Kenali 5 Pemicu Timbulnya Nyeri Sindrom Piriformis

JAKARTA — Pernah merasakan nyeri di bagian belakang (bokong) yang disertai dengan kebas atau kesemutan hingga menjalar ke jari kaki?

Bagi yang sudah pernah merasakan, aktivitas dan pekerjaan harian pun dapat terganggu.

Nyeri pada bokong bisa disebabkan oleh otot piriformis yang ‘mengusik’ saraf sciatica terdekat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau disebut juga dengan sindrom piriformis.

Piriformis sendiri adalah nama otot yang terletak di bagian bokong dan membentang hingga bagian atas tulang paha..


syaraf kejepit endoskopi PELD lamina

Apa Penyebabnya?
Bila Anda menjadi salah satunya yang mengalami nyeri sindrom piriformis, coba ditelaah beberapa kebiasaan Anda sehari-hari yang ternyata dianggap sebagai pemicunya. Apa saja pemicunya?

1. Meletakkan dompet (berisikan beragam kartu, dari kartu kredit hingga kartu lainnya) dan ponsel di saku belakang celana. Saat duduk – terutama untuk waktu yang lama – dengan segala isi saku belakang celana berisiko menekan saraf sciatica yang ada di bawah otot piriformis.

Pada tahun 1978, Dr. Elmar Lutz menggambarkan dua studi kasus tentang fenomena ini dan menamakannya “Sciatica dompet-kartu kredit” (Credit card-wallet sciatica). Seiring dengan kemajuan jaman, di abad ke-21 ini, spesialis neurologi Dr. Orly Avitzur menambahkan ponsel sebagai barang yang sering juga diselipkan di saku belakang.

2. Sepatu hak tinggi. Sepatu model ini dapat mengganggu lengkungan (kurvatura) tulang belakang yang normal karena berat badan akan dibebankan ke depan. Disinilah sciatica kadang menjadi ‘korban’ karena saat bergerak dengan sepatu hak tinggi, dan membebani punggun bawah dan memicu timbulkan gejala nyeri pada bokong.

3. Celana panjang (terutama jins) dan pakaian dalam yang terlalu ketat. Memang jins ketat kadangkala membuat penampilan semakin modis. Namun berisiko terkena nyeri pada sciatica. Pilih mana? Lebih baik pilih pakaian yang memungkinkan anda bergerak bebas. Tanpa pakaian ketat, Anda bisa tetap tampil modis kok.

4. Kelebihan berat badan atau obesitas, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang yang akhirnya dapat menyebabkan nyeri pada bokong.

5. Stres. Hal ini diungkapkan oleh pakar rehabilitasi medik di New York University School of Medicine, Dr. John Sarno yang sudah melakukan berbagai pendekatan medis untuk mendiagnosis dan mengatasi nyeri tulang belakang berdasarkan emosi penderitanya dengan membandingkan dengan hasil MRI. Tidak hanya disebabkan oleh masalah pada saraf tulang belakang, namun juga diduga terjadi gangguan pada suplai oksigen pada saraf sciatica sehingga timbul gejala yang sama seperti nyeri pada kaki, kelemahan otot kaki dan sensasi kesemutan.

Diperkirakan nyeri pada bokong atau sindrom piriformis mengenai 10-40% populasi dan biasanya dialami pada kisaran usia 40 tahun.

Para pekerja yang melakukan pekerjaan tertentu, seperti operator mesin atau pengemudi, cukup rentan alami sindrom piriformis ini.

Biasanya nyeri akibat sindrom piriformis akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Namun jika terdapat gangguan neurologis, mungkin pulihnya akan lebih lama.

Bila diduga terjadi keparahan dengan gejala yang progresif, mungkin dokter akan menyarankan tindakan operasi. (*)

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Tanya Jawab Via Telp