hanya satu sisi atau sebelah bisa melibatkan beberapa komponen di wajah yang mengalami kerusakan, cedera, atau meradang. Penyebabnya bisa neurologis, infeksi, kerusakan struktur dan cedera.

Penyebab neurologis mencakup:  neuropatik dan sentral.

  • Neuropatik berarti adanya gangguan fungsi saraf. Nyeri wajah sebelah dapat disebabkan oleh adanya malfungsi dari saraf trigeminal. Sebagian besar kasus, mekanisme gangguan fungsi saraf ini sulit diketahui.
  • Sentral dikaitkan dengan adanya lesi atau disfungsi sistem saraf pusat.
  • Penyebab struktur muskuloskeletal, nyeri dan gangguan otot pengontrol gerakan rahang juga dapat menimbulkan nyeri wajah sebelah yang bisa terpicu oleh gerakan seperti mengunyah atau menguap.
  • Adanya kerusakan (obstruksi) yang menekan saraf trigeminal sehingga timbul nyeri atau gangguan fungsi saraf. Contohnya batu pada kelenjar air liur yang dapat menyebabkan pembengkakan wajah dan menekan saraf trigeminal sehingga nyeri.
  • Cedera, misalnya tindakan bedah, fraktur, memar yang mengenai saraf trigeminal, juga bisa sebabkan nyeri pada wajah dan di sekitar area mulut.

Penanganannya Apa Saja?

Tujuan utama penanganan nyeri adalah membantu mengurangi/meredakan nyeri, mengurang kecemasan/stres karena mengganggu pola tidur yang baik, dan mengurangi disabilitas akibat nyeri, sehingga kualitas hidup Anda menjadi lebih baik dan dapat kembali beraktivitas.

Penanganan yang diberikan akan disesuaikan dengan gejala, penyebab dan hasil diagnosis dokter berdasarkan hasil pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang radiologis, seperti Rontgen, MRI.

Penanganannya dapat berupa obat-obatan seperti antikonvulsan, antibiotik (jika bakteri penyebabnya).

Teknologi Radiofrekuensi Ablasi 

Bila trigeminal neuralgia menjadi penyebab nyeri wajah sebelah, salah satu pilihan penanganannya adalah radiofrekuensi ablasi (RFA), terutama pasien yang berusia tua dan terlalu berisiko untuk menjalani operasi.

Prinsip kerja radiofrekuensi adalah mengalirkan aliran listrik yang diproduksi gelombang radio untuk memanaskan dan melumpuhkan saraf trigeminus agar tidak dapat menghantarkan sinyal nyeri ke otak.

Terapi ini tidak memerlukan pembedahan, karena hanya menggunakan jarum, sehingga pasien tidak perlu rawat inap.

Jangan biarkan nyeri ini mengganggu lagi, Konsultasikan dengan tim dokter di Lamina Pain and Spine Center.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini