Multiple myeloma, kanker penyebab nyeri tulang belakang

Multiple Myeloma, Kanker Pada Tulang Belakang Penyebab Nyeri

Kanker penyebab nyeri tulang belakang cukup beragam. Salah satunya adalah multiple myeloma. Multiple myeloma (MM) adalah salah satu jenis kanker darah yang menyerang sel darah putih yang berada di dalam sumsum tulang belakang. Sel darah putih bekerja sebagai penyerang utama saat bakteri atau kuman memasuki tubuh.

Saat sel darah putih yang menjadi kanker, berarti kemampuan berperangnya saat melawan musuh akan menurun dan juga berdampak pada tulang belakang.

Penyakit ini biasanya timbul di sumsum pada tulang yang aktif, seperti tulang belakang dan panggul. Ketika sel darah putih ini berkembang menjadi sel-sel myeloma, maka dapat memicu timbulnya tumor ganas (maligna) yang disebut plasmasitoma. Plasmasitoma ini bisa berbentuk satu tumor padat, tapi kalau multiple myeloma bisa berarti lebih dari satu tumor.

Karena suatu alasan yang belum jelas, sel plasma dapat tumbuh tidak terkontrol; ketika ini dilakukan, sel plasma ini sudah disamakan sebagai myeloma cells. Myeloma ini dapat memadati sumsum tulang dan merusak tulang

Efek MM, Kanker Penyebab Nyeri Tulang Belakang

Multiple myeloma adalah kondisi medis yang perlu perhatian ekstra, karena dampak panjangnya dapat merusak tulang sehingga menimbulkan kelemahan tulang dan nyeri kronik.

Selain itu juga bisa menyebabkan fraktur-fraktur berkelanjutan bahkan saat myelomanya sudah mereda atau dalam stadium remisi.

Tumor yang lunak ini juga dapat menekan saraf di sepanjang tulang belakang, yang bila berlangsung lama Anda juga akan mengalami kerusakan sistem persarafan dan timbul tanda/gejala seperti kesemutan/kebas di area saraf tulang belakang yang mengalami kerusakan.

Multiple myeloma penyakit yang cukup kompleks dengan penyebab pasti yang belum diketahui.

Gejala akibat kanker darah ini tidaklah sama di setiap penderitanya, bahkan ada yang tanpa gejala. Walau MM ini dapat menimbulkan masalah di seluruh bagian tubuh,

Menurut Multiple Myeloma Research Foundation, kanker darah ini menyebabkan hilangnya massa tulang dengan derajat yang berbeda-beda.

Kerusakan tulang yang terjadi seringnya dikaitkan dengan kanker utama yang mengenai tulang belakang, panggul, dan tulang rusuk. Dengan gejala nyeri dan gangguan pada struktur tulang belakang.

Kanker Penyebab Nyeri Tulang Belakang 

MM ini bisa berdampak pada semua bagian tubuh, dan secara signifikan dapat menimbulkan permasalahan di tulang belakang, seperti nyeri punggung, osteoporosis, fraktur tulang belakang, dan syaraf terjepit sehingga dapat menurunkan kualitas hidup penderitanya.

1.Nyeri pada Leher dan/atau Punggung

Tulang yang terasa nyeri merupakan gejala utama MM dan sering dirasakan di tulang belakang. Tulang belakang ini bisa melemah, padahal kekuatan struktur sangat diperlukan untuk menyangga leher dan/atau punggung.

Gejala yang dirasakan mungkin nyeri leher/punggung di titik dimana terdapat plasmasitoma (tumor di punggung), atau nyerinya bisa di sepanjang tulang belakang. Plasmasitoma adalah tumor padat ganas sel darah putih.

2. Fraktur Tulang Belakang

MM dapat melemahkan kekuatan tulang-tulang, berarti risiko patah atau fraktur menjadi lebih tinggi. Kanker ini juga bisa menyebabkan kolapsnya tulang belakang atau disebut dengan fraktur kompresi yang menimbulkan rasa nyeri luar biasa.

Jika fraktur kompresi ini terjadi di lebih dari satu ruas tulang, seiring dengan waktu, dapat menimbulkan kelainan bentuk (deformitas) tulang belakang, misalnya kifosis.

3. Osteoporosis

Kerusakan dan penipisan tulang akibat MM dapat menimbulkan osteoporosis, yakni tulang menjadi keropos dan lebih mudah patah.

