lokasi tersering saraf terjepit

Lokasi Tersering Syaraf Terjepit Itu Dimana?

Lokasi tersering syaraf terjepit adalah di ruas tulang pinggang atau lumbar yang menyebabkan nyeri punggung bawah atau nyeri pinggang.

Nyeri punggung bawah (NPB) atau area pinggang merupakan keluhan atau gejala yang diakibatkan berbagai faktor, antara lain muskuloskeletal, saraf, vaskular (pembuluh darah), osteoporosis, dan lainnya.

Salah satu penyebab nyeri area ini yang memerlukan tindak lanjut atau perhatian khusus adalah hernia nukleus pulposus (HNP).

Hernia nukleus pulposus terjadi akibat bantalan lunak (nukleus pulposus) diantara ruas-ruas tulang belakang yang terbuat dari bahan semacam jel, mengalami tekanan berlebihan hingga pecah, sehingga terjadi penyempitan dan terjepitnya saraf tulang belakang.

Keluarnya atau pecahnya nukleus pulposus dari diskus merembes atau keluar melalui robekan annulus fibrosus dan mengarah ke area lokasi saraf tulang belakang sehingga menjepit jaringan di sekitarnya. Bila hal ini terjadi, dapat menimbulkan rasa nyeri yang hebat.

HNP memiliki banyak istilah atau nama lain seperti bulging disc, ruptured disc, slipped disc, prolapsed disc, atau syaraf kejepit.

Usia, cedera (jatuh misalnya akibat kecelakaan atau olahraga), pekerjaan dan jenis kelamin merupakan beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko Anda mengalami HNP.

Pekerjaan yang mengharuskan Anda mengangkat benda berat – apalagi dilakukan dengan postur atau cara yang salah – dapat memberikan beban secara berlebihan pada tulang belakang. Biasanya pekerjaan berat ini kebanyakan dilakukan oleh laki-laki, itu sebabnya risiko laki-laki mengalami HNP lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan.

Penyebab NPB sebagian besar (sekitar 85%) adalah nonspesifik, atau disebabkan oleh kelainan pada jaringan lunak, misalnya cedera otot, ligamen, kekakuan dan keletihan otot.

Lokasi Tersering Syaraf Terjepit

Hasil beberapa penelitian, lokasi tersering terjadinya HNP adalah area lumbar atau punggung bawah atau pinggang, yaitu di ruas L4-L5 dan titik bertumpunya beban tubuh di L4-L5-S1.

Hernia nukleus pulposus terbagi dalam 4 derajat.

-Derajat I: protrusi, nukleus sudah menonjol

-Derajat II: prolaps, nukleus mulai bergeser namun masih berada di dalam lingkaran anulus fibrosus.

-Derajat III: ekstrusi, nukleus sudah bocor keluar

-Derajat IV: sekuestrasi, nukleus sudah merembes keluar dari bantalannya dan menjepit saraf tulang belakang.

Penyebab Syaraf Terjepit

Penyebab HNP dapat dibagi menjadi proses degeneratif dan traumatik (cedera).

syaraf kejepit

syaraf kejepit

Proses degeneratif yang terjadi seiring bertambahnya usia, bantalan sendi yang bekerja sebagai peredam kejut (shock absorber) akan kehilangan kadar air sehingga mengakibatkan bantalan sendi menjadi rapuh, pecah, bergeser dan menjadi tidak fleksibel. Padahal bantalan sendi ini bekerja membantu dan menjaga gerakan tulang belakang saat beraktivitas.

Namun kini HNP tidak hanya dialami usia lanjut, usia muda juga sudah banyak mengalaminya akibat tuntutan pekerjaan. Pekerjaan yang menuntut posisi tubuh tertentu dalam waktu lama, misalnya duduk, berdiri, naik turun tangga, atau mengoperasikan mesin tertentu (akibat getaran) dan bisa juga akibat cedera/jatuh.

Sedangkan traumatik, akibat adanya proses degeneratif maka dapat memengaruhi kerja sendi ruas tulang belakang sehingga bisa memicu perubahan yang lebih jauh.

Selain degenerasi, gerakan berulang dalam waktu lama (seperti membungkuk) dan mengangkat beban berat, dapat memberikan tekanan atau beban berlebihan pada bantalan tulang. Jika saja tekanan ini terlalu besar dan berlangsung lama maka dapat mencederai bantalan tulang.

Kenali Gejala dan Lokasi Tersering Syaraf Terjepit

Gejala klinik bervariasi tergantung pada derajat dan saraf yang terkena.

Pada stadium awal, bisa tanpa gejala.

Gejala mulai muncul ketika nukleus pulposus menekan saraf di tulang belakang.

Gejala klinis yang paling sering adalah nyeri tajam (seperti terbakar) dan menjalar sampai ke kaki; terasa kesemutan atau baal/kebas; gangguan pada buang air kecil atau buang air besar; dan kelumpuhan bahkan disfungsi seksual.

Pengobatan HNP Itu Apa?

Biasanya dilakukan dengan melakukan:

  1. Kompres hangat/dingin untuk membantu mengurangi spasme otot dan peradangan.
  2. Latihan fisik atau rehabilitasi medik untuk membantu meregangkan otot dan memperkuat otot
  3. Program penurunan berat badan bila memiliki berat badan yang berlebihan.

Program latihan fisik biasanya diperlukan untuk membantu merehabilitasi tulang belakang dan membantu mengurang nyeri, serta mencegah kekambuhan nyeri (baik lama dan intensitas nyeri).

Penanganan dengan obat-obatan bisa dilakukan dokter dengan:

  • meresepkan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS) yang bertujuan untuk membantu meredakan nyeri dan peradangan agar dapat memicu proses penyembuhan.
  • injeksi steroid ke area tulang belakang untuk membantu mengurangi nyeri dan peradangan.

Teknologi Terkini Atasi HNP atau Syaraf Terjepit

Metode endoskopi PELD (Percutaneous Endoscopic Lumbar Discectomy) merupakan teknologi terkini yang sudah bisa dilakukan di Indonesia untuk menyembuhkan saraf tulang belakang yang terjepit.

 Jepitan saraf pada tulang belakang inilah yang menimbulkan nyeri punggung bawah atau pinggang. Jika tonjolan bantalan tulang itu diambil dengan PELD maka saraf pun terbebas dari jepitan dan nyeri pun akan berangsur hilang.

Dibandingkan teknik bedah konvensional yang memerlukan sayatan besar, prosedur PELD ini dilakukan hanya memerlukan sayatan kecil, sehingga pasien merasa lebih nyaman.

Selain sayatan minimal 7 mm, prosedur ini hanya dengan bius lokal jadi dapat dilakukan pada Anda yang memiliki faktor kontraindikasi bius total.

Agar akurat, PELD dilakukan dengan bantuan guiding C-arm.

Keunggulan lainnya adalah dilakukan sekitar 45 menit; tidak merusak struktur jaringan sekitar saraf (otot, ligamen, tendon, tulang), tanpa rawat inap, dan dapat segera beraktivitas karena proses pemulihannya lebih cepat.

Teknologi terkini PELD ini dapat dikatakan sebagai salah satu cara sembuh dari saraf terjepit karena banyak pasien saraf terjepit yang takut operasi. Ini harapan terbaik untuk sembuh dari saraf terjepit.

Pascatindakan PELD, hindari beberapa aktivitas tertentu dalam waktu tertentu, yaitu menyetir atau duduk dalam waktu lama, mengangkat beban berat, naik turun tangga dan membungkuk.

Pencegahan Nyeri Syaraf Terjepit

Nyeri punggung bawah dapat dicegah dengan cara berikut:

  • Melakukan kegiatan sehari-hari dengan baik dan benar, karena nyeri punggung sering akibat postur yang salah serta akibat beban di tulang belakang.
  • Olahraga, seperti renang, bersepeda, dapat membantu memperkuat otot-otot di area tulang belakang
  • Jangan mengangkat, mendorong atau menarik benda berat
  • Jangan membungkuk atau jongkok terlalu lama.
  • Usahakan supaya tidak batuk atau mengejan.
  • Hindari naik turun tangga bila memungkinkan
  • Jangan menggunakan sepatu dengan hal tinggi
  • Menjaga berat badan tetap ideal, karena berat badan berlebihan dapat memberikan beban berlebihan pada tulang belakang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini