Nyeri pada Jari Tangan, Apa Saja Penyebabnya?

Jakarta — Nyeri yang dirasakan di jemari tangan tentu dapat mengusik gerakan sendi dan aktivitas harian pun dapat terkena imbasnya.

Berikut ini ada beberapa kondisi yang ditengarai sebagai biang keladi timbulnya nyeri pada jemari tangan.

Cedera

Cedera pada tangan atau jemarinya mungkin sering terjadi. Biasanya seringkali dialami oleh para olahragawan atau para pekerja yang menggunakan peralatan tertentu.

Nyerinya tersebut bisa disebabkan oleh jatuh, tersandung, atau menekuk jari secara berlebihan.

Cedera terutama pada jari tangan menimbulkan nyeri, bengkak, dan jari tidak dapat bergerak dengan bebas. Bahkan pada kasus berat, bisa sampai dislokasi atau fraktur hingga kerusakan pada tendon atau ligamennya.

Prinsip RICE dapat dilakukan untuk membantu mengatasi cedera ringan:

  • Istirahatkan jari sebisa mungkin sampai mereda nyerinya.
  • Berikan kompres dingin beberapa kali sehari selama kira-kira 20 menit.
  • Balut jari yang nyeri namun jangan terlalu kencang.
  • Posisikan jari kira-kira setinggi jantung supaya dapat meredakan pembengkakan.

Bila dicurigai kemungkinan adanya fraktur atau dislokasi, usahakan tidak menggerakkan jari dan segera konsultasikan dengan dokter.

Trigger Finger

Istilah medis kondisi ini adalah stenosis tenosinovitis. Tenosinovitis adalah inflamasi pada tendon dan tendon sheath, keduanya ini terkait dengan kejadian nyeri selama pergerakan. Inflamasi dapat dialami  tendon otot yang mengendalikan pergerakan (misalnya menekuk) jari-jari tangan – seperti ibu jari dan jari telunjuk – dan pergelangannya.

Trigger finger atau jari ‘macet’ adalah kondisi jari tangan terkunci dalam posisi tertekuk, dan jari yang biasanya terkena serangan ini adalah jari kelingking, jari manis dan jari tengah.

Gejala atau tanda dari trigger finger adalah:

-nyeri dan bengkak pada bagian dasar jari

-sulit menekuk atau meluruskan jari

-terdapat suara krepitasi (‘krek’) pada saat menggerakkan jari

-bila memburuk, jari akan membengkok dan tidak dapat lagi digerakkan

Pekerjaan dan hobi yang melibatkan penggunaan tangan (memegang/mencengkeram benda terus menerus), dan penyakit-penyakit tertentu (diabetes, artritis rematoid) merupakan faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena trigger finger.

Penanganan yang bisa dicoba antara lain mengistirahatkan jari, misalnya dengan bebat. Dokter akan menganjurkan beberapa gerakan untuk meluruskan jari yang diharapkan membantu mengurangi kekakuan dan memperbaiki mobilitas jari yang kaku.

Bila kondisi ini menimbulkan gejala yang sangat mengganggu atau semakin berat, dokter akan mempertimbangkan dilakukannya suntikan kortikosteroid untuk membantu meredakan nyeri dan peradangannya.

Carpal Tunnel Syndrome

Mengenai saraf median yang berada di terowongan karpal (pergelangan tangan). Bila saraf ini tertekan atau membengkak akibat gerakan berulang secara terus menerus dalam waktu lama, dapat menimbulkan nyeri, kesemutan, dan mati rasa pada tangan atau jari jemarinya. Awalnya nyeri ini dirasakan di jari dan dapat mengalir hingga ke lengan.

Gejala dapat memburuk dan beberapa penderitanya dapat merasakan kelemahan di tangan dan kesulitan memegang benda atau melakukan gerakan tertentu.

Penanganannya bergantung pada derajat keparahan gejala, antara lain menggunakan bebat, perubahan gaya hidup (menghindari aktivitas yang dapat memperburuk gejala), melakukan aktivitas fisik, mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid atas resep dokter, dan suntikan kortikosteroid. Bila tidak ada perbaikan, dokter dapat mempertimbangkan tindakan bedah.

Kista ganglion

Kista ganglion adalah benjolan yang berisi cairan dan dapat terjadi pada tendon atau sendi di pergelangan tangan atau jari. Besarnya bervariasi dan terasa kenyal atau padat.

Benjolan ini biasanya tidak berbahaya dan dapat sembuh dengan sendirinya namun kadangkala dapat menimbulkan nyeri dan kesemutan. Jika saja benjolan ini menyebabkan jari sulit bergerak, dokter akan mempertimbangkan dilakukannya drainase cairan benjolan atau tindakan operasi.

Infeksi

Luka pada tangan dan jari-jarinya seringkali dapat menyebabkan infeksi, yang gejalanya adalah nyeri yang semakin berat, bengkak, kulit berwarna kemerahan, demam, atau timbul nanah dari luka tersebut.

Penanganannya bergantung berat ringannya luka atau infeksi. Bisa saja dokter akan mempertimbangkan pemberian obat-obatan.

Untuk mencegah kemungkinan timbulnya infeksi, dapat dilakukan cuci/bilas luka dengan air bersih yang mengalir, gunakan sabun antiseptik, keringkan, dan tutup dengan plester/kasa

Radang Sendi

Osteoartritis atau artritis dapat mengenai beragam sendi, termasuk tangan dan jari-jarinya.

Nyeri (yang memburuk saat beraktivitas), bengkak, kulit kemerahan, sendi terasa kaku atau tidak dapat bergerak bebas, merupakan beberapa gejala akibat radang sendi.

Penanganannya mencakup latihan peregangan secara teratur, menjaga berat badan tetap ideal, melakukan terapi fisik (atau program rehabilitasi medik atas anjuran dokter), mengonsumsi obat antiinflamasi nonsteroid yang diresepkan dokter, kompres hangat/dingin dan bila memburuk bisa dipertimbangkan tindakan seperti injeksi steroid.

Artritis Rematoid

Peradangan sendi akibat sistem kekebalan tubuh yang menyerang jaringannya sendiri (autoimmune disease). Seringnya menyerang pergelangan tangan dan jari, terutama jari tengah, namun juga bisa mengenai bagian lainnya.

Gejalanya dapat berupa nyeri, bengkak, deformitas (kelainan bentuk) dan kekakuan otot. Sendi-sendi tangan mengalami perubahan bentuk tampak seperti jari-jari yang membengkok dan dapat disertai dengan rasa kebas atau kesemutan.

Dokter akan meresepkan obat antara lain obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), obat disease-modifying antirheumatic drugs (DMARDs) untuk memperlambat progresivitas penyakit dan menyelamatkan sendi dan jaringan lain dari kerusakan permanen.

Gout

Gout adalah bentuk radang sendi yang terjadi ketika tubuh kelebihan asam urat, yang tersimpan  jaringan tubuh, termasuk sendi. Bagi kebanyakan orang gejala pertamanya adalah rasa sakit yang luar biasa dan pembengkakan terutama pada sendi ibu jari kaki, pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari-jari tangan.

Menurut American Rheumatism Association, gout dapat menimbulkan kristal urat yang khas dalam cairan sendi, kemerahan di sekitar sendi yang meradang, sendi ibu jari kaki terasa sakit atau membengkak, timbulnya tophus di tulang rawan sendi dan kapsula sendi seperti jari, tangan, kaki, siku, atau tendon Achilles di sepanjang bagian belakang pergelangan kaki, pembengkakan sendi secara asimetris (satu sisi tubuh saja), dan pada pemeriksaan laboratorium didapatkan kadar asam urat yang tinggi dalam darah, yaitu >5 mg/dl (laki-laki) dan >6 mg/dl (perempuan).

Penanganan yang dapat dilakukan adalah dengan menurunkan kadar asam urat dengan melakukan olahraga secara teratur dan mengurangi konsumsi makanan yang dapat meningkatkan kadar asam urat, seperti jeroan

 Fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud dapat timbul akibat penyempitan pembuluh darah ke ekstremitas (biasanya tangan), sebagai respons terhadap suhu dingin atau stres. Ketika pembuluh darah menutup, jari-jari menjadi dingin dan putih, kemudian biru, dan mati rasa atau sakit. Ketika pembuluh terbuka kembali, tangan menjadi kemerahan.

Faktor risiko timbulnya fenomena ini dikaitkan dengan penyakit tertentu (skleroderma, lupus), pekerjaan tertentu (misalnya menggunakan alat yang bergetar secara terus menerus), dan terpapar zat-zat tertentu, misalnya rokok, obat-obatan tertentu, bahan kimiawi (misalnya vinil klorida).

Lupus

Lupus adalah penyakit autoimun kronis, yang berarti sistem kekebalan tubuh menciptakan antibodi yang menyerang jaringan sehat, termasuk sendi. Pergelangan tangan dan sendi kecil dari tangan adalah di antara yang paling sering terkena lupus. Lupus juga dapat menyebabkan peradangan pada banyak organ, termasuk kulit, jantung, paru-paru dan ginjal.

Artritis psoriatik

Artinya adalah jenis artritis yang dialami oleh penderita psoriasis. Menurut National Psoriasis Foundation, sekitar 30 persen penderita psoriasis juga akan mengalami artritis ini yang menimbulkan nyeri, kekakuan, dan pembengkakan di sekitar sendi atau jari sehingga akan tampak seperti sosis. Artritis psoriatik juga dapat menimbulkan perubahan pada kuku, seperti penebalan, perubahan warna hingga terlepasnya kuku pada sekitar 80 persen penderitanya. (**)