Multiple myeloma, kanker penyebab fraktur kompresi tulang belakang

Multiple myeloma, kanker penyebab fraktur kompresi tulang belakang

Jepitan pada syaraf tulang belakang, Mielopati adalah istilah lain untuk saraf tulang belakang yang mengalami kompresi atau jepitan.

Syaraf kejepit ini dapat diakibatkan oleh kerusakan tulang belakang atau kerusakan pada bantalan antar ruas tulang belakang sehingga menjepit jaringan di sekitarnya. Gejala yang timbul dapat berupa kelemahan otot, kebas, kesemutan atau kelumpuhan.

4. Hiperkalsemia

Hiperkalsemia adalah berlebihnya kadar kalsium dalam darah akibat meningkatnya aktivitas osteoklas yang bertugas memecah tulang sehingga kalsium banyak dilepaskan ke dalam darah yang bisa terdeteksi dengan tes darah sebagai salah satu tes yang dilakukan untuk mengindikasikan MM.

Hiperkalsemia ini menimbulkan tanda berupa haus berlebihan, sering berkemih dan/atau nyeri di area perut.

Tulang memiliki siklus remodeling yaitu tulang yang ‘tua’ akan dihancurkan dan diganti dengan yang baru. Kanker ini menghasilkan protein tertentu yang mencegah kerja sel-sel pembangun kekuatan tulang. Dua jenis utama sel bertanggung jawab untuk metabolisme tulang, yaitu osteoblas (bekerja dengan membentuk tulang baru), dan osteoklas (yang memecah tulang).

Dengan tumbuhnya sel myeloma akan mengganggu kerja normal dari osteoklas dan osteoblas. Osteoklas akan lebih cepat merusak tulang, sehingga osteoklas akan tumbuh lebih banyak sehingga tulang banyak yang dirusak.

Pertumbuhan sel myeloma akan mengganggu cara kerja osteoklas dan osteoblas yang secara bersama memberi sinyal osteoklas untuk mempercepat pelarutan tulang. Pada saat yang sama, sel-sel myeloma akan mengalahkan osteoblas, dan pembentukan tulang baru terhalangi.

Akibatnya, tulang kehilangan kekuatannya dan menimbulkan nyeri dan rentan patah dan keropos (osteoporosis). Kerusakan tulang belakang ini bisa menekan saraf di sepanjang tulang belakang (syaraf kejepit) dan hiperkalsemia.

Penanganannya Seperti Apa?

Tulang belakang yang rapuh dapat kolaps atau fraktur kompresi. Tulang yang fraktur ini menekan saraf, yang menyebabkan rasa kebas, kelemahan otot dan rasa seperti ditusuk-tusuk jarum.

Untuk fraktur kompresi, dapat ditangani dengan:

  • Kifoplasti (kyphoplasty). Semen sintetik akan dimasukkan ke ruas tulang belakang yang keropos melalui tube dengan balon. Setelah semen mengeras, diharapkan tulang yang keropos dapat kembali utuh.
  • Vertebroplasti (vertebroplasty), dokter akan menyuntikkan semen melalui jarum ke tulang belakang yang keropos/retak.

Setelah itu, mungkin dokter akan merekomendasikan anda mengenakan korset tulang belakang atau neck collar untuk mengurangi gerakan. Selain itu, dokter juga akan meresepkan obat antinyeri.

Myeloma dapat menjadi kondisi yang menyakitkan namun ada beberapa cara guna mengelola nyeri tersebut sebelum mengganggu aktivitas.

Ikuti rencana pengobatan yang dianjurkan dokter.

  • Minum obat antinyeri (yang diresepkan dokter)
  • Masase (pijat)
  • Kompres panas atau kompres dingin
  • Melakukan aktivitas fisik, terapi fisik atau rehabilitasi sesuai dengan program yang dibuat dokter

Pemeriksaan Penunjang MM

Untuk mendiagnosis MM, perlu dilakukan beberapa pemeriksaan penunjang seperti:

  • Tes darah dan urin, yang membantu mendeteksi protein M yang dihasilkan oleh sel-sel myeloma.
  • Aspirasi dan biopsi sumsum tulang belakang
  • Radiologis seperti rontgen, magnetic resonance imaging (MRI) dan CT scan. Secara signifikan MRI dan CT scan dapat memberikan gambaran struktur tulang belakang secara detail bila ada fraktur kompresi atau jepitan saraf.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini