Sindrom Piriformis ICD 10 Kenali Pemicunya

JAKARTA — Pernah merasakan nyeri di bagian belakang (bokong) yang disertai dengan kebas atau kesemutan hingga menjalar ke jari kaki? Jangan-jangan Anda mengalami sindrom piriformis dengan klasifikasi ICD 10 dari WHO.

Bagi yang sudah pernah merasakan, aktivitas dan pekerjaan harian pun dapat terganggu. Nyeri pada bokong bisa disebabkan oleh otot piriformis yang ‘mengusik’ saraf sciatica terdekat sehingga menimbulkan rasa tidak nyaman atau disebut juga dengan sindrom piriformis atau piriformis syndrome.

Piriformis sendiri adalah nama otot yang terletak di bagian bokong dan membentang hingga bagian atas tulang paha sesuai dengan kriteria International Statistical Classification of Diseases and Related Health Problems  atau ICD 10.

Apa Penyebab Piriformis Sindrom Berdasarkan ICD 10

Sindrom piriformis icd 10

Sindrom piriformis icd 10

Bila Anda menjadi salah satunya yang mengalami nyeri sindrom piriformis sesuai kriteria ICD 10, coba ditelaah beberapa kebiasaan Anda sehari-hari yang ternyata dianggap sebagai pemicunya. Apa saja pemicunya?

  1. Meletakkan dompet (berisikan beragam kartu, dari kartu kredit hingga kartu lainnya) dan ponsel di saku belakang celana. Saat duduk – terutama untuk waktu yang lama – dengan segala isi saku belakang celana berisiko menekan saraf sciatica yang ada di bawah otot piriformis.Pada tahun 1978, Dr. Elmar Lutz menggambarkan dua studi kasus tentang fenomena ini dan menamakannya “Sciatica dompet-kartu kredit” (Credit card-wallet sciatica). Seiring dengan kemajuan jaman, di abad ke-21 ini, spesialis neurologi Dr. Orly Avitzur menambahkan ponsel sebagai barang yang sering juga diselipkan di saku belakang.
  2. Sepatu hak tinggi. Sepatu model ini dapat mengganggu lengkungan (kurvatura) tulang belakang yang normal karena berat badan akan dibebankan ke depan. Disinilah sciatica kadang menjadi ‘korban’ karena saat bergerak dengan sepatu hak tinggi, dan membebani punggun bawah dan memicu timbulkan gejala nyeri pada bokong.
  3. Celana panjang (terutama jins) dan pakaian dalam yang terlalu ketat. Memang jins ketat kadangkala membuat penampilan semakin modis. Namun berisiko terkena nyeri pada sciatica. Pilih mana? Lebih baik pilih pakaian yang memungkinkan anda bergerak bebas. Tanpa pakaian ketat, Anda bisa tetap tampil modis kok.
  4. Kelebihan berat badan atau obesitas, dapat memberikan tekanan pada tulang belakang yang akhirnya dapat menyebabkan nyeri pada bokong.
  5. Stres. Hal ini diungkapkan oleh pakar rehabilitasi medik di New York University School of Medicine, Dr. John Sarno yang sudah melakukan berbagai pendekatan medis untuk mendiagnosis dan mengatasi nyeri tulang belakang berdasarkan emosi penderitanya dengan membandingkan dengan hasil MRI. Tidak hanya disebabkan oleh masalah pada saraf tulang belakang, namun juga diduga terjadi gangguan pada suplai oksigen pada saraf sciatica sehingga timbul gejala yang sama seperti nyeri pada kaki, kelemahan otot kaki dan sensasi kesemutan.

Prevalensi Piriformis Sindrom

Diperkirakan nyeri pada bokong atau sindrom piriformis mengenai 10-40% populasi dan biasanya dialami pada kisaran usia 40 tahun.

Berdasarkan ICD 10, para pekerja yang melakukan pekerjaan tertentu, seperti operator mesin atau pengemudi, cukup rentan alami sindrom piriformis ini.

Pengobatan Piriformis Sindrom

Biasanya nyeri akibat sindrom piriformis akan menghilang dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Pasien juga menghiqdari aktivitas yang bisa memicu timbulnya gejala. Namun jika terdapat gangguan neurologis, mungkin pulihnya akan lebih lama.

Beberapa cara yang bisa dilakukan untuk pengobatan Piriformis Sindrom:

  • Latihan peregangan.
  • Kompres dingin maksimal 20 menit untuk area yang nyeri.
  • Mengkonsumsi obat pereda nyeri seperti paracetamol dan ibuprofen.
  • Konsumsi obat pelemas otot.
  • Pemberian suntikan pereda nyeri.

Bila diduga terjadi keparahan dengan gejala yang progresif, mungkin dokter Lamina Pain and Spine Center akan menyarankan fisioterapi seperti TENS (Transcutaneous Electrical Nerve Simulator) yang memberikan terapi hangat untuk meredakan nyeri . (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00