Mengenal Interventional Pain Management untuk Penanganan Nyeri

Interventional Pain Management merupakan solusi yang tepat untuk mengatasi berbagai masalah nyeri, baik nyeri akut maupun kronis. Penanganan nyeri merupakan hal yang kompleks dan berbeda pada setiap orang tergantung kondisi kesehatannya. Namun, cara ini dapat membantu menunjang pengelolaan dan penanganan nyeri dengan lebih optimal untuk berbagai masalah nyeri. 

Apa itu Interventional Pain Management

Manajemen intervensi nyeri atau Interventional Pain Management (IPM) adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan panduan alat medis untuk mendiagnosis dan mengobati nyeri akut maupun kronis. 

Tujuan dari manajemen intervensi nyeri adalah untuk meredakan, mengurangi, dan mengelola rasa nyeri serta meningkatkan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Prosedur ini juga dapat membantu pasien dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa tanpa ketergantungan pada obat-obatan. 

Prosedur IPM yaitu dengan cara memasukkan obat-obatan atau alat tertentu ke bagian tubuh yang menjadi sumber nyeri. Selanjutnya, dokter atau tenaga medis akan menggunakan alat panduan seperti ultrasonografi (USG), C-Arm, fluoroskopi, dan alat penunjang medis lainnya untuk memblok saraf yang menjadi target. 

Baca juga: Penanganan Saraf Kejepit dengan Teknologi PLDD

Kondisi yang Membutuhkan Interventional Pain Management 

Interventional Pain Management dapat menjadi pilihan yang tepat untuk penatalaksaan nyeri pada pasien dengan kondisi-kondisi berikut ini:

  • Pasien dengan nyeri akut dan kronis apabila tidak merespon terhadap obat penghilang rasa nyeri
  • Telah mengonsumsi obat penghilang nyeri dalam jangka waktu lama dan menimbulkan efek samping seperti masalah ginjal dan lambung
  • Tidak bisa menjalani operasi akibat kondisi medis tertentu seperti menderita penyakit diabetes 

Selain itu, prosedur ini cocok untuk berbagai kasus nyeri seperti nyeri leher, sakit punggung, frozen shoulder, carpal tunnel syndrome, saraf kejepit, nyeri akibat cedera olahraga, sakit lutut, osteoarthritis, dan kondisi nyeri lainnya. 

Teknik Interventional Pain Management

Berikut ini adalah beberapa teknik IPM yang dapat diterapkan pada pasien dengan keluhan nyeri, antara lain: 

  • Terapi injeksi: Bekerja dengan cara menyuntikkan steroid atau obat khusus lainnya yang bertujuan untuk meredakan nyeri dan mengurangi peradangan pada lokasi yang menjadi sumber nyeri. Pada penderita radang sendi lutut, dokter dapat memberikan terapi regeneratif PRP atau Platelet Rich Plasma, untuk memperbaiki struktur jaringan yang rusak atau nyeri. 
  • Blok saraf, akar saraf, dan saraf plantar medial: Blok saraf biasanya menggunakan alat panduan USG dan C-Arm menuju saraf tertentu yang menjadi sumber nyeri. Terapi ini juga dapat mengganggu sinyal saraf ke otak untuk menghilangkan rasa nyeri dan mengurangi inflamasi. Umumnya, nyeri dapat berkurang dalam jangka waktu tertentu, seperti beberapa minggu maupun bulan. Dalam kasus tertentu, blok saraf bisa juga menjadi permanen, tergantung pada obat dan teknik yang dokter gunakan. 
  • Radiofrekuensi Ablasi: Prosedur minimal invasif yang bekerja dengan cara merusak atau menonaktifkan jaringan saraf menggunakan gelombang radiofrekuensi dari alat khusus. Dokter akan memasukkan jarum yang diarahkan menuju saraf yang menjadi sumber nyeri. Prosedur radiofrekuensi ablasi ini biasanya menggunakan panduan USG dan C-Arm.
  • Stimulasi sumsum tulang belakang: Menggunakan impuls listrik yang digunakan untuk memblokir sinyal rasa nyeri ke otak. 
  • Percutaneous Discectomy/ Nucleoplasty: Prosedur yang bertujuan untuk membuang atau menghilangkan jaringan yang bergeser atau menonjol keluar agar tidak lagi menekan saraf di sekitarnya. 

Keunggulan

Teknik IPM cukup efektif dalam mengatasi sejumlah kondisi nyeri karena memiliki keunggulan sebagai berikut: 

  • Tindakan bersifat minimal invasif
  • Menggunakan bius lokal
  • Risiko komplikasi lebih kecil
  • Obat langsung menuju lokasi sumber nyeri
  • Membantu mengurangi dan menghentikan ketergantungan pada obat anti nyeri
  • Proses pemulihan lebih cepat dan dini

Apabila mengalami kondisi nyeri akut maupun kronis dan berlangsung lama, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter spesialis kami di Lamina Pain and Spine Center. Dokter akan mendiagnosia penyakit dengan anamnesis dan sejumlah pemeriksaan, baik fisik dan radiologis guna menegakkan diagnosis. Gejala nyeri akan tertangani dengan baik dengan menggunakan manajemen intervensi nyeri agar Anda terbebas dari rasa sakit dan bisa beraktivitas kembali dengan nyaman.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan hubungi tim Assistance Center Lamina di nomor 021-7919-6999 atau chat via whatsapp ke 0811 1443 599. Lamina juga memiliki layanan telekonsultasi bagi Anda yang terkendala jarak dan ambulans untuk memudahkan akomodasi dari dan ke Lamina.

Yuk, konsultasi sekarang!

Baca juga: Facet Joint Syndrome: Gejala, Penyebab dan Penanganan

Frequently Asked Questions (FAQ)

Apa Itu Interventional Pain Management (IPM)?

Manajemen intervensi nyeri atau Interventional Pain Management (IPM) adalah prosedur minimal invasif yang dilakukan dengan panduan alat medis untuk mendiagnosis dan mengobati nyeri akut maupun kronis.

Apa Tujuan dari IPM?

Tujuan dari manajemen intervensi nyeri adalah untuk meredakan, mengurangi, dan mengelola rasa nyeri serta meningkatkan kualitas hidup seseorang secara keseluruhan. Prosedur ini juga dapat membantu pasien dapat kembali melakukan aktivitas seperti biasa tanpa ketergantungan pada obat-obatan.

Bagaimana Prosedurnya?

Prosedur IPM yaitu dengan cara memasukkan obat-obatan atau alat tertentu ke bagian tubuh yang menjadi sumber nyeri. Selanjutnya, dokter atau tenaga medis akan menggunakan alat panduan seperti ultrasonografi (USG), C-Arm, fluoroskopi, dan alat penunjang medis lainnya untuk memblok saraf yang menjadi target.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl. Hj. Tutty Alawiyah No.34, RT.7/RW.5, Kalibata, Kec. Pancoran, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

registrasi@lamina.co.id

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini

Jadwal Praktik


Dr. Mahdian Nur Nasution, SpBS

Senin   : 13:00 - Selesai
Rabu    : 13:00 - Selesai
Jumat  : 13:00 - Selesai


Dr. Bismo Nugroho, SpBS

Rabu    : 14:30 - 17:00
Kamis  : 14:00 - 17:00


Dr. Victorio, SpBS, FINPS

Selasa  : 17:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 18:00


Dr. Faisal, M.Ked (Neurosurg), Sp.BS

Senin    : 10:00 - 13:00
Selasa   : 10:00 - 13:00
Rabu     : 10:00 - 13:00
Kamis   : 10:00 - 13:00
Jumat   : 10:00 - 13:00


Prof. dr. Darto Satoto, SpAn, KAR

Selasa   : 10:00 - 16:00
Kamis   : 10:00 - 16:00


Dr. Nelfidayani, SpKFR

Selasa   : 16:00 - 20:00
Kamis   : 16:00 - 20:00
Sabtu    : 16:00 - 20:00


Dr. Rifalisanto, SpKFR

Senin   : 10:00 - 15:00
Rabu     : 10:00 - 14:00
Jumat  : 10:00 - 12:00


dr. Ratih Puspa, Sp.N

Selasa     : 17:00 - 20:00
Kamis     : 17:00 - 20:00