kaku kuduk saraf leher terjepit

Kaku Kuduk Bisa Jadi Gejala Saraf Leher Terjepit

Leher yang kaku, kadang kita kenal dengan kaku kuduk. Kaku kuduk sering dirasakan di leher belakang dan biasanya ditandai dengan rasa sakit atau nyeri sehingga sulit digerakkan. Terutama ketika mencoba memutar kepala ke salah satu sisi.

Padahal leher ini membantu menyangga dan menggerakkan leher serta melindungi saraf tulang belakang.

Sakit kepala, nyeri/sakit leher, nyeri pada bahu dan/atau nyeri pada lengan kadangkala menyertai kaku kuduk. Untuk menengok pun, seseorang perlu membalikkan seluruh tubuh ke arah yang dituju karena begitu nyerinya atau kakunya leher saat menengok.

Kaku kuduk bervariasi dalam intensitas nyerinya, dari rasa tidak nyaman biasa hingga nyeri ekstrem, seperti ditusuk, dan terbatas di area tersebut. Biasanya, bila dipaksakan menengok akan timbul nyeri yang luar biasa.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0812 8281 8473

 

Penyebab Kaku Kuduk

kaku kuduk saraf leher terjepit

Ilustrasi : Kaku kuduk tanda masalah syaraf leher

Penyebab tersering antara lain otot sekitar leher kaku. Di area leher, terdapat otot levator scapula yang cukup rentan dengan cedera. Otot ini terletak di belakang dan sisi leher, yang menghubungkan tulang leher dengan tulang bahu dan dikontrol oleh saraf cervical III dan IV (C3 dan C4).

Baca juga : Skoliosis adalah

Otot levator scapula dapat menjadi kejang atau kaku akibat kegiatan harian yang Anda lakukan, misalnya:

  • Saat tidur dengan posisi yang salah
  • Jatuh atau terdorong ke samping secara dadakan, misalnya cedera saat olahraga
  • Menengok ke kiri dan kanan secara berulang selama aktivitas, misalnya berenang dengan gaya dada
  • Duduk merosot (tidak dengan posisi tegak) di kursi saat menonton televisi atau saat melihat handphone dalam waktu lama
  • Mengalami kecemasan atau stres secara berlebihan, sehingga menyebabkan ketegangan otot di leher
  • Menahan leher dengan posisi tertentu dalam waktu lama, misalnya berbicara di telepon dengan posisi telepon dijepit di leher dan bahu

Kaku kuduk juga kadangkala disebabkan oleh adanya masalah lain di tulang leher. Beberapa penyebab lainnya adalah:

  • Penonjolan bantalan ruas tulang leher yang disebabkan pecahnya bantalan tulang sehingga isi bantalan tulang ini bocor dan menekan jaringan sekitar sehingga menimbulkan peradangan di bagian tersebut.
  • Penyakit degeneratif, akibat proses penuaan sehingga bantalan sendi kehilangan kandungan cairan sehingga menekan jaringan sekitarnya seperti sendi, saraf, dan jaringan lunak (ligamen, otot) sehingga leher menjadi nyeri dan kaku.
  • Peradangan sendi (arthritis) yang kemungkinan dapat merusak sendi facet di ruas tulang belakang yang biasanya terjadi bersamaan dengan proses degeneratif, misalnya stenosis, dan adanya perubahan anatomi tulang leher (tumbuhnya taji tulang).

Baca juga : Leher Terasa Sakit? Apa Yang Perlu Dilakukan

Kenali Gejalanya Kaku Kuduk

Nyeri pada leher menimbulkan beberapa gejala antara lain:

  • Kaku kuduk, sehingga sulit menggerakkan leher
  • Nyeri tajam yang biasanya terasa di satu titik, seperti ditusuk/kesetrum dan jenis ini biasanya terjadi di leher bagian bawah
  • Nyeri seperti pada umumnya, seperti pegal
  • Nyeri radikuler, nyerinya menjalar sepanjang saraf dari leher ke bahu hingga lengan. Intensitasnya bervariasi hingga seperti terasa terbakar.
  • Radikulopati servikal, merupakan gangguan neurologis yang mengganggu fungsi refleks, dan mengganggu kekuatan otot yang menjalar hingga lengan akibat terjepitnya saraf. Radikulopati ini seringkali bersamaan dengan nyeri radikuler.
  • Kesulitan menggenggam atau mengangkat benda, jika rasa kebas atau lemahnya otot ini menjalar hingga lengan dan jari tangan
  • Sakit kepala. Disebabkan oleh adanya iritasi pada leher sehingga mengenai otot dan saraf yang terhubung dengan kepala, contohnya sakit kepala oksipital.

Perawatan Kaku Kuduk di Rumah

Ada beberapa hal yang bisa dilakukan di rumah untuk membantu meredakan nyeri pada leher:

  • Beristirahat, misalnya perenang bisa menggunakan gaya renang lainnya. Batasi aktivitas.
  • Kompres dingin dan/atau hangat/panas. Kompres dingin dapat membantu meredakan nyeri atau kaku leher. Sementara itu kompres hangat dapat membantu memperbaiki aliran darah.
  • Obat-obatan yang tergolong dalam pereda nyeri dan diresepkan oleh dokter.
  • Melakukan peregangan secara perlahan untuk membantu meredakan kekakuan otot agar leher dapat bergerak dengan bebas. Konsultasikan dengan dokter untuk program ini.
  • Lakukan olahraga ringan seperti jalan kaki yang dapat membantu oksigen dapat bersirkulasi dengan baik ke jaringan-jaringan lunak tulang belakang sehingga dapat membantu proses pemulihan.
  • Menggunakan neck collar atas rekomendasi dokter.
  • Membiasakan diri selalu menjaga postur tubuh tetap baik agar meminimalkan tekanan pada leher misalnya duduk tegak.
  • Melakukan latihan fisik untuk menjaga otot leher tetap kuat dan fleksibel.

Mewaspadai Nyeri Leher

Nyeri leher yang disertai dengan gejala di bawah ini, perlu diwaspadai.

  • Demam, yang kemungkinan menunjukkan adanya infeksi
  • Sakit kepala, terutama jika berbeda dalam durasi (lamanya), intensitas, atau menyertai kaku kuduk
  • Mual atau muntah
  • Kelelahan atau merasa pusing
  • Kesemutan dari lengan hingga kaki
  • Gangguan keseimbangan
  • Perubahan status mental, seperti kebingungan atau perubahan mood
  • Perubahan koordinasi, misalnya pusing atau gangguan saat berjalan atau menulis
  • Berat badan menurun yang bukan akibat perubahan diet atau asupan makanan

Kaku kuduk ini juga sering menjadi penanda adanya kondisi yang lebih serius, misalnya:

  • Meningitis, merupakan peradangan akibat adanya infeksi bakteri pada lapisan pelindung otak dan kondisi ini disertai kaku kuduk
  • Tumor, terutama bila berada pada bagian serebelum (otak kecil) atau di ruas tulang leher.
  • Terganggunya gerakan otot (distonia) servikal, merupakan gangguan neurologis atau disebut juga dengan tortikolis.
  • Saraf terjepit akibat penonjolan bantalan tulang belakang, terutama leher

Dokter akan melakukan pemeriksaan berdasarkan keluhan dan nyeri yang dirasakan serta merekomendasikan pemeriksaan penunjang, seperti MRI untuk memastikan penyebab nyeri.

Bila dari hasil MRI terdapat jepitan saraf di leher, maka kemungkinan dokter akan melakukan tindakan antara lain percutaneous endoscopic cervical discectomy (PECD). Teknologi ini memiliki beberapa keunggulan yaitu sayatan minimal, tindakan hanya sekitar 45 menit, dan proses pemulihannya lebih cepat.

Informasi Lebih Lanjut Hubungi Hp/WA 0812 8281 8473

 

Untuk perbaikan nyeri yang diakibatkan saraf terjepit leher, bergantung pada sudah berapa lama kondisi jepitannya. Bila sudah terjadi lama, maka proses pemulihan akan membutuhkan waktu yang agak lebih lama dibandingkan dengan yang baru saja terjepit.

Pascatindakan, sebaiknya tidak melakukan aktivitas yang harus menundukkan kepala dalam waktu lama misalnya saat menggunakan handphone, dan tidak dianjurkan untuk mengangkat benda berat.

Klinik Lamina Pain and Spine Center memiliki teknologi terkini (endoskopi leher atau percutaneous endoscopic cervical discectomy/PECD) untuk atasi saraf terjepit di leher dan memiliki pakar nyeri dan tulang belakang yang sudah berpengalaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lamina

Jl Warung Buncit Raya No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Lamina Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

Lamina

marketingklinik@gmail.com

Lamina Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini