Kenali dampak telapak kaki datar

Bahaya Telapak Kaki Datar, Apa Saja?

Bahaya telapak kaki datar perlu dikenali agar tidak lagi mengganggu aktivitas harian Anda.

Telapak kaki datar adalah kelainan bentuk (deformitas) dari arkus longitudinal yang seharusnya melengkung namun ini mendatar. Kondisi ini dikenal juga dengan nama pes planus.

Struktur pada kaki ini sangat berpengaruh terhadap biomekanik tungkai bawah karena lengkungan ini berfungsi mendistribusikan beban secara merata di kaki.

Bahaya Telapak Kaki Datar, Apa Saja?

telapak kaki datar

bahaya telapak kaki datar

Penelitian KD Gross dkk dan telah dipublikasikan dalam jurnal Arthritis Care & Research (2011) membandingkan risiko terjadinya nyeri lutut dan kerusakan tulang rawan pada mereka yang memiliki telapak kaki rata dan yang tidak. Jumlah subjek dalam penelitian ini sekitar 1900 dan 22% diantaranya mengaku mengalami nyeri lutut.

Subjek dengan telapak kaki datar memiliki risiko 1,3 kali lebih besar mengalami nyeri pada lutut dan 1,4 kali lebih besar mengalami kerusakan tulang rawan (kartilago) sendi lutut.

Pes planus juga meningkatkan risiko nyeri lutut sebesar 1,39 kali dan kerusakan tulang rawan di bagian dalam sendi lutut sebesar 1,76 kali.

“Bahaya telapak kaki datar adalah dapat menyebabkan perubahan postur tubuh dan perubahan pada cara seseorang bergerak (berjalan/berlari), seiring berjalannya waktu maka sendi dan tulang rawan di lutut dapat mengalami kerusakan,” papar Gross sebagai peneliti utama dalam studi tersebut.

Pada kondisi tertentu, kondisi telapak kaki seperti ini dapat menimbulkan nyeri yang berlangsung hingga dewasa atau rasa tidak nyaman.

Jangka panjangnya akan menyebabkan nyeri pada telapak kaki, pergelangan kaki, lutut, selain itu juga menyebabkan trauma akut yang berulang hingga dapat berisiko menimbulkan kelainan bentuk (deformitas) pada kaki.

Selain genetik, penyebab lain bentuk telapak kaki datar ini – namun lebih jarang – antara lain trauma, obesitas, kehamilan, aktivitas berlebihan, neuropati, dan sebagainya. Hal senada disampaikan Galbareath & Meera (2008) pada studi Framingham Foot and OA.

Bahaya telapak kaki datar dapat menyebabkan pergelangan kaki dan telapak kaki menjadi tidak stabil saat beraktivitas seperti berlari.

Bahaya telapak kaki datar lainnya adalah dapat menyebabkan ligamen dan tendon otot tibialis posterior mengalami peregangan secara berlebihan. Selain itu, telapak kaki dapat berputar ke arah dalam secara berlebihan (over-pronate) sehingga lutut berisiko bengkok yang  nantinya akan berdampak pada otot-otot bokong.

Risiko Timbulnya Masalah Nyeri

Proses penuaan atau aktivitas fisik dapat memberikan tekanan terus menerus pada tulang dan jaringan lunak di tungkai bawah. Dengan telapak kaki datar, kerjanya sebagai shock absorber terpengaruh sehingga si pemiliknya cenderung tidak dapat berjalan lama, terasa lelah di kaki, dan nyeri.

Kondisi lainnya yang mungkin timbul akibat pes planus ini antara lain:

  • Bunion, benjolan pada ibu jari kaki
  • Hammer toes, kelainan bentuk (deformitas) sendi ibu jari kaki
  • Plantar fasciitis, penyebab nyeri pada tumit akibat ketegangan dan peradangan plantar fascia (ligamen penghubung tumit dan jari kaki)

Bahaya telapak kaki datar seringkali terabaikan karena jarang menimbulkan gejala tertentu.  Namun nyeri dapat timbul yang bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti perubahan lingkungan kerja, cedera ringan, kelebihan berat badan mendadak, berdiri/berjalan/melompat/berlari dalam waktu yang lama, dan pemakaian alas kaki yang tidak pas atau tidak sesuai.

Bahaya Telapak Kaki Datar Perlu Ditangani?

Tujuan penanganan telapak kaki datar adalah untuk membangun kekuatan jaringan lunak secara optimal dan juga  menjaga tulang tetap sejajar atau dalam bentuk normalnya.

Sebelum ditentukan penanganannya, kemungkinan dokter akan meminta Anda melakukan pemeriksaan penunjang seperti rontgen, MRI, atau CT scan

Telapak kaki datar ini sebenarnya tidak memerlukan perawatan atau penanganan khusus namun jika menimbulkan nyeri atau sesuatu yang menurunkan kualitas hidup Anda, maka perlu penanganan yang lebih serius.

Biasanya ditangani dengan:

– obat antiinflamasi nonsteroid

– pemakaian alas kaki tambahan

– imobilisasi,

– terapi fisik,

– menurunkan berat badan yang berlebih, dan

– perubahan aktivitas.

Gunakan sepatu/sandal (alas kaki) tanpa hak dan memiliki ruang cukup di bagian jari kaki, atau tidak menyempit di ujungnya.

Lakukan latihan yang dapat membantu memperkuat otot-otot kaki misalnya dengan berjalan tanpa alas kaki, menekuk (fleksi jari kaki), dan berjinjit. Namun sebelum latihan ini dimulai, konsultasikan dengan tim dokter di Klinik Lamina Pain and Spine Center yang juga memiliki Lamina Rehab Spine Rehabilitation yang memiliki dokter rehab medik yang berpengalaman.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Jl Warung Jati Barat No.34, Kalibata, Pancoran, Jakarta Selatan, 12740

Informasi dan Pendaftaran

Informasi dan Pendaftaran

021-7919-6999

marketingklinik@gmail.com

Pendaftaran Online

Pendaftaran Online

Segera Klik Disini